Fungsi DSA untuk Stroke, Risiko, dan Keunggulannya
Kesehatan Tubuh

Fungsi DSA untuk Stroke, Risiko, dan Keunggulannya

17 Maret 2026 5 menit waktu baca
dsa untuk stroke

Digital subtraction angiography atau DSA adalah prosedur pencitraan yang digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah secara sangat detail. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X dan zat kontras yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Teknik “subtraction” berarti sistem komputer akan menghilangkan bayangan tulang dan jaringan di sekitarnya sehingga pembuluh darah tampak lebih jelas dan tegas pada hasil gambar.

 

Pada DSA untuk stroke, kemampuan tersebut membantu dokter untuk menilai adanya penyempitan, sumbatan, atau kelainan pembuluh darah yang dapat mengganggu suplai darah ke otak. Mari simak artikel berikut ini untuk penjelasan yang lebih lengkap.

 

Apa Itu DSA untuk Stroke?

 

Digital subtraction angiography (DSA) adalah pemeriksaan pencitraan pembuluh darah yang mampu menampilkan struktur arteri otak dengan resolusi tinggi. Hingga saat ini, DSA masih dianggap sebagai standar emas untuk evaluasi kelainan pembuluh darah tertentu karena menghasilkan gambaran dengan resolusi tinggi dan dapat menilai aliran darah secara langsung.

 

Meskipun kini telah tersedia pemeriksaan noninvasif, seperti CT angiografi (CTA) dan MR angiografi (MRA), DSA tetap memiliki peran penting, terutama ketika dokter memerlukan gambaran anatomi pembuluh darah yang sangat rinci atau saat merencanakan tindakan intervensi seperti trombektomi atau embolisasi.

 

Sebuah studi berjudul Digital Subtraction Angiography Findings of Stroke in Young Adult Population: A Multi-Center Record-Based Study (2023) melaporkan bahwa pada pasien dewasa muda dengan stroke, DSA mampu mengidentifikasi berbagai penyebab vaskular, seperti kerusakan pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi, malformasi pembuluh darah, hingga sumbatan pada pembuluh darah vena di otak.

 

Keunggulan DSA untuk Stroke

 

DSA sangat berguna tidak hanya untuk proses diagnosis, tetapi juga untuk menentukan terapi yang paling efektif untuk pasien. Dokter bisa mengetahui dengan jelas area mana yang mengalami kelainan dan menyesuaikan terapi yang tepat. Adapun beberapa keunggulan DSA yang perlu dipahami antara lain:

 

  • Gambaran pembuluh darah yang jelas. DSA dapat menampilkan arteri dan vena otak dengan detail sehingga area pembuluh darah yang mengalami gangguan dapat diidentifikasi dengan lebih akurat. Dokter juga dapat mengidentifikasi lokasi sumbatan secara presisi, menilai derajat penyempitan pembuluh darah, dan melihat kelainan seperti aneurisma atau malformasi vaskular.

  • Membantu perencanaan tindakan intervensi. Dengan DSA, dokter mampu untuk merencanakan trombektomi, pemasangan stent, dan melakukan embolisasi aneurisma.

  • Memantau hasil tindakan intervensi. Setelah tindakan dilakukan, DSA dapat langsung menunjukkan apakah ada perubahan aliran darah atau pembuluh baru setelah intervensi (mencakup apakah sumbatan sudah terbuka, aliran darah kembali normal, atau terdapat komplikasi).

  • Prediksi respons pasien. Informasi dari DSA juga bisa membantu dokter dalam memperkirakan tingkat keparahan oklusi dan keberhasilan reperfusi sehingga dapat membantu dokter memperkirakan peluang pemulihan pasien.

 

Prosedur DSA untuk Stroke

 

DSA mampu menampilkan pembuluh darah otak secara detail untuk mendeteksi gangguan aliran darah, seperti penyempitan atau sumbatan. Sebelum memulai prosedur, pasien biasanya dianjurkan untuk berpuasa sekitar 4–6 jam (kecuali dalam keadaan darurat). Dokter juga akan memastikan fungsi ginjal dan kecukupan cairan tubuh pasien karena pemeriksaan ini menggunakan zat kontras yang diproses melalui ginjal.

 

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter kecil ke dalam pembuluh darah, biasanya melalui arteri di area paha atau pergelangan tangan. Kateter kemudian diarahkan hingga mencapai pembuluh darah otak yang akan diperiksa. 

 

Setelah itu, zat kontras disuntikkan melalui kateter, dan serangkaian gambar sinar-X diambil untuk menampilkan aliran darah otak secara jelas. Sistem komputer kemudian “menghilangkan” bayangan tulang dan jaringan di sekitarnya sehingga pembuluh darah tampak lebih jelas. 

 

Risiko Komplikasi DSA untuk Stroke

 

Hingga kini, DSA masih banyak digunakan untuk melihat detail pembuluh darah otak yang kecil dan rumit. Namun, prosedur ini tetap memiliki sejumlah risiko karena bersifat invasif dan menggunakan zat kontras serta sinar-X. Meski begitu, risiko ini umumnya jarang terjadi dan biasanya dapat dicegah dengan persiapan dan pengawasan medis yang baik. Berikut beberapa kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi:

 

1. Alergi

 

DSA untuk stroke menggunakan zat kontras agar pembuluh darah terlihat jelas pada hasil pencitraan. Pada sebagian orang, zat ini bisa memicu reaksi alergi, seperti gatal ringan, mual, sesak napas, atau kemerahan pada kulit. Meski demikian, reaksi berat sangat jarang terjadi. Alergi zat kontras juga bisa terjadi tanpa faktor risiko yang jelas sehingga pemeriksaan riwayat kesehatan sebelum tindakan sangat penting untuk meminimalkan kemungkinan alergi.

 

2. Gangguan Saraf

 

Karena DSA melibatkan pemasangan kateter ke dalam pembuluh darah, ada kemungkinan kecil terjadinya gangguan aliran darah selama prosedur. Dalam kasus yang jarang, hal ini dapat memicu keluhan saraf sementara. Oleh karena itu, tindakan dilakukan dengan teknik yang hati-hati dan durasi yang efisien oleh tim medis untuk menjaga keselamatan pasien. Setelah prosedur, pemantauan lanjutan tetap dilakukan guna memastikan kondisi pasien tetap stabil.

 

3. Kanker 

 

Prosedur DSA menggunakan sinar-X sehingga pasien menerima radiasi selama tindakan berlangsung. Namun, paparan radiasi dari prosedur ini relatif rendah dan umumnya masih berada dalam batas aman medis.

 

Demikian pembahasan mengenai DSA untuk stroke, mulai dari fungsi, cara kerja, risiko, hingga peranannya dalam mendukung terapi dan rehabilitasi. Perlu dipahami bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti pemeriksaan, diagnosis, maupun rekomendasi medis langsung dari dokter.

 

Jika Anda atau anggota keluarga sedang menjalani pemulihan pascastroke dan perlu evaluasi kondisi pembuluh darah atau fungsi gerak, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, menilai kondisi neurologis, serta menentukan apakah pemeriksaan DSA atau terapi rehabilitasi tambahan diperlukan.

 

Setiap pasien stroke memiliki kondisi unik, baik dari sisi lokasi kerusakan otak, tingkat gangguan fungsi, maupun respons terhadap terapi. Tenaga medis akan menyesuaikan rencana perawatan agar tetap aman dan mendukung pemulihan secara optimal.

 

Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Stanford Medicine. Digital Subtraction Angiography (DSA). Diakses pada 2026 | PubMed Central. Complications and Risk Factors After Digital Subtraction Angiography: 1-Year Single-Center Study. Diakses pada 2026 | Springer Nature Link. Digital Subtraction Angiography Findings of Stroke in Young Adult Population: A Multi-Center Record-Based Study. Diakses pada 2026 | Journal of Cerebrovascular Endovascular Neurosurgery. Complications and Risk Factors After Digital Subtraction Angiography: 1-Year Single-Center Study. Diakses pada 2026 | Journal of Stroke and Cerebrovascular Disease. Use of Diagnostic Subtraction Angiography for Ischemic Stroke (US DUTCH Study) Regional Variation and Time-Trend Among Medicare Beneficiaries. Diakses pada 2026 | Springer Nature Link. Clinical Efficacy of DSA-based Features in Predicting Outcomes of Acupuncture Intervention on Upper Limb Dysfunction Following Ischemic Stroke. Diakses pada 2026 | Stroke Manual Treatment and Prevention. Digital Subtraction Angiography (DSA). Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail