5 Perbedaan Hepatitis B dan C yang Perlu Diketahui
Kesehatan Tubuh

5 Perbedaan Hepatitis B dan C yang Perlu Diketahui

17 Maret 2026 4 menit waktu baca
Hepatitis B dan C

Hepatitis B dan C merupakan virus penyebab radang pada sel-sel hati. Keduanya merupakan virus yang dapat ditularkan melalui kontak dengan darah pasien yang terinfeksi. Kedua jenis virus ini juga berisiko menyebabkan hepatitis kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis dan kanker hati. Lantas, apa perbedaan hepatitis B dan C? Mari kenali lebih lanjut apa itu hepatitis B dan C serta perbedaan selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Perbedaan Hepatitis B dan C

 

Meski sama-sama menyerang liver, hepatitis B dan hepatitis C rupanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari jenis virus penyebab infeksi, jumlah kasusnya, tingkat penularannya, dan lain-lain. Berikut informasinya.

 

A. Jenis Virus

 

Jenis virus penyebab hepatitis B dan C berbeda. Virus hepatitis B memiliki DNA sehingga dapat berintegrasi dengan DNA sel inang (manusia) yang diinfeksi. Beda halnya dengan virus hepatitis C yang merupakan virus RNA dan hanya dapat memanfaatkan sel inang untuk memperbanyak diri tanpa berintegrasi dengan DNA sel inang.

 

Karena proses integrasi DNA, virus hepatitis B akan tetap berada dalam tubuh manusia yang diinfeksi (tidur di dalam inti sel tubuh) walaupun virus sudah tidak terdeteksi lagi di dalam darah pasien (akibat pengobatan atau reaksi imun). Hal ini mengakibatkan penyembuhan hepatitis B lebih sulit dan rata-rata pasien akan membutuhkan obat seumur hidup.

 

Meski begitu, tetap akan ada periode bebas obat, tetapi tidak selamanya. Ketika virus terdeteksi lagi, maka pasien harus kembali mengonsumsi obat antivirus. Beda halnya dengan virus hepatitis C. Penemuan obat antivirus terbaru memungkinkan hepatitis C dapat lebih cepat disembuhkan dibandingkan hepatitis B.

 

B. Angka Kejadian Penyakit

 

Secara global, kedua virus ini diperkirakan menyumbang sekitar 70–80% kasus hepatocellular carcinoma (HCC) atau kanker hati, di mana kejadian hepatitis B lebih sering ditemukan dibandingkan hepatitis C dan lebih banyak menyebabkan kanker hati hingga kematian. Virus hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati secara langsung tanpa harus didahului dengan sirosis atau pengerasan hati.

 

Sementara itu, virus hepatitis C tidak dapat mengakibatkan kanker hati tanpa adanya sirosis. Dengan demikian, penderita kanker hati akibat hepatitis B kronis bisa saja tidak mengalami gejala awal sehingga kondisi tersebut terlambat didiagnosis dan proses pengobatan menjadi lebih sulit.

 

C. Tingkat Penularannya

 

Tingkat penularan virus hepatitis B dan C pun berbeda. Tingkat penularan virus hepatitis B yaitu 5–10 kali lebih tinggi dibandingkan hepatitis C. Namun, pada orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis B diketahui hanya 10% yang berlanjut menjadi hepatitis kronis, sedangkan 90% lainnya dapat sembuh dengan sendirinya.

 

Hal ini berbeda dengan kasus penularan hepatitis C. Sekitar 75–80% orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis C dapat berlanjut menjadi hepatitis C kronis dan hanya 20–25% kasus yang dapat sembuh tanpa pengobatan.

 

 

D. Infeksi Sekunder Virus Hepatitis D

 

Infeksi sekunder virus hepatitis D dapat terjadi pada penderita hepatitis B. Sementara itu, hal ini tidak terjadi pada hepatitis C. Virus hepatitis D merupakan bentuk virus hepatitis yang ganas dan mampu menyebabkan perburukan yang cepat pada kondisi hati penderitanya.

 

E. Pencegahannya

 

Imunoglobulin dan vaksin untuk hepatitis B sudah lama tersedia dan efektif mencegah penularan, sedangkan vaksin untuk hepatitis C belum ada sampai saat ini. Pencegahannya pun dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, antara lain menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuh penderita, menghindari memakai jarum suntik bergantian (biasanya pada pengguna obat-obat terlarang), serta menghindari hubungan seks bebas tanpa pengaman.

 

Walaupun terdapat perbedaan pada kedua jenis virus tersebut, tetapi keduanya sama-sama dapat menyebabkan penyakit berat dengan komplikasi serius yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh agar tidak terinfeksi virus hepatitis tersebut. 

 

Demikian informasi mengenai perbedaan hepatitis B dan C. Penting untuk diingat bahwa artikel ini bertujuan sebagai edukasi semata dan tidak bisa menggantikan saran medis dari dokter. Apabila Anda merasa melakukan kontak dengan penderita hepatitis, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis secara tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi hepatitis akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas medis sehingga bisa saja berbeda di satu rumah sakit dan lainnya. Meski begitu, tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Nantinya, Anda juga dapat memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara virtual melalui aplikasi tersebut. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Sumber

WHO. Guidelines for the Care and Treatment of Persons Diagnosed with Chronic Hepatitis C Virus Infection [Internet]. Diakses pada 2026 | Stat Pearls. Hepatocellular Carcinoma. Diakses pada 2026 | MDPI. Hepatitis-C-Related Hepatocellular Carcinoma, Still a Relevant Etiology beyond a Hepatitis C Infection Cure. Diakses pada 2026 | PubMed. Coinfection of Hepatitis B and C Viruses and Risk of Hepatocellular Carcinoma: Systematic Review and Meta-analysis. Diakses pada 2026 | Journal of Liver Cancer. Changing etiology and epidemiology of hepatocellular carcinoma: Asia and worldwide. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Sabtu, 30 Mei 2026

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail