Typhus Fever - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Typhus Fever - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

28 Oktober 2025 6 menit waktu baca
Typhus fever

Typhus fever adalah kondisi medis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Orientia tsutsugamushi atau Rickettsia. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa sakit kepala, demam, dan ruam merah pada kulit.

 

Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan typhus fever selengkapnya melalui pembahasan berikut ini.

 

Apa itu Typhus Fever?

 

Typhus fever adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri Rickettsia atau Orientia. Penyakit ini dapat menular melalui gigitan tungau ataupun kutu yang terinfeksi oleh bakteria.

 

Typhus fever sering kali menimbulkan ruam merah pada kulit yang terasa gatal. Namun, disarankan untuk tidak menggaruk area kulit yang gatal tersebut karena berisiko menimbulkan luka terbuka atau lecet yang dapat menjadi akses bagi bakteri Rickettsia atau Orientia untuk masuk ke dalam aliran darah. Saat memasuki aliran darah, bakteri tersebut akan terus bereproduksi sehingga berisiko memperburuk kondisi penderitanya. 

 

Namun, pada kasus scrub typhus, penderita masih bisa terinfeksi bakteri melalui gigitan tungau walau penderita tidak menggaruk area gigitan. 

 

Perlu dipahami bahwa walaupun terdengar serupa, typhus fever adalah penyakit yang berbeda dengan demam tifoid (typhoid fever). Typhus fever adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Orientia atau Rickettsia, di mana penyebarannya terjadi melalui gigitan kutu atau tungau. Sementara itu, typhoid fever merupakan masalah kesehatan yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi dan kerap ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri.

 

Jenis-Jenis Typhus Fever

 

Terdapat tiga jenis typhus fever yang umum terjadi, yaitu epidemic typhus, endemic (murine) typhus, dan scrub typhus. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Epidemic Typhus (Louse-Borne Typhus)

 

Epidemic typhus (louse-borne typhus, camp fever, atau jail fever) merupakan jenis typhus fever yang lebih sering terjadi di kawasan Amerika Selatan, Amerika Tengah, Afrika, dan China Utara. Jenis typhus fever ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii yang dibawa oleh kutu tubuh. Jenis typhus fever ini biasanya terjadi di daerah yang padat penduduk dengan sanitasi yang buruk.

 

Perlu diketahui bahwa seseorang yang pernah terjangkit epidemic typhus tetap berisiko terinfeksi kembali atau dikenal dengan penyakit Brill-Zinsser. Namun, gejalanya cenderung lebih ringan bila dibandingkan dengan gejala dari infeksi saat pertama kali. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh menurunnya daya tahan tubuh yang dapat dipicu faktor penuaan ataupun kondisi medis tertentu.

 

2. Endemic Typhus (Murine Typhus)

 

Endemic typhus, murine typhus, ras typhus, atau flea-borne typhus adalah salah satu jenis typhus fever yang banyak terjadi di kawasan Amerika Serikat. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi yang dibawa oleh kutu kucing atau kutu tikus. Berbeda dengan epidemic typhus, endemic typhus cenderung jarang menimbulkan infeksi berulang.

 

3. Scrub Typhus

 

Jenis typhus fever ini juga dikenal dengan sebutan chigger typhus, mite-borne typhus, tropical typhus, Japanese flood (river) fever, rural fever, demam Kedani, atau penyakit Orientia tsutsugamushi. Penyebab utama scrub typhus adalah infeksi bakteri Orientia tsutsugamushi yang dibawa oleh tungau dalam tahap larva. Scrub typhus tergolong sebagai jenis typhus fever yang berbahaya karena berisiko menyebabkan gagal organ jika tidak segera ditangani dengan tepat.

 

Scrub typhus biasanya ditemukan di negara-negara Asia Pasifik, seperti Cina, Korea, Thailand, dan Indonesia.

 

Penyebab Typhus Fever

 

Seperti yang telah dijelaskan, penyebab utama typhus fever adalah infeksi bakteri Rickettsia typhi, Rickettsia prowazekii, atau Orientia tsutsugamushi. Bakteri tersebut biasanya menyebar melalui gigitan ataupun kontaminasi kotoran tungau dan kutu. Perlu diketahui bahwa penyakit ini tidak dapat menular dari orang ke orang lain seperti flu atau batuk.

 

Typhus fever adalah penyakit yang kerap menjadi wabah di negara-negara berkembang atau daerah yang padat penduduk dan memiliki sanitasi buruk. Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya typhus fever adalah sebagai berikut:

  • Digigit oleh tungau atau kutu yang berasal dari tikus, kucing, atau tupai.

  • Pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang berstatus typhus endemic.

  • Berada di lingkungan zona bencana atau hidup di tempat penampungan tunawisma yang kumuh sehingga memungkinkan kontak erat antara hewan pengerat dan manusia.

  • Bekerja di lahan perkebunan atau pertanian.

  • Lokasi tempat tinggal yang dekat dengan danau.

  • Memelihara hewan ternak, seperti sapi, kambing, atau unggas.

  • Bersentuhan dengan kulit, rambut, atau pakaian yang terdapat kutu.

 

Gejala Typhus Fever

 

Gejala typhus fever cenderung beragam sesuai dengan jenis dan tingkat keparahannya. Adapun penjelasan lengkap mengenai gejala dari masing-masing jenis typhus fever adalah sebagai berikut:

 

1. Gejala Epidemic Typhus

 

Gejala dari epidemic typhus biasanya muncul sekitar 7–14 hari setelah seseorang tergigit kutu atau tungau yang terinfeksi bakteri. Pada penderita epidemic typhus yang berusia di atas 40 tahun, kondisi ini sering kali menimbulkan gejala yang bisa berakibat fatal. Adapun sejumlah gejala umum dari epidemic typhus adalah:

  • Demam yang berlangsung sampai dengan 2 minggu.

  • Nyeri otot.

  • Mudah lelah.

  • Sakit kepala berat.

  • Kebingungan. 

  • Nyeri sendi.

  • Terdapat ruam merah di seluruh bagian tubuh dan bagian bawah kaki.

  • Tekanan darah rendah.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Sakit perut.

  • Muntah.

 

2. Gejala Endemic Typhus

 

Serupa dengan epidemic typhus, gejala dari endemic typhus juga sering kali muncul pada 1–2 minggu setelah terinfeksi. Berikut adalah sejumlah gejala umum dari endemic typhus.

  • Demam.

  • Nyeri sendi.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Mual dan muntah.

  • Diare.

  • Sakit perut.

  • Batuk kering.

  • Ruam merah.

 

3. Gejala Scrub Typhus

 

Umumnya, gejala scrub typhus muncul kurang lebih 10 hari setelah terinfeksi oleh bakteri Orientia tsutsugamushi. Gejala yang muncul meliputi:

  • Sakit kepala hebat.

  • Demam dan menggigil pada 1–2 minggu pertama.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri otot.

  • Terdapat bintik hitam pada kulit yang tergigit oleh kutu.

  • Ruam merah.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Terlihat kebingungan atau linglung.

 

Komplikasi Typhus Fever

 

Typhus fever yang tidak ditangani dengan tepat dan segera dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah komplikasi, seperti:

  • Gangguan pendengaran.

  • Kejang.

  • Pneumonia.

  • Perdarahan pada saluran pencernaan.

  • Peradangan otak atau sumsum tulang belakang.

  • Pembengkakan pada limpa.

  • Syok septik.

  • Kerusakan pada organ vital, seperti hati, ginjal, atau paru-paru.

  • Kematian.

 

Diagnosis Typhus Fever

 

Sebelum menegakkan diagnosis typhus fever, dokter dapat melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat perjalanan penyakit serta riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda dari typhus fever yang muncul pada tubuh pasien.

 

Typhus fever kerap menimbulkan gejala yang serupa dengan demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan brucellosis. Maka dari itu, untuk mengonfirmasi diagnosis typhus fever, terdapat sejumlah pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan, yaitu:

  • Biopsi kulit.

  • Pemeriksaan serologis IgM dan IgG R. rickettsiae.

  • Pemeriksaan molekuler PCR.

  • Pemeriksaan cairan serebrospinal (cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang).

  • Pemeriksaan kadar elektrolit. 

  • Imunofluoresensi untuk memeriksa antigen typhus fever yang terdapat di dalam darah pasien.

 

Cara Mengobati Typhus Fever

 

Utamanya, pengobatan typhus fever dilakukan dengan meresepkan obat antibiotik untuk menangani infeksi bakteri. Adapun beberapa jenis obat antibiotik yang kerap digunakan untuk menangani typhus fever adalah:

  • Tetracycline.

  • Azithromycin.

  • Chloramphenicol.

  • Ciprofloxacin.

  • Doxycycline.

 

Selain itu, dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan menjaga kebersihan diri sebagai upaya mempercepat proses pemulihan.

 

Cara Mencegah Typhus Fever

 

Pada dasarnya, typhus fever dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya typhus fever adalah sebagai berikut:

  • Membasmi tikus di lingkungan rumah.

  • Menjaga kebersihan hewan peliharaan sebaik mungkin.

  • Menggunakan obat pembasmi kutu untuk membersihkan halaman rumah.

  • Menjaga kebersihan diri dengan mengganti pakaian dan mandi secara rutin.

  • Menggunakan pakaian yang tertutup saat beraktivitas di luar rumah.

  • Memakai sarung tangan dan masker saat menangani hewan yang mati.

  • Tidak menumpuk sisa makanan atau sampah lainnya di halaman rumah yang dapat menarik datangnya hewan-hewan pembawa infeksi typhus fever.

 

Typhus fever adalah kondisi medis yang perlu segera ditangani dengan tepat untuk menghindari risiko komplikasi. Apabila Anda ataupun kerabat dekat mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari dokter kami.


Gunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan Anda dalam mencari informasi jadwal, booking, dan buat janji temu dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk mengakses semua layanan kesehatan Siloam Hospitals dengan mudah dan cepat. Unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail