Kesehatan Tubuh
Apakah IBD Termasuk Autoimun? Ini Fakta dan Penjelasannya

Table of Contents
Inflammatory bowel disease (IBD) adalah kondisi peradangan kronis pada saluran pencernaan yang mencakup dua jenis utama, yakni penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Belum diketahui secara pasti apa penyebab IBD, namun terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan sistem imun. Lantas, apakah IBD termasuk autoimun? Mari simak penjelasannya melalui artikel berikut ini.
Apakah IBD Termasuk Autoimun?
Secara medis, inflammatory bowel disease dikategorikan sebagai immune-mediated inflammatory disease (IMID) yaitu penyakit peradangan yang dimediasi oleh sistem imun maupun proses autoimun. Artinya, sistem imun berperan besar dalam memicu peradangan pada saluran cerna, meskipun mekanismenya dapat seperti penyakit autoimun maupun seperti immune-mediated inflammatory disease.
Sejumlah penyakit lain yang juga termasuk dalam kategori IMID antara lain psoriasis, rheumatoid arthritis, asma, multiple sclerosis, dan lain-lain. Penelitian berjudul Coexisting Autoimmune Disorders Among Patients With Inflammatory Bowel Disease at a Tertiary Center in Saudi Arabia: A Cross-Sectional Study (2025) menunjukkan bahwa sekitar 25% penderita IBD diketahui mengalami kondisi IMID lainnya. IMID juga lebih sering ditemukan pada penderita IBD dengan jenis Crohn’s disease.
Apakah Crohn Disease Termasuk Autoimun?
Seperti yang telah disinggung di awal, penyakit Crohn adalah salah satu jenis IBD yang dikategorikan sebagai bagian dari IMID. Pada IMID, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jaringan tubuh yang sehat karena menganggapnya sebagai ancaman.
Kondisi ini akan memicu pembentukan antibodi terhadap sel tubuh yang disebut sebagai auto-antibodi. Auto-antibodi inilah yang nantinya menyebabkan peradangan pada penyakit autoimun. Namun, hingga saat ini, belum ditemukan adanya antibodi yang berkaitan secara langsung dengan penyakit Crohn, sebagaimana hal tersebut ditemukan pada kondisi autoimun.
Apakah IBD Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Autoimun?
Dilansir dari penelitian berjudul Coexisting Autoimmune Disorders Among Patients With Inflammatory Bowel Disease at a Tertiary Center in Saudi Arabia: A Cross-Sectional Study (2025), meski tidak digolongkan sebagai penyakit autoimun, peradangan kronis akibat IBD berisiko menyebabkan terjadinya autoimunitas yang dipicu oleh peningkatan paparan antigen dan aktivitas respons imun yang berlebihan.
Selain itu, obat-obatan untuk menangani IBD juga diketahui dapat memicu penyakit autoimun. Ditemukan pula dalam penelitian tersebut bahwa penderita kolitis ulseratif berisiko lebih tinggi mengalami penyakit autoimun hati dan endokrin dibandingkan penderita penyakit Crohn.
Apakah IBD Dapat Disembuhkan?
Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan yang dapat menyembuhkan IBD sepenuhnya. Tujuan utama pengobatan IBD, baik dalam bentuk obat-obatan maupun tindakan operasi, adalah meredakan gejala, mengelola peradangan, serta meningkatkan durasi remisi untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
Penting untuk diketahui bahwa informasi yang disampaikan dalam artikel ini tidak secara spesifik mewakili kondisi IBD. Artinya, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengindikasikan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat, terlebih jika Anda mengalami nyeri perut kronis atau diare berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani mungkin berbeda di setiap fasilitas kesehatan. Tenaga medis akan menentukan langkah diagnosis dan penanganan yang paling tepat sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter spesialis hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
PubMed. Coexisting autoimmune disorders among patients with inflammatory bowel disease at a tertiary center in Saudi Arabia: A cross-sectional study. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Understanding the Differences Between IBD and IBS. Diakses pada 2025 | Verywell Health. Is Crohn’s Disease an Autoimmune Disease?. Diakses pada 2025 | Healthline. Is Inflammatory Bowel Disease (IBD) an Autoimmune Condition?. Diakses pada 2025 | CDC. Inflammatory Bowel Diseasae (IBD). Diakses pada 2025 | Biologi Tropis. Choledochal Cyst: Case Variations and Management. Diakses pada 2025 | University of Michigan Health. Digestive and Liver Health. Diakses pada 2025 | The Lancet. Global, Regional, and National Incidence of Six Major Immune-Mediated Inflammatory Diseases: Findings from The Global Burden of Disease Study 2019. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






