Kesehatan Tubuh
Apa itu Sleep Paralysis? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Sleep paralysis adalah kondisi yang membuat seseorang seakan-akan mengalami kelumpuhan saat tidur atau bangun tidur. Kondisi yang juga dikenal dengan istilah “ketindihan” ini sebenarnya cukup umum terjadi. Tak jarang fenomena sleep paralysis dikaitkan dengan hal mistis. Padahal, ada alasan medis mengapa hal ini bisa terjadi. Mari ketahui lebih lanjut seputar penjelasan sleep paralysis dalam ulasan di bawah ini.
Apa itu Sleep Paralysis?
Pernahkah Anda merasa seluruh tubuh tidak bisa bergerak bahkan kesulitan berbicara saat terbangun dari tidur? Jika iya, maka bisa jadi Anda mengalami fenomena sleep paralysis.
Sleep paralysis adalah salah satu gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan menggerakkan tubuhnya sekalipun dalam keadaan sadar. Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang berada di masa transisi antara tertidur dan terbangun.
Kondisi ini jarang mengakibatkan masalah serius. Namun, sleep paralysis terkadang menjadi salah satu gejala narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang mengakibatkan penderitanya tidak mampu mengontrol rasa kantuk.
Jenis Sleep Paralysis
Berdasarkan waktu terjadinya, sleep paralysis dibedakan menjadi dua jenis yaitu hypnopompic sleep paralysis dan hypnagogic sleep paralysis. Berikut penjelasannya.
1. Hypnopompic Sleep Paralysis
Hypnopompic sleep paralysis terjadi ketika seseorang terbangun secara tiba-tiba saat otak belum siap mengirimkan sinyal bangun pada otot. Akibatnya, tubuh tidak dapat digerakkan sekalipun sudah dalam keadaan sadar.
2. Hypnagogic Sleep Paralysis
Hypnagogic sleep paralysis terjadi ketika seseorang baru saja tertidur. Pada waktu ini, tubuh akan memasuki fase NREM (non-rapid eye movement) dan mengalami relaksasi otot. Jika pada fase ini seseorang tiba-tiba tersadar, akibatnya akan timbul sensasi seakan tidak dapat bergerak.
Penyebab Sleep Paralysis
Banyak yang beranggapan bahwa sleep paralysis artinya seseorang sedang mengalami paranormal experience. Faktanya, sleep paralysis adalah kondisi yang terjadi karena mekanisme otak dan tubuh yang tidak berjalan selaras.
Terdapat dua fase yang terjadi ketika seseorang sedang tertidur, yaitu rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). REM adalah fase di mana seseorang bersiap untuk tidur. Pada fase ini, tubuh menjadi lebih rileks dan detak jantung serta napas melambat.
Selanjutnya adalah tahap NREM, yaitu fase tidur paling dalam di mana seseorang mulai bermimpi. Ketika sedang bermimpi, saraf parasimpatis akan memerintahkan otot berhenti berkontraksi. Inilah yang membuat tubuh tidak dapat bergerak saat tiba-tiba terbangun.
Sleep paralysis adalah fenomena yang dapat terjadi pada semua orang, di mana beberapa penyebabnya antara lain:
- Waktu tidur yang tidak cukup.
- Stres berat.
- Gangguan mental, seperti depresi, bipolar, atau anxiety disorder.
- Konsumsi obat-obatan tertentu.
- Kebiasaan merokok.
- Perubahan pola tidur atau tidur di tempat yang tidak nyaman.
- Konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.
Gejala Sleep Paralysis
Tanda seseorang dikatakan mengalami sleep paralysis adalah tidak dapat berbicara dan menggerakkan tubuh saat sedang tertidur atau hendak bangun tidur. Gejala sleep paralysis dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit dan kerap dibarengi dengan halusinasi, seperti:
- Intruder Hallucination: Halusinasi adanya penyusup, seperti ada sesuatu yang masuk ke dalam kamar.
- Incubus hallucination: Halusinasi adanya penindih atau pencekik, seperti ada seseorang yang mencekik tubuh.
- Halusinasi vestibular motorik: Merasa tubuh seakan melayang.
Apa Bahaya Sleep Paralysis?
Sleep paralysis bukan sesuatu yang membahayakan. Sehingga Anda tidak perlu panik ketika mengalaminya. Sensasi panik justru akan membuat seseorang semakin merasa tertekan. Cara bangun dari sleep paralysis dapat dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara paksa. Kemudian, Anda juga bisa mencoba menggerakkan ujung jari tangan atau kaki agar dapat tersadar dan terlepas dari sleep paralysis.
Cara Mengatasi Sleep Paralysis
Sleep paralysis adalah kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis dan dapat membaik seiring waktu. Cara menghindari sleep paralysis dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, di antaranya:
1. Tidur Cukup
Tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur bisa memicu terjadinya sleep paralysis. Oleh karena itu, usahakan selalu mencukupi waktu tidur Anda selama 7-9 jam per hari. Hindari juga hal-hal berikut ini untuk membantu Anda memperoleh kualitas tidur yang baik
- Minum kopi menjelang tidur.
- Bermain ponsel saat menjelang tidur.
- Olahraga berat pada malam hari.
- Makan terlalu banyak sebelum tidur sehingga meningkatkan risiko asam lambung naik.
2. Terbiasa Tidur dan Bangun di Jam yang Sama
Cara efektif untuk mengatasi sleep paralysis adalah membiasakan diri tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, sekalipun Anda sedang libur. Kebiasaan ini akan mendukung jam biologis tubuh dan keseluruhan fungsi tubuh secara optimal.
3. Melakukan Perawatan Lanjutan
Meningkatkan kualitas tidur seharusnya sudah cukup membantu Anda dalam mengatasi sleep paralysis. Tetapi, tak jarang penderita membutuhkan perawatan lebih lanjut bersama dokter karena kondisinya tak kunjung membaik.
Sebagai informasi, berbagai penyebab sleep paralysis yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Artinya, masih ada sejumlah pemicu lain yang bisa menjadi penyebab sleep paralysis.
Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh penanganan yang tepat dan akurat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Brain Check Up Plus+ Package
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
34 Service/Item
Rp12.500.000
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







