Asma Bronkial: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Asma Bronkial: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

21 November 2025 4 menit waktu baca
Asma bronkial adalah

Asma bronkial adalah salah satu gangguan pernapasan yang paling umum terjadi. Penyakit ini ditandai dengan suatu kondisi di mana saluran napas mengalami penyempitan dan pembengkakan, serta menghasilkan lendir secara berlebihan. 

 

Kondisi ini dapat membuat penderitanya sulit bernapas, dan sering kali disertai batuk, napas pendek, serta napas berbunyi seperti siulan (mengi). Gejala bisa muncul hampir setiap hari, namun bisa juga kambuh pada waktu-waktu tertentu, seperti saat penderitanya sedang merasa kelelahan atau terserang flu/pilek.

 

Namun, karakteristik asma bronkial bisa berbeda-beda pada setiap orang. Oleh karena itu, mengenali gejala, tanda-tanda, dan faktor pemicu asma bronkial sejak dini sangat penting untuk ditangani secara cepat dan tepat. Mari pahami lebih lanjut tentang asma bronkial di bawah ini.

 

Apa itu Asma Bronkial?

 

Asma adalah suatu penyakit berupa inflamasi atau peradangan kronis yang memengaruhi fungsi pernapasan. Asma bronkial terjadi karena adanya hiperaktivitas bronkus akibat peradangan kronis pada saluran pernapasan, sehingga penderita mengalami gejala episodik, seperti sesak napas, mengi, rasa berat di dada, dan batuk (terutama di malam hari).

 

Pada dasarnya, penyakit asma tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya bisa dikontrol melalui obat-obatan sehingga penderita bisa menjalani aktivitasnya dengan normal. Selain itu, gejala episodik asma juga bisa berubah-ubah seiring waktu.

 

Penyebab Asma Bronkial

 

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab asma bronkial. Namun, kombinasi faktor lingkungan dan genetik diketahui berhubungan dengan penyakit ini. Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya asma bronkial adalah sebagai berikut:

 

  • Polusi udara, seperti asap industri maupun asap dari kendaraan. 

  • Perubahan cuaca atau suhu yang terjadi secara ekstrem.

  • Paparan zat atau partikel asing, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, pasir, dan lain-lain.

  • Stres dan kecemasan yang berlebihan. 

  • Asap rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif.

  • Parfum atau wewangian. 

  • Refluks asam lambung (GERD).

  • Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek/flu dan pneumonia.

  • Bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, misalnya bahan penyedap, pewarna, dan pengawet.

  • Obat-obatan, seperti aspirin, beta blocker, ibuprofen, dan sejenisnya. 

 

Kondisi lain yang dapat memicu terjadinya asma bronkial adalah:

 

  • Asma yang dipicu oleh pekerjaan tertentu.

  • Asma yang dipicu ketika sedang melakukan aktivitas fisik tertentu.

  • Asma yang dipicu oleh alergi.

  • Asma nokturnal (asma yang kambuh di malam hari).

 

Gejala Asma Bronkial

 

Gejala asma dapat berbeda-beda, namun sejumlah gejala yang umumnya menandakan penyakit asma bronkial adalah sebagai berikut:

 

 

Pada sebagian besar kasus, serangan asma bronkial dapat dikendalikan apabila ditangani secara cepat dan tepat. Namun, serangan asma bronkial yang berat berpotensi mengancam nyawa penderitanya.

 

Oleh karenanya, penderita asma bronkial disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala awal yang mengarah pada kondisi ini. Pasalnya, gejala awal bisa saja menjadi peringatan dini untuk segera pergi berobat agar dapat mengantisipasi serangan asma berikutnya dan mencegah perburukan kondisi.

 

Diagnosis Asma Bronkial

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, riwayat alergi, serta riwayat obat-obatan yang digunakan. Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik.

 

Biasanya, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani beberapa tes  fungsi paru-paru dan sistem pernapasan secara keseluruhan. Adapun beberapa jenis pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis asma bronkial adalah sebagai berikut:

 

  • Spirometri: Tes untuk menilai fungsi paru-paru. Hasil tes ini akan memperlihatkan seberapa banyak udara yang bisa dihirup dan dikeluarkan dari paru-paru pasien setiap kali bernapas, serta menilai kelancaran aliran udara pada sistem pernapasan.

  • PEF (peak expiratory flow): Tes ini dilakukan untuk mengukur seberapa cepat udara keluar dari paru-paru setelah terhirup penuh. Pemeriksaan ini juga bisa membantu dokter melihat sejauh mana peradangan saluran napas terjadi, sehingga bisa menentukan pengobatan yang tepat.

  • FeNo (fractional exhaled nitric oxide): Tes ini bertujuan untuk melihat tingkat oksida nitrat di dalam napas pasien. Kadar oksida nitrat yang tinggi umumnya menandakan adanya peradangan saluran napas.

  • Rontgen dada: Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk melihat gambaran kondisi paru-paru dan saluran pernapasan lain.

 

Pengobatan Asma Bronkial

 

Penderita asma bronkial disarankan untuk rutin menggunakan obat pengontrol asma, serta menghindari sejumlah faktor pemicu asma agar dapat meminimalisir terjadinya serangan asma. Jenis obat pengontrol asma yang biasa diresepkan oleh dokter untuk penderita asma bronkial adalah:

 

1. Obat Pengontrol Asma Jangka Pendek

 

Obat pengontrol asma jangka pendek digunakan untuk meredakan serangan asma akut yang muncul atau kambuh secara tiba-tiba. Obat pengontrol asma jangka pendek yang banyak digunakan adalah salbutamol.

 

2. Obat Pengontrol Asma Jangka Panjang

 

Sementara itu, obat pengontrol asma jangka panjang biasanya diberikan kepada pasien dengan penyakit asma kronis atau asma persisten berat. Tujuan pengobatan ini adalah untuk mengontrol keparahan gejala dan mencegah risiko kekambuhan serangan asma.

 

Selain itu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan tidak merokok, menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan debu dan asap, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dan tubuh secara keseluruhan.  

 

Itulah penjelasan mengenai penyakit asma bronkial yang perlu Anda ketahui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi asma. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

 

Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail