Ibu dan Anak
Cara Membersihkan Puting saat Hamil yang Tepat dan Aman

Table of Contents
Saat hamil, akan terjadi perubahan besar pada tubuh ibu, tidak terkecuali dengan payudara. Karena itu, sangat penting untuk merawat dan menjaga kebersihan payudara beserta putingnya sebaik mungkin. Lantas, bagaimana cara membersihkan puting payudara saat hamil? Untuk mengetahuinya, mari simak informasi tersebut dalam artikel berikut ini.
Cara Membersihkan Puting saat Hamil
Sebagian ibu mungkin mengalami perubahan bentuk ataupun sensasi di area payudara selama kehamilan, bahkan beberapa di antaranya bisa merasakan ketidaknyamanan. Beberapa perubahan tersebut adalah warna puting dan areola yang menggelap, puting yang sedikit membengkak, dan puting menjadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri.
Selain itu, ibu mungkin juga akan mengalami kebocoran kolostrum yang ditandai dengan keluarnya cairan kental berwarna kekuningan dari puting payudara. Cairan kolostrum ini pada dasarnya sudah mulai diproduksi oleh payudara sejak trimester kedua kehamilan.
Sebetulnya, hal tersebut tergolong umum terjadi, mengingat kehamilan dapat menyebabkan perubahan hormon yang juga bisa memengaruhi area payudara. Namun, sebagai langkah perawatannya, penting bagi setiap ibu untuk memahami cara membersihkan puting saat hamil yang aman dan tepat.
Secara umum, ibu direkomendasikan untuk mulai membersihkan puting sejak masa awal kehamilan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Ibu dapat membersihkan puting menggunakan air hangat untuk menjaga kebersihkan serta mencegah penumpukan keringat, kotoran, atau bahkan bakteri di area puting. Lebih jelasnya, berikut adalah langkah-langkah untuk membersihkan puting payudara:
1. Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir
Pertama-tama, ibu perlu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terlebih dahulu sebelum menyentuh serta membersihkan puting payudara saat hamil. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko terjadinya kontaminasi silang patogen dari tangan ke puting payudara.
2. Membasuh Puting dengan Air Hangat
Cara membersihkan puting saat hamil selanjutnya yaitu membasuh puting payudara menggunakan air hangat. Atau, ibu juga bisa membasahi waslap bersih dengan air hangat untuk menyeka dan membersihkan area payudara secara keseluruhan, termasuk puting. Cara ini bisa memudahkan ibu untuk membersihkan sisa-sisa kolostrum ASI yang sering kali bocor dan keluar dari puting payudara pada trimester terakhir kehamilan.
Namun, pastikan air hangat yang digunakan untuk membersihkan puting payudara ini bersuhu di bawah 45 derajat Celsius. Sebab, menggunakan air yang terlalu panas dikhawatirkan dapat menyebabkan iritasi pada puting payudara maupun area di sekitarnya.
3. Menghindari Menggunakan Sabun pada Puting
Tidak kalah penting, ibu disarankan untuk menghindari menggunakan sabun saat membersihkan puting payudara. Dalam hal ini, penting pula untuk memastikan sabun yang digunakan saat mandi tidak mengenai puting payudara. Sebab, penggunaan sabun ini dikhawatirkan membuat puting payudara menjadi kering, iritasi, dan mudah pecah-pecah.
Selain itu, selama masa kehamilan, kelenjar kecil berbentuk titik-titik tonjolan kecil di sekitar puting yang dikenal dengan kelenjar Montgomery akan mengeluarkan minyak maupun pelumas alami untuk membasahi dan melembapkan puting. Kelenjar ini juga memiliki fungsi sebagai antibakteri, sehingga penggunaan sabun pada puting dapat menghilangkan fungsi alami yang dihasilkan oleh kelenjar ini.
4. Menggunakan Pelembap
Setelah selesai membersihkan puting payudara, ibu bisa menggunakan krim pelembap khusus untuk menjaga kelembapan puting. Di samping itu, ibu juga dapat menggunakan pelembap alami, seperti minyak kelapa dan lanolin pada puting payudara. Sebab, selain melembapkan, minyak kelapa dan lanolin juga mengandung senyawa antiinflamasi (antiradang) sehingga bisa membantu meredakan iritasi dan gatal-gatal di area puting yang kerap dikeluhkan ibu hamil.
5. Menggunakan Breast Pad
Langkah terakhir, ibu bisa menggunakan breast pad di dalam bra jika sering mengalami kebocoran kolostrum dari puting payudara selama masa kehamilan. Breast pad tersebut bisa membantu menyerap kolostrum atau ASI yang merembes, sehingga bisa menjaga area payudara agar tetap kering dan terhindar dari risiko iritasi.
Tips Perawatan Payudara saat Hamil Lainnya
Selain membersihkannya secara rutin, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat payudara saat hamil. Berikut adalah beberapa tips perawatan payudara saat hamil lainnya yang penting untuk dilakukan:
-
Menggunakan bra yang nyaman. Pada trimester pertama kehamilan, ukuran payudara biasanya akan mulai membesar secara alami. Karena itu, ibu perlu menyesuaikan ukuran bra yang digunakan dengan ukuran payudara selama hamil. Pastikan untuk tidak menggunakan bra yang terlalu ketat dan terdapat kawat di dalamnya karena dikhawatirkan bisa menyumbat saluran susu.
Dalam hal ini, ibu bisa memilih bra yang berbahan katun dan empuk sehingga dapat membantu penyerapan keringat dan mengurangi risiko menumpuknya bakteri maupun patogen lain di sekitar payudara.
-
Memijat payudara secara lembut menggunakan minyak alami, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa. Selain bisa menjaga kelembapan puting, cara ini juga bisa membantu melancarkan aliran darah serta mencegah payudara menjadi kendur yang kerap terjadi selama kehamilan.
-
Mengganti bra secara rutin, terutama jika kolostrum dan ASI sering merembes selama trimester terakhir kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mencegah puting payudara terlalu lembap yang bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Itu dia penjelasan mengenai cara membersihkan puting payudara saat hamil beserta tips perawatan lainnya. Namun, jika ibu menemukan gejala tidak biasa selama membersihkan payudara, seperti keluarnya cairan berwarna kemerahan dari puting, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, mengingat hal tersebut bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Lebih lanjut, dalam menjalani kehamilan, ibu juga bisa menggunakan NEST yang merupakan sebuah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, hingga pascamelahirkan dari Siloam Hospitals. NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Palembang.
Tak perlu khawatir, layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin, mulai dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, ahli gizi klinis, bidan, konsultan laktasi, dan tenaga medis profesional lainnya, sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Sumber
First Cry Parenting. Breast and Nipple Care During Pregnancy. Diakses pada 2024 | Marshfield Clinic Health System. Tips for breast care and comfort. Diakses pada 2024 | Healthline. Breast Massage: How to. Diakses pada 2024 | Kimberly Stone MD & Amanda Wheeler MD. Breast Oncology (2015). A Review of Anatomy, Physiology, and Benign Pathology of the Nipple. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






