Cara Kerja Terapi Stem Cell pada Tulang yang Perlu Diketahui
Kesehatan Tubuh

Cara Kerja Terapi Stem Cell pada Tulang yang Perlu Diketahui

24 April 2025 6 menit waktu baca
Cara kerja stem cell

 

Stem cell adalah sel khusus yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang di dalam tubuh, seperti sel tulang, otot, atau saraf. Dengan kemampuan meregenerasi jaringan dan memperbaiki kerusakan sel, terapi ini memberikan harapan baru bagi pasien yang gangguan pada tulang seperti osteoporosis, patah tulang, dan osteoartritis. Lantas, bagaimana cara kerja stem cell dalam memperbaiki tulang? Simak penjelasannya berikut.

 

Bagaimana Cara Kerja Stem Cell pada Tulang?

 

Stem cell adalah sel khusus yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel lain dalam tubuh, salah satunya pada tulang. Kemampuan ini membuat stem cell menjadi komponen penting dalam proses penyembuhan dan regenerasi jaringan yang rusak. 

 

Terapi stem cell untuk tulang umumnya menggunakan mesenchymal stem cells (MSC), yang dapat diperoleh dari sumber allogenik, seperti dari tali pusat (umbilical cord MSC). Stem cell ini memiliki kemampuan untuk merangsang regenerasi jaringan dan mengurangi peradangan pada tulang dan sendi. 

 

Fungsi stem cell pada tulang membentuk jaringan baru dan memperbaiki jaringan yang rusak. Ketika diterapkan pada tulang yang mengalami cedera atau penyakit, stem cell bekerja melalui mekanisme berikut:

 

a. Berdiferensiasi Menjadi Sel Tulang Baru

 

Stem cell memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel osteoblas, yaitu sel yang bertanggung jawab dalam pembentukan tulang baru. Ketika disuntikkan ke area tulang yang rusak, stem cell akan berkembang menjadi sel-sel yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.

 

b. Merangsang Regenerasi Jaringan Tulang

 

Selain berubah menjadi sel tulang, stem cell juga menghasilkan faktor pertumbuhan dan protein khusus yang membantu mempercepat regenerasi jaringan tulang. Faktor-faktor ini merangsang sel-sel di sekitar area cedera untuk meningkatkan proses penyembuhan.

 

c. Mengurangi Peradangan dan Rasa Nyeri

 

Stem cell memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada tulang. Ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan penyakit seperti osteoartritis atau osteoporosis. Hal ini juga berkontribusi dalam mengurangi rasa nyeri pada pasien.

 

d. Memperbaiki Struktur Tulang


Stem cell membantu meningkatkan produksi kolagen tipe I dan osteokalsin, dua komponen penting dalam struktur tulang. Ini tidak hanya mempercepat penyembuhan tetapi juga meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang, terutama bagi pasien dengan osteoporosis atau patah tulang.

 

e. Mencegah Kehilangan Massa Tulang


Dalam kondisi seperti osteoporosis, di mana tulang menjadi rapuh, stem cell dapat menghambat degradasi tulang dengan mendorong regenerasi sel tulang baru. Ini membantu mengurangi risiko patah tulang di masa depan.

 

Prosedur Terapi Stem Cell untuk Tulang

 

Sebelum menjalani terapi stem cell, pasien harus melalui anamnesis dan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter termasuk riwayat kesehatan, gejala, dan tes pencitraan seperti rontgen atau MRI untuk mengevaluasi kondisi tulang. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang sesuai untuk terapi stem cell dan memastikan keberhasilan prosedur.

 

Selanjutnya, terapi stem cell untuk tulang melibatkan beberapa langkah utama yang bekerja secara sinergis untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan tulang yang rusak. Berikut proses stem cell secara umum.

 

1. Pengambilan Stem Cell

 

Umbilical cord mesenchymal stem cells (UC-MSC) adalah sel punca mesenkim yang diperoleh dari tali pusat bayi yang baru lahir. Dalam terapi allogenik, stem cell ini tidak berasal dari tubuh pasien sendiri, melainkan telah disiapkan di laboratorium khusus dari donor yang memenuhi standar kesehatan ketat.

 

2. Pemrosesan Stem Cell

 

Setelah diambil, stem cell diproses di laboratorium untuk memastikan kualitas dan kuantitas yang cukup. Proses ini dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada metode yang digunakan dan jumlah stem cell yang diperlukan.

 

3. Pemberian Stem Cell

 

Secara garis besar, pemberian stem cell dilakukan berdasarkan diagnosis pasien oleh dokter dan dapat dilakukan melalui dua metode utama, yakni penyuntikan langsung di poliklinik (intraartikular) atau prosedur di kamar operasi. 

 

Jika stem cell diberikan secara intraartikular (langsung ke dalam sendi), prosedur ini dilakukan di poliklinik dan biasanya memakan waktu kurang dari 15 menit. Jika terapi stem cell membutuhkan tindakan lebih lanjut, seperti kombinasi dengan prosedur bedah atau aplikasi pada area yang lebih kompleks, pemberian dilakukan di kamar operasi.

 

4. Pemulihan Pascaterapi

 

Meskipun prosedurnya berlangsung cukup singkat, pemulihannya dapat memakan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu. Efek terapi stem cell dapat membutuhkan waktu beberapa minggu untuk dapat dirasakan sepenuhnya. 

 

Selama periode ini dan seterusnya, pasien disarankan merubah gaya hidup menjadi gaya hidup yang sehat, menghindari konsumsi makan-makanan yang mengandung saponin dan solanin, serta rutin melakukan olahraga yang disarankan oleh dokter.

Efektivitas dan Ketahanan Suntik Stem Cell untuk Tulang

 

Durasi efektivitas terapi stem cell bervariasi tergantung pada kondisi medis yang dirawat, jenis stem cell yang digunakan, dan respons tubuh pasien. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi ketahanan hasil terapi stem cell:

1. Berdasarkan Jenis Penyakit

Pada gangguan ortopedi seperti osteoartritis dan cedera ligamen, terapi stem cell dapat memberikan manfaat hingga beberapa tahun, terutama dalam regenerasi tulang rawan atau jaringan lunak. Pasien sering kali melaporkan pengurangan nyeri dan peningkatan fungsi sendi selama 2–5 tahun setelah terapi.

2. Berdasarkan Jenis Stem Cell

  • Embryonic Stem Cells (ESC)
    ESC adalah stem cell yang berasal dari embrio manusia yang berusia 3–5 hari dan dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel embrionik lainnya. Namun hingga saat ini, penggunaan sel punca embrionik terbatas pada isu etika dan hukum, serta membutuhkan penelitian lebih lanjut.

  • Adult Stem Cells (ASC)
    Salah satu tipe ASC yang umum digunakan dalam bidang ortopedi adalah mesenchymal stem cells (MSC) karena kemampuannya untuk berdiferensiasi menjadi osteoblas (sel pembentuk tulang), kondrosit (sel tulang rawan), dan fibroblas (sel jaringan ikat). Selain MSC, terdapat non-mesenchymal stem cells (hematopoietic stem cells/HSC) yang lebih berperan dalam pembentukan sel darah baru dan modulasi sistem imun.

3. Berdasarkan Perawatan Pascaterapi

Pasien yang menjaga gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, dan perawatan lanjutan, cenderung mengalami manfaat terapi yang bertahan lebih lama. Apabila gaya hidup tidak diubah, tulang yang sudah beregenerasi dengan stem cell dapat berisiko kembali lagi ke keadaan sebelum diberikan stem cell.

Terapi stem cell tergolong aman karena menggunakan sel dari tubuh pasien sendiri sehingga risiko reaksi imun atau penolakan sangat kecil. Namun, prosedur ini tetap memiliki risiko seperti infeksi, pembengkakan, atau reaksi lokal di area suntikan.

Selain itu, hasil terapi stem cell dapat berbeda pada setiap individu. Beberapa pasien mungkin merasakan perbaikan signifikan, sementara yang lain membutuhkan perawatan tambahan atau terapi ulang setelah beberapa tahun.

Namun, perlu diperhatikan bahwa prosedur stem cell hanya direkomendasikan setelah diagnosis pasien dikonfirmasi. Sebelum tindakan dilakukan, dokter dan tim medis akan mendiskusikan dan mempertimbangkan kondisi pasien untuk memastikan bahwa pasien memenuhi persyaratan yang diperlukan.

 

Tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan pun dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Lebih lanjut, Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang sebagai pusat unggulan penanganan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi di Siloam Hospitals Group.

Sumber

Tim Sel Punca FKKMK UGM. Mengenal Berbagai Jenis Sel Punca. Diakses pada 2025 | Pubmed Central. The Current Role of Stem Cells in Orthopaedic Surgery. Diakses pada 2025 | Orthoinfo. Use of Stem Cells in Orthopaedics. Diakses pada 2025 | Journal of Orthopaedic Reports. Stem cells in orthopaedics and sports injuries: A comprehensive review and future research directions. Diakses pada 2025 | Kemkes. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi. Diakses pada 2025 | Journal of Experimental and Basic Mediacl Science. Stem Cell Applications in Orthopedics. Diakses pada 2025 | Orthopaedics and Trauma. Stem cells: the evidence for their application in trauma and orthopaedics. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail