Mengenal Lichen Planus, Gejala, Penyebab, dan Jenisnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Lichen Planus, Gejala, Penyebab, dan Jenisnya

16 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Lichen planus adalah

Lichen planus adalah penyakit yang menyebabkan peradangan kronis pada lapisan mukosa (selaput lendir), terutama di mulut dan genitalia. Penderita lichen planus akan mengalami sejumlah gejala, seperti munculnya ruam kemerahan yang terasa gatal, bercak putih, hingga kulit bersisik. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang lichen planus, simak penjelasannya berikut ini.

 

Apa itu Lichen Planus?

 

Lichen planus adalah ruam yang muncul pada kulit, rambut, kuku, mulut, atau alat kelamin. Penyakit ini bisa berlangsung selama beberapa minggu. Lichen planus yang terjadi pada kulit dan selaput lendir memiliki tampilan yang berbeda. Lichen planus pada kulit biasanya berbentuk ruam gatal berwarna merah atau ungu, sedangkan pada selaput lendir berbentuk bercak putih. 

 

Kasus lichen planus cukup jarang ditemui, namun diketahui mayoritas penderitanya berusia 30–60 tahun. Meski begitu, lichen planus dapat terjadi pada siapa saja. 

 

Penyebab Lichen Planus

 

Penyebab lichen planus belum diketahui secara jelas, tetapi kondisi tersebut diketahui dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

 

  • Infeksi hepatitis C.

  • Reaksi obat tertentu, seperti obat antimalaria, obat diabetes, dan lain-lain. 

  • Gangguan autoimun yang membuat sistem imun secara keliru menyerang sel-sel di mulut atau kulit.

  • Reaksi dari tambalan gigi atau perhiasan yang terbuat dari logam.

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat lichen planus. 

  • Stres fisik dan psikis.

  • Luka di kulit akibat operasi.

  • Terjangkit penyakit herpes zoster.

 

Gejala Lichen Planus

 

Gejala lichen planus dapat bervariasi tergantung dari tempat munculnya bercak. Bahkan, penderita lichen planus mungkin saja hanya memiliki salah satu dari gejala-gejala berikut ini:

 

  • Munculnya sekelompok ruam berwarna merah keunguan di kulit, kadang terasa gatal.

  • Munculnya bercak putih pada gusi, lidah, atau pipi dalam.

  • Mulut terasa terbakar ketika makan atau minum.

  • Munculnya spot kebotakan pada kulit kepala (jarang terjadi).

  • Muncul bercak merah yang terasa sakit pada vulva.

  • Kuku menjadi kasar, menipis, atau muncul garis gelap yang melintang dari ujung ke dasar kuku.

  • Kuku rusak atau lepas dari kulit. 

  • Munculnya bercak lingkaran berwarna ungu atau bercak putih pada penis. 

 

Jenis-Jenis Lichen Planus

 

Lichen planus dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, mulai dari cutaneous lichen planus hingga nail lichen planus. Berikut adalah penjelasan selengkapnya terkait jenis-jenis lichen planus.

 

1. Cutaneous Lichen Planus

 

Penyakit lichen planus jenis ini muncul di kulit dengan rasa gatal, meski di beberapa kasus, penderita bisa saja tidak merasa gatal. Area munculnya bercak bisa di mana saja, tetapi paling sering muncul di pergelangan tangan, punggung bawah, dan pergelangan kaki. Munculnya benjolan mengkilat dengan ujung rata dan keras juga menjadi gejala dari penyakit cutaneous lichen planus.

 

Benjolan yang muncul memiliki ukuran yang bervariasi, tersebar di kulit, dan warnanya beragam tergantung pada warna kulit penderita. Benjolan mungkin akan mereda setelah beberapa bulan dan berubah warna menjadi kecoklatan serta membutuhkan waktu yang lama untuk dapat pudar sepenuhnya. 

 

Cutaneous lichen planus sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

 

  • Hypertrophic lichen planus: Tipe lichen planus dengan inflamasi yang berbentuk ruam atau sisik. 

  • Atrophic lichen planus: Tipe lichen planus langka dengan benjolan yang muncul pada kaki, ketiak (axilla), atau kepala penis.

  • Annular lichen planus: Tipe lichen planus dengan ruam berwarna keunguan pada skrotum, penis, dan lipatan kulit.

 

2. Erosive Lichen Planus

 

Erosive lichen planus adalah kondisi lichen planus parah yang menyerang lapisan selaput lendir (mukosa), seperti di mulut, vagina, kelopak mata dalam, kelenjar air mata, rongga telinga luar, esofagus, laring, kandung kemih, dan anus. 

 

Beberapa tipe lichen planus pada mukosa tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, kondisi ini juga dapat menimbulkan luka terbuka atau borok yang terasa sakit, terutama jika terdapat kontak dengan luka seperti saat sedang mengunyah makanan atau berhubungan seks. 

 

3. Oral Lichen Planus

 

Oral lichen planus adalah tipe lichen planus yang muncul pada mulut, khususnya pipi dalam, lidah, gusi, atau bibir dalam. Oral lichen planus biasanya ditandai dengan munculnya garis putih tanpa rasa nyeri pada area inflamasi, atau biasa disebut “Wickham Striae”. 

 

Tidak hanya itu, penderita oral lichen planus juga memiliki bercak merah dan gusi yang mengelupas. Meskipun bercak putih akibat oral lichen planus tidak menimbulkan rasa sakit, bercak akan terasa nyeri jika penderita mengalami erosive lichen planus.

 

4. Vulval Lichen Planus

 

Vulval lichen planus adalah tipe lichen planus yang terjadi pada bibir luar dan dalam vagina serta jalur masuk vagina. Gejala umum dari vulval lichen planus adalah munculnya bercak putih tanpa nyeri pada bagian vulva, penipisan vagina, perlengketan, dan lain sebagainya. 

 

Sama seperti penderita oral lichen planus, penderita vulval lichen planus akan mengalami rasa nyeri apabila terkena erosive lichen planus pada vagina, yang mana dapat menyebabkan munculnya borok yang menyakitkan pada vagina.

 

5. Lichen Planopilaris

 

Tipe lichen planus ini terjadi di kulit kepala dengan gejala seperti munculnya spot botak, kerusakan folikel rambut, dan timbul benjolan merah yang sedikit tajam pada kulit kepala. Selain kulit kepala, lichen planopilaris juga bisa muncul di dahi dan alis.

 

6. Nail Lichen Planus

 

Tipe lichen planus ini terjadi pada kuku dan dapat menyebar ke area kulit dekat kuku pada sebagian kasus. Kuku penderita nail lichen planus akan menipis yang lama-kelamaan dapat menimbulkan munculnya luka bergerigi, rusak, berubah menjadi lebih gelap, hingga lepas dari kulit. 

 

Kapan Harus Berkonsultasi pada Dokter?

 

Anda dapat berkonsultasi pada dokter jika muncul ruam atau benjolan tanpa sebab yang jelas. Tidak hanya itu, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan gejala pada area mulut, alat kelamin, kulit, kuku, atau kulit kepala. 

 

Jika Anda memerlukan perawatan terkait kondisi lichen planus, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter spesialis dermatologi di Siloam Hospitals TB Simatupang. Selain itu, Siloam Hospitals TB Simatupang juga menyediakan Klinik Dermatologi yang dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir dan ahli dermatologi berpengalaman sehingga dapat memberikan Anda perawatan kulit wajah secara optimal dan komprehensif.

 

Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi Anda untuk mengakses layanan kesehatan, mulai dari membuat janji temu hingga melihat hasil pemeriksaan. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail