Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik, Ini Keunggulannya!
Kesehatan Tubuh

Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik, Ini Keunggulannya!

28 Januari 2026 4 menit waktu baca
bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik

Perkembangan teknologi medis berperan penting dalam meningkatkan kualitas penanganan berbagai gangguan sistem saraf. Salah satu inovasi medis terkini di bidang bedah saraf adalah bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik.

 

Bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik mengintegrasikan teknologi pencitraan medis dan sistem robotik untuk menangani gangguan sistem saraf. Ketahui lebih lanjut keunggulannya, indikasi, prosedur, dan risikonya.

 

Apa Itu Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik?

 

Bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik adalah prosedur operasi sistem saraf yang memadukan pencitraan medis dan sistem robotik. Artinya, tindakan ini dioperasikan melalui sistem robotik dengan panduan gambar secara berkala sebelum dan atau saat operasi yang dihasilkan oleh CT, MRI, atau fluoroskopi agar navigasi selama prosedur lebih terarah.

 

Perlu diketahui bahwa teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter bedah saraf dalam operasi. Kendali tetap dipegang oleh dokter, sistem robotik hanya membantu menyelaraskan dan menstabilkan lengan yang digunakan selama prosedur serta membantu memastikan bahwa tindakan bedah berjalan sesuai rencana.

 

Berbagai kondisi yang dapat ditangani dengan bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik meliputi tumor otak, epilepsi, beberapa gangguan saraf fungsional, dan kelainan tulang belakang. 

 

Keunggulan Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik

 

Secara umum, navigation-guided and robotic-assisted neurosurgery menawarkan beberapa keunggulan, antara lain:

 

  • Tingkat akurasi tinggi. Menurut studi pada 37 pasien di jurnal Brain and Spine (2023), sekrup pedikel (sejenis implan) yang dipasang pada operasi tulang belakang tertentu dengan bantuan navigasi dan sistem robotik pada posisi yang ideal mencapai 95,88%.

  • Risiko komplikasi rendah. Studi di jurnal Acta Neurochirurgica (2025) tidak menemukan adanya komplikasi pada 8 prosedur stereoencephalography (sEEG), menunjukkan angka komplikasi yang rendah pada jumlah kasus terbatas.

  • Stabilitas optimal selama prosedur. Dengan bantuan navigasi, lengan robotik menjaga agar tindakan dokter tetap tepat sasaran sepanjang prosedur.

  • Mendukung berbagai kebutuhan klinis. Bisa digunakan untuk prosedur operasi tulang belakang, biopsi otak, dan sEEG untuk epilepsi. 

  • Durasi rawat inap lebih singkat. Jurnal Neurospine (2024) menyebutkan bahwa teknik operasi ini dapat mendukung pemulihan yang lebih cepat karena hasilnya yang lebih optimal dan bekas luka yang minimal. 

 

Siapa yang Membutuhkan Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik?

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bantuan navigasi dan robotik bisa diaplikasikan pada berbagai prosedur bedah saraf. Namun, secara spesifik, dokter mungkin akan menyarankan pasien dengan kondisi berikut untuk menjalani prosedur ini:

 

  • Pasien yang membutuhkan prosedur dengan tingkat presisi tinggi. 

  • Pasien dengan struktur anatomi kompleks atau berisiko tinggi.

  • Pasien yang memerlukan bedah minimal invasif.

  • Pasien anak-anak (kasus tertentu).

 

Persiapan Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik

 

Sebelum prosedur, dokter akan menanyakan pasien terkait gejala dan riwayat medis. Beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, pemeriksaan saraf, dan tes darah, juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi pasien lebih lanjut. 

 

Selain itu, pasien akan menjalani pencitraan MRI atau CT scan beresolusi tinggi yang digunakan untuk memetakan jalur pembedahan secara presisi. Tergantung jenis prosedur yang akan dilaksanakan, dokter mungkin akan meminta pasien melakukan beberapa persiapan khusus, seperti berpuasa, menyesuaikan konsumsi obat, dan lainnya. 

 

Prosedur Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik

 

Langkah prosedur bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik umumnya meliputi:

 

  • Dokter akan melakukan perencanaan praoperasi dengan hasil MRI atau CT scan untuk memetakan area yang akan ditangani.

  • Saat seluruh persiapan telah dilakukan, sistem navigasi akan mencocokkan hasil MRI atau CT dengan posisi tubuh pasien secara langsung.

  • Dikendalikan oleh dokter, lengan robot akan diarahkan ke jalur tindakan yang sudah ditentukan dengan stabil dan presisi.

  • Dokter kemudian melakukan tindakan bedah dengan bantuan panduan navigasi dan stabilitas dari sistem robotik.

  • Pada beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan menggunakan pencitraan untuk memastikan bahwa tindakan telah dilakukan sesuai rencana dan hasilnya optimal.



Risiko Komplikasi Bedah Saraf Berbantuan Navigasi dan Robotik

 

Dibandingkan dengan prosedur konvensional tertentu, prosedur ini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa risiko komplikasi masih bisa terjadi, di antaranya:

 

  • Infeksi luka operasi.

  • Perdarahan di lokasi bedah.

  • Reaksi terhadap anestesia.

  • Kerusakan jaringan otak atau saraf.

  • Gangguan fungsi motorik atau sensorik.

 

Itulah informasi mengenai bedah saraf berbantuan navigasi dan robotik. Perlu diketahui bahwa prosedur ini hanya direkomendasikan oleh dokter apabila pasien telah memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karenanya, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan mengevaluasi kondisi pasien.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan sistem saraf, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Saraf di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan jenis pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Brainlab. Robotic Suite: Overview of Platform Products. Diakses pada 2025 | Brainlab. cirq® Robotic Alignment for Image-Guided Surgery (FSN). Diakses pada 2025 | Johns Hopkins Medicine. Preparing for a Brain Tumor Procedure. Diakses pada 2025 | Journal of Neurosurgical Oncology (ONS Online). Robotic-Assisted Navigation for Stereotactic Neurosurgical Procedures. Diakses pada 2025 | PubMed. Clinical Outcomes of Robotic-Assisted Neurosurgical Navigation Systems. Diakses pada 2025 | PubMed. Advances in Robotic Navigation for Stereotactic Brain Surgery. Diakses pada 2025 | ScienceDirect. Robotic Navigation Systems in Modern Neurosurgery: Technical Advances and Clinical Applications. Diakses pada 2025 | SpringerLink. Robotic-Assisted Neuronavigation: Current Applications and Future Perspectives. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail