Fakta dan Mitos Seputar Transplantasi Ginjal, Cek Kebenarannya!
Kesehatan Tubuh

Fakta dan Mitos Seputar Transplantasi Ginjal, Cek Kebenarannya!

22 Januari 2026 4 menit waktu baca
Fakta dan Mitos seputar transplantasi ginjal

Table of Contents

Transplantasi adalah salah satu prosedur medis yang dilakukan pada pasien penderita gagal ginjal kronis. Namun, banyak fakta dan mitos seputar transplantasi ginjal yang perlu dipastikan kebenarannya.

 

Beberapa pertanyaan seperti, apakah transplantasi ginjal hanya boleh dilakukan setelah pasien melakukan hemodialisis? Apakah prosedur ini hanya bermanfaat untuk pasien yang masih muda? Lalu apakah orang yang sudah meninggal tidak dapat menjadi pendonor ginjal? Pertanyaan tersebut bergulir sangat luas dan tak jarang menghasilkan jawaban yang keliru. 

 

Padahal salah satu faktanya yaitu transplantasi ginjal dapat diperoleh dari orang yang sudah meninggal atau donor dari orang hidup, namun dengan syarat tertentu. Jadi, apa saja fakta dan mitos transplantasi ginjal lainnya yang sekiranya perlu diluruskan? Cek selengkapnya di bawah ini.

 

Fakta dan Mitos Seputar Transplantasi Ginjal

 

Ada beberapa mitos transplantasi ginjal yang hingga kini menyebar di masyarakat, bahkan sebagian langsung meyakininya. Hal ini tentu menimbulkan perasaan ragu bagi seseorang yang membutuhkan atau akan melakukan prosedur transplantasi ginjal.

 

Sejauh ini, transplantasi ginjal adalah prosedur yang cukup aman dilakukan, bahkan prosedur tersebut menjadi pilihan terbaik bagi penderita gagal ginjal. Namun, ada beberapa informasi yang kurang tepat terkait prosedur ini, berikut penjelasannya.

 

1. Dilakukan Setelah Prosedur Cuci Darah Tidak Berhasil

 

Banyak yang meyakini terkait mitos transplantasi ginjal yang satu ini, yaitu hanya bisa dilakukan setelah upaya cuci darah tidak berhasil. Padahal faktanya, transplantasi ginjal adalah prosedur yang dapat dilakukan bahkan sebelum pasien menjalani cuci darah, atau disebut transplantasi preemtif.

 

Baik cuci darah (hemodialisis) ataupun transplantasi ginjal, keduanya adalah pilihan dalam mengobati gagal ginjal kronis. Dengan begitu, transplantasi bukanlah pilihan terakhir, melainkan akan lebih baik jika dijadikan sebagai prioritas utama.



2. Hanya Ditujukan pada Pasien Usia Muda

 

Mitos transplantasi ginjal selanjutnya disebutkan bahwa prosedur ini hanya bisa dilakukan pada pasien yang berusia muda. Padahal, faktanya transplantasi ginjal bisa ditujukan untuk usia muda atau tua yang sedang mengalami penyakit ginjal tahap akhir.

 

Saat pasien telah didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis, baik tua maupun muda, prosedur transplantasi akan lebih baik dilakukan sedini mungkin agar manfaatnya lebih maksimal.

 

3. Risiko Kegagalan Cukup Tinggi

 

Sebagian dari masyarakat percaya bahwa transplantasi ginjal adalah operasi yang memiliki risiko kegagalan cukup tinggi. Faktanya justru berkata lain, transplantasi ginjal adalah operasi yang memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi hingga 95%, terlebih pada era modern seperti sekarang. Setiap prosedur transplantasi ginjal telah didukung dengan teknologi terbaik yang mampu meminimalisir risiko kegagalan. Selengkapnya, baca juga Hal-Hal yang Harus Diketahui Tentang Transplantasi Ginjal.



4. Pasien Cuci Darah

 

Ada pula mitos dalam masyarakat yang mengatakan bahwa transplantasi ginjal tidak dapat diterapkan pada pasien yang sudah lama menjalani cuci darah. Faktanya, baik bagi pasien yang belum atau sudah rutin menjalankan cuci darah, transplantasi ginjal tetap bisa dilakukan.

 

5. Biayanya Cukup Besar

 

Banyak yang menganggap bahwa transplantasi ginjal memakan biaya yang cukup besar, sebenarnya hal ini memang tidak sepenuhnya salah. Namun, jika dibandingkan dengan prosedur cuci darah seumur hidup secara rutin, biaya transplantasi ginjal akan lebih ekonomis. 

 

Faktanya, jika dilihat secara jangka panjang, opsi transplantasi ginjal lebih banyak disarankan sebagai pilihan terbaik, dari sisi kualitas hidup, risiko jangka panjang, dan juga dari sisi biaya serta waktu yang dikeluarkan.

 

6. Ginjal Baru Tidak Akan Rusak

 

Mitos transplantasi ginjal yang satu ini sangat perlu untuk diluruskan, yaitu anggapan bahwa ginjal baru pasca cangkok tidak akan rusak. Faktanya, meski telah mendapatkan ginjal baru, pasien tetap harus melakukan perawatan dan pengobatan serta menjalani pola hidup yang sehat.

 

Bahkan, pasien pasca transplantasi ginjal disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk menjaga kondisi ginjalnya. Pencegahan kegagalan ginjal kembali dapat dilakukan dengan menerapkan panduan diet sehat untuk menjaga ginjal, dan dengan menghentikan kebiasaan kurang baik untuk kesehatan seperti mengonsumsi alkohol serta merokok.

 

Mengapa Orang dengan Gagal Ginjal Perlu Melakukan Transplantasi Ginjal?

 

Transplantasi ginjal adalah operasi bedah yang dilakukan untuk mengangkat ginjal yang rusak dan digantikan dengan ginjal baru. Penyebab transplantasi ginjal pada seseorang dengan gagal ginjal adalah karena ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi lagi, sehingga mau tidak mau memerlukan ginjal baru. Dengan melakukan transplantasi ginjal, peluang hidup pasien akan lebih lama dan tentunya lebih sehat.

 

Nah, itu dia penjelasan mengenai fakta dan mitos seputar transplantasi ginjal yang sering kali beredar di masyarakat awam. Kini, Anda sudah sedikit banyak memahaminya bukan? Fungsi ginjal cukup krusial dalam tubuh. Tanpa adanya ginjal, fungsi kerja tubuh tidak akan sempurna.

 

Transplantasi ginjal adalah prosedur yang bisa dicoba untuk mengembalikan kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas. Apabila Anda membutuhkannya, Anda dapat mendatangi Siloam Hospitals Asri.

 

Siloam Hospitals Asri telah berdiri sejak tahun 2008 dan merupakan rumah sakit bedah urologi terbaik di Indonesia.

 

Rumah sakit ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang canggih dalam memberikan layanan bedah terbaik bagi pasien dengan gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal, ataupun keluhan-keluhan urologi lain.


Untuk melakukan janji konsultasi atau kunjungan, Anda dapat menghubungi call center kami di 1-500-181 atau mengunduh aplikasi MySiloam.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

message

ArticleDetail