Kenali 6 Risiko Efek Samping RIRS dan Tips Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Kenali 6 Risiko Efek Samping RIRS dan Tips Pencegahannya

26 Februari 2026 5 menit waktu baca
efek samping rirs

Retrograde intrarenal surgery (RIRS) adalah prosedur minimal invasif yang sering digunakan untuk mengatasi batu ginjal melalui saluran kemih tanpa sayatan. Meski aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, memahami risiko efek samping RIRS merupakan pertimbangan pasien yang perlu diketahui sebelum menjalani tindakan.

 

Penting dicatat, tidak semua pasien akan mengalami keluhan yang sama. Rasa tidak nyaman atau efek samping ringan terkadang dapat muncul, dan biasanya merupakan bagian dari proses pemulihan tubuh setelah tindakan RIRS. Dengan penanganan yang tepat oleh dokter spesialis, risiko efek samping dan komplikasi dapat diminimalkan.

 

Artikel ini akan membahas risiko efek samping yang mungkin muncul setelah RIRS serta langkah pencegahan agar pasien dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih nyaman dan aman.

 

Risiko Efek Samping RIRS

 

Retrograde intrarenal surgery merupakan prosedur minimal invasif yang menggunakan endoskop fleksibel dan teknologi laser untuk menghancurkan batu ginjal melalui saluran kemih. RIRS dilakukan tanpa memerlukan sayatan, sehingga menjadi pilihan yang unggul karena waktu pemulihan relatif lebih cepat dibandingkan dengan operasi terbuka.

 

Bedasarkan penelitian dalam Journal of Pediatric Urology (2024), tingkat keberhasilan RIRS mencapai 82–100%. Meski dinilai efektif dan aman, RIRS juga memiliki beberapa efek samping ringan yang umumnya bersifat sementara sebagai bagian dari proses pemulihan. Pada kondisi tertentu, komplikasi yang memerlukan pemantauan atau penanganan lanjutan juga dapat ditemukan. Karena itu, mari pahami apa saja beberapa efek samping dan komplikasi RIRS yang dapat terjadi.

 

1. Rasa Tidak Nyaman setelah RIRS

 

Setelah menjalani RIRS, sebagian pasien dapat merasakan ketidaknyamanan ringan pada area pinggang atau perut bagian bawah. Keluhan ini umumnya berkaitan dengan iritasi sementara pada saluran kemih akibat tindakan, dan apabila dilakukan pemasangan stent ureter pada tindakan. Keluhan yang umumnya muncul antara lain:

 

  • Nyeri tumpul atau rasa tidak nyaman di sisi ginjal yang ditangani.

  • Rasa perih atau tidak nyaman pada kandung kemih.

  • Urine yang sedikit bercampur darah.

 

Meski terasa mengganggu, keluhan ini hanya bersifat sementara. Stent berfungsi membantu aliran urine tetap lancar selama proses penyembuhan dan gejala biasanya menghilang setelah stent dilepas sesuai jadwal yang ditentukan dokter.

 

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

 

Infeksi saluran kemih (ISK) termasuk efek samping RIRS. Karakteristik batu ginjal seperti jumlah batu yang banyak atau jenis batu tertentu dikaitkan dengan kasus ISK setelah RIRS. Selain itu, kondisi klinis pasien dengan komorbiditas tertentu, seperti diabetes mellitus, juga diketahui dapat meningkatkan risiko ISK setelah prosedur RIRS.

 

Risiko ISK setelah RIRS tergolong rendah, terutama pada pasien yang telah menjalani evaluasi dan persiapan dengan baik sebelum tindakan. Untuk mengurangi risiko, pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan urine sebelum prosedur dan mendapatkan antibiotik untuk menurunkan risiko infeksi ini.

 

3. Hematuria

 

Hematuria atau keluarnya darah bersama urine merupakan salah satu efek samping yang cukup umum. Meski cukup sering terjadi, hematuria umumnya bersifat ringan dan sementara, serta akan membaik seiring proses penyembuhan tanpa memerlukan penanganan khusus.

 

Dalam studi berjudul The Efficacy and Safety of Retrograde Intrarenal Surgery: A Multi-Center Experience of the RIRSearch Group Study (2023), hematuria, demam, dan infeksi saluran kemih menjadi tiga komplikasi utama pascaprosedur RIRS. Ketiga kondisi ini menyumbang sekitar 86,6% dari seluruh komplikasi yang dilaporkan setelah RIRS.

 

4. Cedera Ureter

 

Cedera pada dinding saluran kemih (ureter) jarang terjadi. Risiko ini umumnya muncul pada kondisi ureter yang sempit atau berlekuk. Jika terjadi cedera ureter yang ringan, umumnya dokter cukup menanganinya dengan pemasangan stent selama masa pemulihan.

 

5. Demam

 

Demam pasca RIRS bisa terjadi sebagai respons peradangan atau infeksi pada tubuh. Demam ringan ini umumnya bersifat sementara dan dapat muncul dalam 24 jam pertama setelah tindakan.

 

Namun, jika suhu tubuh mencapai ≥38°C, tidak membaik, atau diikuti gejala lain seperti nyeri pinggang memberat selama 24 jam setelah operasi, segera konsultasikan ke dokter karena kondisi tersebut dapat menandakan infeksi yang lebih serius. 

 

6. Sepsis

 

Sepsis adalah kondisi kegagalan organ akibat respons tubuh yang berlebihan terhadap infeksi. Kondisi ini merupakan komplikasi yang jarang terjadi setelah RIRS, namun termasuk kondisi serius yang memerlukan penanganan segera. Sepsis dapat terjadi ketika infeksi pada saluran kemih atau ginjal menyebar ke aliran darah dan memicu respons peradangan pada seluruh tubuh.

 

Risiko sepsis meningkat pada pasien dengan batu ginjal berukuran besar, durasi operasi yang lama, adanya infeksi urine sebelum tindakan, serta kondisi tertentu seperti diabetes atau gangguan daya tahan tubuh. Kondisi ini memerlukan evaluasi medis segera karena dapat berkembang dengan cepat apabila tidak ditangani. Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala-gejala tersebut setelah prosedur.

 

Tips Pencegahan Risiko Komplikasi dan Efek Samping RIRS

 

RIRS termasuk prosedur minimal invasif yang aman dan banyak dilakukan untuk mengatasi batu ginjal. Dokter akan merekomendasikan tindakan ini berdasarkan kondisi tubuh masing-masing pasien, sehingga prosedur dapat berjalan efektif dengan risiko yang minimal.

 

Untuk membantu proses pemulihan dan menurunkan risikonya, pasien perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

 

  • Hindari aktivitas fisik berat selama beberapa hari setelah tindakan.

  • Perbanyak minum air putih (2–3 liter setiap hari) agar aliran urine tetap lancar dan membantu membersihkan saluran kemih.

  • Mengonsumsi antibiotik dan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi dan mengurangi keluhan.

  • Segera laporkan ke dokter jika mengalami gejala seperti demam, perdarahan hebat, atau ketidakmampuan untuk buang air kecil.

 

Demikian pembahasan mengenai risiko efek samping RIRS serta langkah pencegahannya. Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.

 

Apabila Anda mengalami keluhan setelah RIRS seperti nyeri hebat yang tidak membaik, demam tinggi, urine berdarah yang berkepanjangan, atau kondisi tubuh yang terasa semakin lemah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menilai kemungkinan komplikasi serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi batu ginjal dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan fiturnya untuk mendukung perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

PubMed Central. Prevention and Management of Infectious Complications of Retrograde Intrarenal Surgery. Diakses pada 2026 | J Urol Surg. The Efficacy and Safety of Retrograde Intrarenal Surgery: A Multi-Center Experience of the RIRSearch Group Study. Diakses pada 2026 | PubMed Central. Risk of Sepsis in Retrograde Intrarenal Surgery: A Systematic Review of the Literature. Diakses pada 2026 | ClinicalTrials.gov. Risk Factors for Postoperative Fever and Sepsis Following Retrograde Intrarenal Surgery (SARIS). Diakses pada 2026 | PubMed. Evaluating the Safety of Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS): Intra-and Early Postoperative Complications in Patients Enrolled in the Global Multicentre Flexible Ureteroscopy Outcome Registry (FLEXOR). Diakses pada 2026 | PubMed. Risk of Bleeding After Retrograde Intrarenal Surgery vs Miniaturised Percutaneous Nephrolithotomy for 10-20 mm Renal Stones: A Not So Different Safety Profile. Diakses pada 2026 | Journal of Clinical Medicine. Urinary Tract Infection Predictors in Patients Undergoing Retrograde IntraRenal Surgery for Renal Stones: Does the Instrument Make the Difference?. Diakses pada 2026 | PubMed. Cost-effectiveness of Retrograde Intrarenal Surgery, Standard and Mini Percutaneous Nephrolithotomy, and Shock Wave Lithotripsy for the Management of 1-2 cm Renal Stones. Diakses pada 2026 | PubMed. Risk of Sepsis in Retrograde Intrarenal Surgery: A Systematic Review of the Literature. Diakses pada 2026 | PubMed. Risk Factors for Infectious Complications After Retrograde Intrarenal Surgery - A Systematic Review and Narrative Synthesis. Diakses pada 2026 | JAMA Network. The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock (Sepsis-3). Diakses pada 2026 |

message

ArticleDetail