Gejala Asam Lambung Naik saat Puasa & Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Gejala Asam Lambung Naik saat Puasa & Cara Mengatasinya

22 Mei 2025 6 menit waktu baca
asam lambung naik saat puasa

Asam lambung naik saat puasa merupakan salah satu masalah yang umum terjadi, terutama bagi penderita GERD. Hal tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala yang memicu rasa tidak nyaman selama berpuasa, seperti mual dan rasa nyeri di bagian perut atau sensasi terbakar di bagian dada. 

 

Agar dapat menjalankan puasa Ramadan dengan nyaman sampai akhir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah kenaikan asam lambung. Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Penyebab Asam Lambung Naik saat Puasa

 

Puasa adalah keadaan di mana seseorang tidak makan maupun minum, mulai dari berakhirnya sahur hingga waktu berbuka, yang mana hal ini dapat berlangsung hingga belasan jam. Akibatnya, selama periode tersebut, perut menjadi kosong. Hal inilah yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung saat puasa.

 

Asam lambung naik adalah kondisi yang terjadi ketika asam lambung naik dari lambung ke esofagus (kerongkongan). Salah satu fungsi makanan adalah untuk menetralisir tingkat keasaman (pH) dalam perut karena produksi asam lambung. Perut yang tidak terisi, pola makan tidak teratur, atau bahkan makan terlalu kenyang dapat menyebabkan asam lambung semakin naik hingga mencapai esofagus atau kerongkongan.

 

Gejala Asam Lambung Naik saat Puasa

 

Kondisi ketika asam lambung naik saat berpuasa dapat menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman sepanjang hari. Akibatnya, puasa pun menjadi terganggu. Saat asam lambung naik, beberapa gejala yang biasanya ditimbulkan adalah sebagai berikut.

 

1. Rasa Nyeri atau Terbakar pada Dada (Heartburn)

 

Heartburn merupakan gejala utama asam lambung naik. Timbulnya gejala ini disebabkan oleh naiknya asam lambung hingga ke dinding kerongkongan (esofagus) sehingga menimbulkan rasa panas seperti terbakar di dada (heartburn) yang bisa terasa ringan hingga berat.

 

Kondisi ini sering dirasakan di dada bagian tengah, belakang tulang dada, dan dada bagian bawah. Rasa terbakar juga bisa menjalar naik dari tulang dada hingga ke kerongkongan. Biasanya, heartburn dapat bertahan selama beberapa menit hingga jam.

 

2. Mual dan Muntah

 

Gejala asam lambung naik saat puasa berikutnya adalah mual, terkadang disertai muntah bila sudah parah. Naiknya asam lambung ke kerongkongan juga lambat laun dapat merusak lapisan pelindung kerongkongan karena sering terkikis oleh asam lambung. Saat merasakan mual, sebaiknya hindari menggunakan pakaian yang ketat agar tidak menekan perut. 

 

3. Perut Kembung

 

Selain heartburn dan mual, naiknya asam lambung juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami perut kembung. Perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di dalam perut sehingga timbul rasa tidak nyaman di area tersebut. Gejala ini biasanya disertai rasa begah dan sering bersendawa.

 

4. Sering Bersendawa

 

Asam lambung naik saat puasa juga dapat menyebabkan seseorang sering bersendawa dengan bau yang cenderung kurang sedap. Hal tersebut dipicu oleh adanya gas yang terperangkap di perut, lalu mencoba keluar melalui mulut. Selain sering bersendawa, naiknya asam lambung juga bisa menyebabkan sering buang air kecil. Hal ini dikarenakan produksi asam lambung yang berlebihan dapat menekan kandung kemih.

 

5. Regurgitasi

 

Regurgitasi adalah kondisi ketika isi makanan di lambung kembali naik ke kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan rasa yang aneh di mulut, seperti rasa asam atau pahit. Rasa asam ini muncul karena makanan sudah bercampur dengan asam lambung.

 

Cara Mengatasi Asam Lambung Naik saat Puasa

 

Penyakit asam lambung dapat diatasi dengan mengonsumsi obat dari dokter dan mengubah pola makan. Namun, karena selama berpuasa tidak diperbolehkan makan maupun minum, berikut ini adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala asam lambung naik saat puasa.

 

A. Menghindari Minuman Berkafein dan Asam

 

Saat berbuka puasa, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman berkafein atau asam untuk mencegah penyakit asam lambung kambuh. Pilihlah minuman yang ringan dan mudah dicerna, seperti air putih dan jus buah. Pasalnya, minuman berkafein dan asam dapat meningkatkan produksi asam lambung secara berlebihan, sehingga bisa memperburuk gejala.

 

Contoh minuman yang berkafein adalah kopi, teh, gula, coklat, dan minuman asam seperti jeruk, jeruk bali, mint, dan minuman berenergi. Hindari juga merokok saat berbuka puasa.

 

B. Buka Puasa Tepat Waktu

 

Agar gejala penyakit asam lambung tidak semakin memburuk, usahakan untuk berbuka tepat waktu. Ketika sudah memasuki waktu berbuka, segera makan agar perut terisi dan tidak dibiarkan kosong terlalu lama. Perhatikan juga menu buka puasa yang dikonsumsi, hindari makanan berlemak, pedas, dan berminyak. Selain itu, mengonsumsi diet rendah karbohidrat juga dapat membantu.

 

C. Makan dengan Porsi Kecil tapi Sering

 

Saat berbuka puasa, sebaiknya mulai dengan porsi kecil terlebih dahulu. Makan dalam porsi kecil namun sering dapat membantu mengurangi tekanan di lambung, serta mencegah naiknya asam lambung. Jadi, usahakan untuk tidak langsung makan dalam jumlah besar saat berbuka agar gejala tidak semakin memburuk. Namun, pastikan waktu makan terakhir tidak dekat dengan waktu tidur. Sebaiknya, hindari makan pada 1–2 jam sebelum tidur.

 

D. Tidak Berbaring Setelah Makan

 

Berbaring atau tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik. Tidur atau berbaring baru boleh dilakukan dalam waktu 2–3 jam setelah makan. Sebelum itu, Anda bisa duduk tegak atau setengah duduk dengan bantal tinggi agar lebih nyaman. 

 

E. Istirahat yang Cukup

 

Agar asam lambung tidak naik saat puasa atau gejalanya tidak semakin memburuk, usahakan untuk istirahat yang cukup dan menghindari stres. Pikiran yang tenang dapat membantu mengontrol asam lambung supaya tidak naik. Selain itu, atur waktu tidur sebaik mungkin agar kualitas tidur tetap terjaga.

 

Posisi tidur yang disarankan untuk penderita asam lambung adalah tidur menghadap kiri. Menurut penelitian, tidur menghadap kiri dapat menurunkan kemungkinan asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan) hingga 71% karena pada posisi ini asam lambung lebih sulit mencapai sfingter (otot pembuka dan penutup) esofagus.

 

Selain posisi tidur menghadap kiri, tidur dengan posisi bantal tinggi atau setengah duduk juga disarankan untuk mencegah asam lambung naik.

 

F. Pertahankan Berat Badan Ideal

 

Ketika seseorang memiliki berat badan berlebih dan lemak yang menumpuk di perut, tekanan di perut (tekanan intraabdomen) dapat menjadi tinggi serta menurunkan fungsi esofagus dan otot sfingter esofagus bawah (lower esophageal sphincter). Hal ini dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung dan GERD (penyakit asam lambung).

 

Cara Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

 

Agar puasa Ramadan berjalan dengan lancar, ada baiknya untuk mencegah asam lambung naik saat puasa. Upaya ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan yang tepat saat berbuka dan sahur, serta menghindari makanan yang dapat merangsang naiknya asam lambung ketika berpuasa. Berikut uraian selengkapnya:

 

  • Mengurangi atau menghindari makanan pedas, asam, berlemak, dan berminyak.

  • Menghindari makan dengan porsi yang berlebihan saat buka puasa.

  • Mengonsumsi air gula saat berbuka puasa dan sahur. Larutan air gula diketahui dapat membantu mengurangi risiko gastroenteritis. Namun, jangan dikonsumsi terlalu berlebihan.

  • Menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan ideal.

  • Tidak tiduran setelah makan.

 

Gejala asam lambung naik saat puasa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, apalagi jika terjadi berlarut-larut. Karenanya, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan penanganan serta rekomendasi tepat terkait gaya hidup atau asupan makanan dan minuman yang perlu disesuaikan selama menjalani puasa.


Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja dan memasak, Anda bisa memanfaatkan paket Catering Sehat yang disediakan oleh Siloam Hospitals. Paket Catering Sehat dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan sistem pencernaan Anda berdasarkan saran atau rekomendasi ahli gizi kami.

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail