Kesehatan Tubuh
Neuroblastoma: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Neuroblastoma adalah jenis kanker yang berkembang dari sel-sel saraf belum matang atau neuroblast. Kondisi langka ini bisa disebabkan oleh bawaan sejak lahir dan umumnya dialami anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
Neuroblastoma dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, sumsum tulang, hingga hati. Maka dari itu, pengawasan serta penanganan medis diperlukan untuk menghindari terjadinya penyebaran sel kanker (metastasis).
Simak penyebab, gejala, serta pengobatan neuroblastoma selengkapnya pada artikel di bawah ini.
Apa itu Neuroblastoma?
Neuroblastoma adalah kondisi berupa tumbuhnya sel kanker pada sel-sel saraf belum matang (neuroblast). Alih-alih berkembang menjadi sel saraf, neuroblastoma menyebabkan neuroblast membentuk tumor yang bersifat kanker.
Neuroblastoma bisa terjadi pada jaringan saraf di beberapa bagian tubuh, seperti, perut, leher, dada hingga tulang belakang. Namun, bagian tubuh yang paling sering mengalami neuroblastoma adalah kelenjar adrenal yang berada di sisi atas ginjal.
Berdasarkan tingkat keparahannya, neuroblastoma dibagi menjadi empat stadium, yaitu:
- Stadium 1: kanker masih berada di satu organ tubuh dan belum menyebar ke bagian lainnya. Neuroblastoma stadium 1 cenderung mudah ditangani dan dapat diangkat melalui tindakan operasi.
- Stadium 2: kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain namun tidak dapat diangkat sepenuhnya melalui tindakan operasi.
- Stadium 3: kanker telah membesar dan bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya, seperti kelenjar getah bening.
- Stadium 4: kanker telah menyebar ke organ tubuh lain yang lebih jauh.
Penyebab Neuroblastoma
Penyebab kanker neuroblastoma adalah mutasi genetik yang membuat sel-sel neuroblast membelah diri dengan cepat. Pertumbuhan sel di luar kendali ini akan membentuk massa berupa tumor. Namun, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi genetik tersebut.
Kendati demikian, anak yang memiliki kelainan kongenital atau keluarga dengan riwayat neuroblastoma berisiko lebih tinggi terserang penyakit langka ini.
Gejala Neuroblastoma
Gejala kanker neuroblastoma cenderung beragam tergantung pada bagian tubuh yang terdampak serta tingkat keparahannya. Adapun penjelasan lengkap dari gejala umum neuroblastoma adalah sebagai berikut:
Gejala Neuroblastoma pada Perut
Beberapa gejala umum yang muncul apabila neuroblastoma menyerang perut yaitu:
- Nyeri perut.
- Pembengkakan pada perut.
- Benjolan pada perut yang tidak nyeri jika disentuh/ditekan.
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare.
Gejala Neuroblastoma pada Dada
Sejumlah gejala yang dialami oleh pengidap neuroblastoma pada dada di antaranya:
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Napas berbunyi atau mengi.
- Perubahan kondisi mata, seperti penurunan kelopak mata atau ukuran pupil kanan dan kiri yang tidak sama.
Gejala Neuroblastoma Lainnya
Selain gejala di atas, pengidap neuroblastoma biasanya juga mengeluhkan gejala lain, yaitu:
- Munculnya benjolan di bawah permukaan kulit.
- Nyeri tulang.
- Demam.
- Berat badan turun drastis.
- Mudah lelah.
- Bola mata tampak menonjol (proptosis).
- Area sekitar mata tampak gelap seperti lebam.
- Kulit pucat.
Diagnosis Neuroblastoma
Sebelum melanjutkan pengobatan, dokter perlu memastikan neuroblastoma yang dialami oleh pasien melalui serangkaian prosedur pemeriksaan. Adapun beberapa prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis neuroblastoma adalah sebagai berikut:
- Pemeriksaan fisik, prosedur ini bertujuan untuk memeriksa kondisi pasien guna mengevaluasi tanda dan gejala fisik yang muncul.
- Tes urine atau darah, yaitu pengambilan sampel urine atau darah pasien untuk mendeteksi kadar katekolamin dalam tubuh.
- Tes pencitraan, dilakukan dengan bantuan alat tertentu untuk melihat massa serta kondisi tumor pada bagian tubuh tertentu. Beberapa tes pencitraan yang umum digunakan untuk mendeteksi neuroblastoma adalah pemeriksaan MRI, CT scan, serta USG.
- Biopsi, yaitu prosedur pengambilan sampel jaringan untuk memeriksa keberadaan sel kanker.
- Aspirasi sumsum tulang, yaitu prosedur pengambilan sampel sumsum tulang apabila sel kanker dicurigai telah menyebar ke sumsum tulang. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum khusus melalui tulang pinggul atau bagian bawah punggung untuk mendapatkan sampel sumsum tulang.
Pengobatan Neuroblastoma
Pengobatan neuroblastoma akan disesuaikan dengan tingkat keparahan serta kondisi pasien. Sejumlah tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengobati neuroblastoma adalah sebagai berikut:
- Operasi: tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor dari dalam tubuh. Tindakan ini biasanya dipilih apabila kanker masih dalam stadium awal.
- Perawatan kemoterapi: pengobatan kanker dengan memasukkan obat-obatan melalui intravena atau oral. Kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan massa tumor serta membunuh sel kanker.
- Perawatan radioterapi: tindakan medis yang menggunakan radiasi sinar-X untuk menghancurkan sel kanker. Radioterapi kerap dilakukan setelah tindakan operasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker.
- Imunoterapi: terapi imun yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan sel kanker.
Bila anak mengalami gejala seperti ulasan di atas, segera kunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk mendapatkan penanganan kanker yang tepat. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi merupakan pusat unggulan swasta pertama di Indonesia dalam menangani penyakit kanker.
Anda dapat membuat buat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-911 atau menggunakan fitur yang terdapat pada aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS
Bedah Saraf
Spesialis Bedah Saraf
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini







