Cara Pemakaian Inhaler Asma Dosis Terukur yang Tepat, Perlu Tahu!
Kesehatan Tubuh

Cara Pemakaian Inhaler Asma Dosis Terukur yang Tepat, Perlu Tahu!

06 Mei 2025 5 menit waktu baca
Cara pemakaian inhaler asma

Penting bagi penderita asma untuk mengetahui bagaimana cara pemakaian inhaler asma dosis terukur yang baik dan benar agar kinerja obat di dalamnya bisa optimal untuk meredakan serangan asma. Di sisi lain, penggunaan inhaler yang salah dapat menyebabkan obat tidak sampai ke paru-paru, sehingga tidak bekerja dengan baik.

 

Lantas, bagaimana cara pemakaian inhaler asma dosis terukur yang benar? Mari simak penjelasan lengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa Itu Inhaler Asma Dosis Terukur?

 

Sumber: ScienceDirect.com

 

Inhaler adalah obat dalam bentuk semprotan yang dihirup langsung melalui mulut. Berdasarkan bentuknya, inhaler terbagi menjadi dua jenis, yaitu inhaler dosis terukur (metered dosage inhaler) dan inhaler serbuk kering (dry powder atau breath activated inhaler). Masing-masing bentuk inhaler memiliki instruksi pemakaian yang berbeda.

 

Umumnya, inhaler asma dosis terukur dilengkapi dengan tabung kecil berisi obat yang dimasukkan ke dalam alat penyemprot kecil yang memiliki corong mulut (mouthpiece) di ujungnya. Obat kemudian akan dihirup melalui corong tersebut agar dapat tersalurkan ke sistem pernapasan. 



Fungsi Inhaler Asma Dosis Terukur

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, inhaler sering kali digunakan untuk membantu meredakan serangan asma. Perlu diketahui bahwa asma adalah gangguan sistem pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan produksi lendir atau mucus yang berlebihan sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.

 

Saluran napas yang menjadi lebih sempit ini membuat udara yang masuk ke dalam paru-paru menjadi terbatas. Gejala asma di antaranya adalah sesak napas dan batuk-batuk, terutama saat terpapar zat pemicu tertentu.

 

Cara Pemakaian Inhaler Asma Dosis Terukur yang Tepat

 

Inhaler dosis terukur menggunakan propelan kimia untuk mendorong obat keluar melalui corong plastik dan langsung masuk ke dalam saluran pernapasan. Namun, dalam menggunakan inhaler dosis terukur, penderita asma perlu mencatat berapa banyak dosis obat asma yang sudah dihirup. Pasalnya, jenis inhaler ini tidak selalu disertai pengukur dosis, sehingga tidak diketahui secara pasti berapa banyak obat yang sudah dihirup.

 

Berikut adalah cara menggunakan inhaler jenis dosis terukur:

 

  1. Siapkan inhaler.

  2. Kocok inhaler dalam posisi tegak selama 5 detik, kemudian buka tutup inhaler.

  3. Posisikan tubuh tegak, miringkan kepala ke belakang sedikit, tarik napas, dan embuskan napas panjang dengan posisi inhaler jauh dari mulut.

  4. Masukkan corong inhaler ke mulut, di antara bibir tanpa digigit, lalu tutup mulut dengan rapat.

  5. Sambil menarik napas perlahan, tekan inhaler untuk menyemprotkan obat pada saat yang bersamaan. 

  6. Kemudian tahan napas selama sekitar 5-10 detik atau selama mungkin yang terasa nyaman. Sambil menahan napas, keluarkan inhaler dari mulut Anda.

  7. Embuskan napas secara perlahan dengan posisi inhaler jauh dari mulut.

  8. Jika ingin mengambil isapan kedua, tunggu setidaknya 30–60 detik terlebih dahulu.

  9. Tutuplah inhaler jika sudah selesai digunakan. Anda dapat membersihkan mouthpiece dengan tisu kering.

  10. Berkumurlah setelah menggunakan inhaler untuk membantu mencegah infeksi pada mulut.

 

Pada pasien anak-anak, penggunaan inhaler asma jenis dosis terukur disarankan menggunakan spacer atau tabung yang bertujuan untuk membantu mengurangi masalah terkait pengaturan waktu antara inhalasi dan aktivasi, serta mengurangi penumpukan obat di mulut.

 

Ikuti langkah-langkah berikut untuk pemakaian inhaler dosis terukur dengan spacer:

 

  1. Siapkan inhaler.

  2. Kocok inhaler dalam posisi tegak selama 5 detik, kemudian buka tutup inhaler.

  3. Pasangkan inhaler pada spacer.

  4. Posisikan tubuh tegak, miringkan kepala ke belakang sedikit, tarik napas, dan embuskan napas panjang dengan posisi inhaler jauh dari mulut.

  5. Masukkan corong spacer ke mulut, di antara bibir tanpa digigit, lalu tutup mulut dengan rapat.

  6. Sambil menarik napas perlahan, tekan inhaler untuk menyemprotkan obat pada saat yang bersamaan. Pastikan spacer tetap dalam posisi horizontal.

  7. Tarik dan embuskan napas dengan mulut sebanyak 4 kali. 

  8. Keluarkan spacer dari mulut.

  9. Embuskan napas secara perlahan dengan posisi inhaler jauh dari mulut.

  10. Lepaskan inhaler dari spacer.

  11. Jika ingin mengambil isapan kedua, tunggu setidaknya 30–60 detik terlebih dahulu.

  12. Tutuplah inhaler jika sudah selesai digunakan. Anda dapat membersihkan mouthpiece dengan tisu kering.

  13. Berkumurlah setelah menggunakan inhaler untuk membantu mencegah infeksi pada mulut.

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Inhaler Asma Dosis Terukur

 

Selain memahami cara menggunakan inhaler asma yang tepat, penting pula bagi pasien asma untuk memperhatikan hal-hal lainnya. Adapun sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan inhaler adalah sebagai berikut:

 

  • Periksa tanggal kedaluwarsa inhaler. Perlu dipahami, efektivitas obat yang kedaluwarsa biasanya sudah menurun atau bahkan bisa memicu efek samping tertentu ketika digunakan, seperti memperburuk sesak napas.

  • Periksa sisa dosis obat di dalam perangkat inhaler, umumnya dapat dirasakan saat mengocok tabung obat.

  • Jangan berbagi inhaler dengan orang lain, karena setiap orang dapat membutuhkan dosis dan jenis obat yang berbeda, selain itu penggunaan inhaler bersama meningkatkan risiko penularan penyakit tertentu.

  • Pastikan Anda mengocok inhaler sebelum digunakan. 

  • Inhaler harus dipegang pada posisi tegak.

  • Ingatlah untuk mengembuskan napas sebelum menggunakan inhaler. Hindari mengembuskan napas ke arah inhaler.

  • Saaat Anda menekan tombol inhaler, pastikan Anda menarik napas pada waktu yang bersamaan. Anda dapat menarik napas secar perlahan, namun jangan menarik napas terlalu pelan atau lemah. 

  • Jangan lupa untuk selalu membawa inhaler untuk pertolongan awal jika terjadi serangan asma. 

  • Hindari menggunakan inhaler lebih dari dosis yang sudah dianjurkan dokter. 

  • Berkumur setelah menggunakan inhaler untuk mengurangi risiko iritasi, mulut kering, karies gigi, dan beberapa masalah periodontal lainnya.

  • Simpan inhaler di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan inhaler pada suhu ruang dan hindari dari sinar matahari langsung. 

 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai cara pemakaian inhaler asma dosis terukur yang penting untuk dipahami. Namun, perlu diingat bahwa inhaler asma hanya digunakan apabila diagnosis gangguan pernapasan sudah ditegakkan. Dalam hal ini, dokter mungkin juga dapat menyarankan pengobatan lainnya dalam menangani gangguan pernapasan.

 

Maka dari itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang akurat terkait gangguan pernapasan dengan mengunjungi Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) di Siloam Hospitals terdekat. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals menyediakan dokter spesialis berpengalaman di bidangnya sehingga tindakan medis yang tepat dan sesuai kebutuhan pasien dapat diberikan.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan dapat berbeda, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Namun, seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan akan dipastikan sudah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.


Jika direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan paket Skrining Paru dari Siloam Hospitals untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan gangguan pernapasan. Paket Skrining Paru dapat dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.

 

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail