Ibu dan Anak
Kenali Penyebab Speech Delay pada Anak dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Speech delay adalah keterlambatan kemampuan anak dalam menyampaikan sesuatu atau berbicara. Pada kondisi ini, anak tidak mampu menyampaikan isi pikirannya dengan baik, sehingga kata-katanya sulit dipahami.
Anak pengidap speech delay mampu mengucapkan kata-kata, hanya saja mengalami kesulitan dalam menghubungkannya. Kondisi ini sering kali diabaikan oleh orang tua karena dianggap sebagai hal biasa dan bisa hilang dengan sendirinya.
Faktanya, sebagian kasus speech delay membutuhkan terapi dan intervensi medis dalam mengatasinya. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasi speech delay selengkapnya.
Apa itu Speech Delay?
Speech delay adalah gangguan perkembangan yang menyebabkan anak terlambat berbicara. Anak pengidap speech delay mengalami keterlambatan dalam berbicara jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Speech delay terjadi ketika anak belum juga mencapai kemampuan berbahasa, walaupun dari segi usia seharusnya mereka sudah bisa berbicara. Pada kondisi ini, anak mungkin mengalami kesulitan memahami orang lain maupun mengekspresikan diri.
Beberapa parameter yang dapat dijadikan acuan untuk mengamati apakah anak mengalami speech delay adalah sebagai berikut:
-
Usia 2 tahun: Ketidakmampuan mengucapkan setidaknya 25 kata atau tidak mampu menyebutkan nama-nama benda dengan benar.
-
Usia 2,5 tahun: Ketidakmampuan menggunakan frasa dua kata atau kombinasi kata benda atau tidak mampu menyebutkan nama anggota badan dengan benar.
-
Usia 3 tahun: Tidak mampu menggunakan 200 kata, sulit memahami ucapannya, tidak mampu meminta sesuatu dengan nama, atau tidak mampu menyusun sebuah kalimat.
-
Usia di atas 3 tahun: Tidak dapat menirukan atau mengucapkan kata-kata yang sebelumnya sudah dipelajari atau tidak mampu menyebutkan nama lengkapnya dengan benar.
Penyebab Speech Delay
Penyebab speech delay belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang diduga dapat memengaruhi terjadinya speech delay pada anak. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Kondisi Medis di Kandungan atau Baru Lahir
Diketahui ada sejumlah kondisi medis pada bayi yang dapat menyebabkan speech delay, seperti:
-
BBLR (berat badan lahir rendah).
-
Kelahiran prematur.
-
Infeksi TORCH dalam kandungan yang dapat memicu masalah pendengaran pada bayi dan menyebabkan speech delay.
-
Tidak mendapatkan cukup oksigen saat lahir (asfiksia).
-
Hipotiroid kongenital yang tidak terdiagnosis lebih awal sehingga tidak mendapatkan pengobatan.
2. Memiliki Riwayat Kejang, Trauma Kepala, dan Radang Otak
Pernah mengalami kejang dalam jangka waktu yang lama, peradangan pada otak, dan trauma kepala yang terjadi pada bulan-bulan awal kehidupan juga bisa meningkatkan risiko terjadinya speech delay.
3. Masalah Pendengaran
Salah satu penyebab utama dari speech delay adalah adanya masalah pendengaran. Memiliki gangguan pendengaran membuat anak hanya bisa mendengar dengan volume tertentu. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh infeksi telinga atau bawaan lahir.
4. Gangguan Fungsi Oromotor dan Struktur Mulut
Speech delay adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh masalah pada area otak yang mengontrol gerakan dan koordinasi bibir, lidah, serta rahang untuk mengeluarkan suara. Kondisi ini juga kerap berdampak pada cara makan anak.
Selain itu, masalah struktur pada mulut, misalnya bibir sumbing, juga dapat menyebabkan gangguan pada gerakan lidah untuk memproduksi suara.
5. Autisme
Sebagian besar anak pengidap autisme dapat mengalami masalah perkembangan bahasa dan sosial. Akan tetapi, keterlambatan berbicara akibat autisme lebih sulit disadari karena terkadang anak tetap dapat merangkak, berdiri, dan duduk sesuai usia perkembangan normal.
6. Riwayat Keluarga
Speech delay adalah suatu kondisi yang juga bisa diturunkan dari keluarga. Apabila terdapat riwayat keluarga yang memiliki masalah berbahasa, seperti gagap, disleksia, atau terlambat bicara, risiko anak mengalami speech delay akan lebih besar.
7. Kurang Stimulasi
Kurang stimulasi artinya anak tidak diberikan pancingan untuk berbicara, sehingga kurang terbiasa mengucapkan kata-kata. Salah satu penyebab anak mengalami speech delay adalah kurangnya pengetahuan orang tua tentang parenting.
8. Terlalu Banyak Bermain Gadget
Menurut penelitian, anak yang memegang gadget untuk bermain games atau menonton video sebelum bisa berbicara dapat menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara dibandingkan anak yang tidak bermain gadget.
Tanda dan Gejala Speech Delay pada Anak
Normalnya, anak berusia 2 tahun sudah menguasai 50 kosakata dan menggabungkan 2 kata menjadi kalimat sederhana. Namun, terjadi pengecualian pada pengidap speech delay. Beberapa kondisi yang perlu dicurigai sebagai gejala speech delay adalah sebagai berikut:
-
Sulit merespons saat diajak berbicara.
-
Jarang meniru perkataan orang lain.
-
Kesulitan menyebutkan nama-nama benda di rumah.
-
Lebih sering menunjukkan gestur tubuh daripada berbicara saat meminta sesuatu.
-
Menghindari kontak mata dengan lawan bicara.
Cara Mengatasi Speech Delay
Penanganan secara medis bagi pengidap speech delay adalah melakukan terapi wicara. Terapi ini berfokus dalam membantu meningkatkan kemampuan berbicara, memahami bahasa, serta berkomunikasi dengan efektif.
Lebih lanjut, jika direkomendasikan oleh dokter, pengidap speech delay dapat menjalani terapi okupasi, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus yang dibutuhkan untuk berbicara. Adapun sejumlah kegiatan dalam terapi okupasi yang umum dilakukan pada pengidap speech delay, seperti:
-
Bermain permainan yang berfokus pada pengembangan bahasa.
-
Menyanyikan lagu.
-
Membacakan cerita dengan suara keras.
-
Bermain dengan alat musik mainan.
-
Menggambar dan mewarnai.
Selain itu, orang tua dapat melakukan beberapa upaya lain di rumah untuk menstimulasi kemampuan bicara anak, seperti:
-
Sering mengajak anak berbicara.
-
Menanggapi perkataannya.
-
Mengajukan pertanyaan kepada anak dan memintanya untuk memilih.
-
Membantu anak memahami nama benda.
-
Membacakan cerita untuk anak.
-
Membatasi penggunaan gadget pada anak.
Perlu diingat, informasi di atas hanya bersifat edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis, konsultasi, dan saran dari tenaga medis profesional. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penanganan speech delay pada anak secara tepat, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals terdekat.
Siloam Hospitals menyediakan layanan rehabilitasi medik untuk anak-anak dan dewasa, termasuk fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas, keterampilan sehari-hari, dan kemampuan komunikasi, guna membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Perlu diketahui, setiap tahapan pemeriksaan dan prosedur medis yang dilakukan terkait dengan kondisi pasien bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan merencanakan seluruh prosedur medis tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Agar lebih praktis, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Tak hanya itu, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Indah Retno Wardhani, SpKFR
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Thomas Sintong Pratama Purba SpKFR.,FIPM.,AIFO-K.,COMSK
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Andreas Wardono Santoso, SpKFR, M.Kes
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini






