Status Asmatikus - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Status Asmatikus - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

06 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Status asmatikus adalah

Asma adalah salah satu jenis gangguan sistem pernapasan kronis yang terjadi karena peradangan dan penyempitan saluran napas. Serangan asma bisa datang kapan saja, namun biasanya akan membaik ketika penderitanya menghirup inhaler. Namun, jika gejala semakin parah dan tak kunjung mereda, hal tersebut bisa menjadi tanda status asmatikus.

 

Sebagai informasi, status asmatikus adalah serangan asma parah yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung lama. Pada kondisi ini, gejala asma terus berlangsung hingga fungsi pernapasan menurun. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya status asmatikus? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Status Asmatikus?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, status asthmaticus atau status asmatikus adalah kondisi ketika serangan asma datang secara tiba-tiba dan bisa berlangsung dalam waktu yang lama selama beberapa menit bahkan berjam-jam. 

 

Pada kondisi status asmatikus, penderita bisa saja langsung mengalami bronkospasme (kondisi mengencang dan menegangnya otot-otot yang melapisi bronkus) yang parah, umumnya  ditandai dengan sesak napas, mengi, dan batuk.

 

Serangan asma tersebut tidak hanya bisa terjadi secara tiba-tiba, namun bisa juga secara perlahan. Serangan asma lambat terjadi akibat faktor risiko yang disebabkan oleh pasien, seperti tidak patuh terhadap obat asma, stres psikologis, atau pengobatan yang tidak memadai. Gejala biasanya akan berkembang dan semakin memburuk selama beberapa hari atau minggu (juga diselingi dengan hari-hari tanpa gejala).

 

Serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba sering kali berkaitan dengan paparan terhadap pemicu eksternal seperti alergen. Orang yang mengalami status asmatikus jenis ini tidak mengalami gejala yang memburuk dalam beberapa minggu sebelumnya, tetapi mengalami bronkospasme berat secara tiba-tiba. 

 

Sebenarnya, status asmatikus adalah istilah lain dari asma berat akut atau acute severe asthma. Hal ini mengacu pada serangan asma yang tidak membaik dengan bantuan nebulizer maupun inhaler (obat yang dihirup melalui mulut sehingga obat tersebut akan langsung terkirim ke saluran pernapasan dan bisa meredakan asma).

 

Penyebab Status Asmatikus

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab status asmatikus dan mengapa serangan asma tidak dapat merespons obat-obatan yang biasa digunakan. Namun, terdapat beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko terjadinya status asthmaticus, yaitu:

 

  • Paparan terhadap alergen.

  • Polusi udara.

  • Paparan terhadap bahan kimia dan zat iritani lainnya.

  • Stres berat.

  • Cuaca dingin.

  • Tidak mengontrol kondisi asmanya dengan baik, seperti tidak menggunakan obat asma secara benar dan teratur atau sering melewatkan rencana perawatan yang telah diresepkan oleh dokter.

  • Merokok.

  • Infeksi pernapasan.

 

Gejala Status Asmatikus

 

Gejala status asmatikus biasanya diawali dengan munculnya serangan asma seperti pada umumnya, yaitu napas pendek, mengi, dan batuk. Hanya saja, gejala tersebut tidak kunjung mereda bahkan semakin memburuk seiring dengan berlanjutnya serangan. Misalnya, batuk yang tak kunjung berhenti sehingga menyebabkan kekurangan oksigen. 

 

Adapun beberapa gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini adalah:

 

  • Sesak napas.

  • Kelelahan dan kelemahan.

  • Kesulitan berbicara atau tidak dapat berbicara dalam kalimat lengkap.

  • Nyeri otot perut, punggung, atau leher.

  • Merasa gelisah, panik, atau kebingungan.

  • Bibir atau kulit berwarna biru.

  • Berkeringat banyak (hiperhidrosis).

  • Kehilangan kesadaran.

 

Diagnosis Status Asmatikus

 

Dalam menegakkan diagnosis status asmatikus, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala, riwayat kesehatan, serta perawatan yang pernah dijalani pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang sistem pernapasan pasien yang meliputi:

 

  • Melihat adakah kondisi sesak napas saat istirahat dan kemampuan bernapas saat berbaring datar.

  • Melihat kemampuan pasien untuk berbicara dalam kalimat.

  • Mengukur laju pernapasan pasien dalam satu menit. 

  • Mengukur denyut nadi pasien dalam satu menit. 

  • Memeriksa kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah. 

 

Di samping itu, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan X-ray atau rontgen dada untuk mencari tahu ada atau tidaknya pneumonia maupun infeksi paru-paru lainnya. Dokter juga bisa menggunakan elektrokardiogram untuk mendeteksi masalah pada jantung.

 

Pengobatan Status Asmatikus

 

Status asthmaticus termasuk dalam kondisi darurat medis karena tidak dapat merespons pengobatan asma standar, seperti nebulizer. Oleh karenanya, penderita asma yang dicurigai mengalami status asthmaticus perlu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

 

Ketika di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan terapi oksigen melalui masker, nebulizer dalam dosis yang lebih tinggi, serta epinefrin dan kortikosteroid untuk menghentikan serangan. Selain itu, dokter juga dapat memberikan suntikan terbutalin dan magnesium sulfat agar otot-otot di sekitar saluran napas menjadi lebih rileks.

 

Apabila pemberian obat-obatan tidak cukup efektif untuk menghentikan serangan asma dan fungsi pernapasan sudah sangat menurun, pasien memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Saat di ruang ICU, dokter mungkin akan memasang selang pernapasan ke dalam hidung atau mulut agar pasien bisa bernapas dengan baik.

 

Pencegahan Status Asmatikus

 

Serangan asma adalah kondisi yang bisa terjadi kapan saja pada penderita asma dan tidak ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Meski begitu, ada beberapa upaya yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko serangan asma, di antaranya:

 

  • Mengonsumsi obat asma sesuai anjuran dari dokter tanpa melewatkannya.

  • Menggunakan peak flow meter beberapa kali sehari untuk mengetahui kondisi paru-paru. Jika kinerja paru-paru mulai menurun, lakukan perawatan sesuai dengan rencana tindakan dari dokter meski tidak merasakan gejala apa pun.

  • Melakukan pemeriksaan paru-paru secara rutin ke dokter untuk memastikan bahwa pengobatan berjalan dengan baik.

 

Itulah penjelasan mengenai status asmatikus yang penting untuk dipahami. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat.

 

Anda juga dapat melakukan pemeriksaan paru-paru menggunakan paket Skrining Kesehatan Paru yang tersedia di Siloam Hospitals. Paket ini sudah meliputi tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri. Paket Skrining Kesehatan Paru bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan yang terkait dengan paru-paru.

 

Anda bisa memesan paket Skrining Kesehatan Paru melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-oka-wijaya-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Oka Wijaya, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magdalena-sirait-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magdalena Sirait, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-victor-nugroho-wijaya-spp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Victor Nugroho Wijaya, SpP, F. Pulmonologi Intervensional Lanjut

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail