Ini Kelemahan Pasang Ring Jantung yang Perlu Dipahami
Kesehatan Tubuh

Ini Kelemahan Pasang Ring Jantung yang Perlu Dipahami

23 Februari 2026 5 menit waktu baca
kelemahan pasang ring jantung

Pemasangan ring jantung atau stent merupakan prosedur yang efektif untuk membuka penyempitan pembuluh darah jantung yang membutuhkan penanganan cepat. Tindakan ini sering dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner, terutama kondisi darurat seperti serangan jantung.

 

Meski manfaatnya besar, pemasangan ring jantung tetap memiliki keterbatasan dan risiko yang perlu dipahami. Salah satunya adalah prosedur ini tidak menyembuhkan penyakit secara menyeluruh, melainkan mengatasi penyempitan pada titik tertentu. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Kenapa Perlu Pasang Ring Jantung?

 

Ring jantung (stent) adalah alat medis berbentuk tabung kecil yang dipasang di pembuluh darah koroner jantung, berfungsi melebarkan pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat. Pemasangan ring jantung merupakan salah satu metode utama penanganan penyakit jantung koroner. Prosedur ini sering menjadi pilihan terapi karena bersifat minimal invasif tergantung kondisi pasien.

 

Pemasangan ring jantung merupakan bagian dari prosedur medis yang disebut angioplasti koroner (percutaneous coronary intervention/PCI). Melalui tindakan ini, pembuluh darah arteri yang menyempit atau tersumbat karena penumpukan plak dapat dibuka kembali sehingga aliran darah ke jantung kembali lancar.

 

Selain digunakan untuk menangani penyakit jantung koroner, pemasangan ring jantung juga sering digunakan sebagai tindakan darurat saat serangan jantung. Dalam situasi ini, prosedur dilakukan secepat mungkin untuk membuka sumbatan pembuluh darah dan meminimalkan kerusakan otot jantung.

 

Sebuah studi berjudul Efficacy and Safety of Coronary Stent Intervention for Coronary Heart Disease and Its Impact on Short-Term and Long-Term Prognosis (2021) menyebutkan, pemasangan ring jantung memberikan hasil klinis yang signifikan pada kelompok pasien tertentu, terutama dalam kondisi akut atau penyempitan berat yang menimbulkan gejala.

 

Penelitian lain berjudul Individualizing Medicinal Therapy Post Heart Stent Implantation: Tailoring for Patient Factors (2023) menunjukkan bahwa pemasangan ring jantung dapat memberikan manfaat signifikan terhadap penurunan angka kematian pada penderita penyakit jantung koroner. Tercatat adanya penurunan angka kematian sebesar 36,4% dalam periode 2006 hingga 2016 pada pasien yang menjalani prosedur ini.

 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pemasangan ring jantung merupakan prosedur yang efektif untuk menangani penyumbatan pembuluh darah, terutama pada kasus penyakit jantung koroner. Penting untuk dipahami bahwa adanya keterbatasan dalam prosedur ini tidak berarti kegagalan, melainkan bagian dari proses pemulihan dan perawatan jangka panjang.

 

Kelemahan Pasang Ring Jantung

 

Sebagai bagian dari terapi penyakit jantung koroner, pemasangan ring jantung dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pasien. Namun, mengingat bahwa penyakit ini bersifat kronis, prosedur ini dipandang sebagai bagian dari strategi terapi menyeluruh, bukan sebagai solusi tunggal.

 

Adapun beberapa keterbatasan atau kelemahan pasang ring jantung yang penting untuk dipahami oleh pasien dan keluarga adalah sebagai berikut:

 

1. Ring Jantung Tidak Dapat Menyembuhkan Secara Total Namun Metode Perawatan yang Efektif

 

Ring jantung bukanlah satu-satunya metode untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Setelah menjalani pemasangan stent, penderita tetap harus melakukan kontrol medis secara berkala guna memantau kondisi jantung dan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini karena ring jantung tidak menyembuhkan proses aterosklerosis (penumpukan plak dalam dinding pembuluh darah) secara keseluruhan, melainkan mengatasi penyempitan pada lokasi pembuluh darah yang tersumbat.

 

Pasien perlu berdiskusi dengan dokter mengenai jadwal kunjungan kontrol dan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan stent tetap berada di posisi yang tepat, serta membantu mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini. Dengan kontrol yang teratur, dokter bisa segera memberikan penanganan jika ditemukan masalah.

 

2. Kemungkinan Penyumbatan Pembuluh Darah Berulang

 

Walaupun sudah dilakukan pemasangan ring jantung, tidak menutup kemungkinan pasien dapat mengalami penyumbatan pembuluh darah berulang. Studi dalam BMC Cardiovascular Disorders (2024) menunjukkan terjadinya penyumbatan ulang umumnya tidak disebabkan oleh stent itu sendiri, melainkan berkaitan dengan kombinasi dari kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, proses peradangan dalam tubuh, serta faktor genetik. 

 

Faktor-faktor tersebut berperan dan progresivitas pembentukan plak. Perlu diketahui bahwa plak arteroskelerosis dapat terjadi di berbagai lokasi dalam pembuluh darah yang dapat mengalami progresivitas, sehingga sewaktu-waktu dapat berkembang dan mengakibatkan terbentukan sumbatan baru di pembuluh darah jantung.

 

3. Pasien Diharuskan Mengonsumsi Obat-obatan Secara Rutin

 

Setelah menjalani prosedur angioplasti, pasien biasanya diperbolehkan untuk pulang di hari yang sama atau satu hari setelahnya, tergantung kondisi kesehatan dan respons tubuh terhadap prosedur. Namun, sebelum meninggalkan rumah sakit, penting bagi pasien untuk memperhatikan aturan minum obat dan perawatan mandiri yang disampaikan oleh dokter.

 

Pasien tidak diizinkan mengubah dosis atau menghentikan penggunaan obat-obatan tanpa anjuran dari dokter. Dokter biasanya meresepkan obat antiplatelet atau pengencer darah, seperti aspirin, setelah pemasangan ring jantung untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah atau stent.

 

Berdasarkan panduan dari American College of Cardiology/American Heart Association (ACC/AHA), terapi antiplatelet diberikan setidaknya selama 12 bulan setelah pemasangan stent pada pasien dengan sindrom koroner akut, kecuali terdapat risiko perdarahan yang tinggi sehingga terapi perlu disesuaikan.

 

4. Pasien Harus Membatasi Aktivitas Tertentu

 

Pasien biasanya dianjurkan membatasi aktivitas berat untuk sementara waktu sesuai petunjuk dokter, termasuk bekerja, olahraga, maupun aktivitas seksual. Pasien umumnya diizinkan kembali bekerja sekitar satu minggu setelah tindakan.

 

5. Pasien Harus Menjalani Rehabilitasi Jantung

 

Mengingat bahwa prosedur pemasangan ring jantung merupakan bagian dari perawatan jangka panjang untuk menjaga fungsi jantung tetap bekerja dengan baik, maka pasien diharuskan untuk menjalani rehabilitasi jantung. Program rehabilitasi ini dapat dimulai sejak pasien masih dirawat di rumah sakit, kemudian dijadwalkan kembali untuk program lanjutan sekitar 4–8 minggu kemudian.

 

Meski program rehabilitasi sudah berakhir, pasien sebaiknya tetap rutin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya sesuai anjuran dokter. Kebiasaan ini penting untuk menjaga kesehatan jantung serta mengurangi risiko masalah jantung di kemudian hari.

 

Itulah penjelasan mengenai keterbatasan atau kelemahan pasang ring jantung yang perlu dipahami. Prosedur ini hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani prosedur ini.

 

Untuk mencapai pemulihan, diagnosis dan rencana terapi yang tepat memegang peranan penting. Oleh karena itu, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit jantung terbaik untuk mendapatkan penanganan atau mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur pemasangan ring jantung atau mengalami keluhan yang mengarah pada masalah jantung, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Siloam International Hospitals juga memiliki layanan Chest Pain Ready Hospitals yang membantu Anda mendapatkan penanganan penyakit jantung secara cepat dan tepat dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk menangani kegawatan jantung. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat atau hubungi emergensi 1-500-911 untuk pelayanan #CepatTepat.

 

banner artikel kv 2

Sumber

British Heart Foundation. Coronary angioplasty and stents (PCI). Diakses pada 2026 | American Heart Association. What is a Stent?. Diakses pada 2026 | NHS UK. Coronary angioplasty and stent insertion. Diakses pada 2026 | NIH. Living With a Stent. Diakses pada 2026 | Cureus. Individualizing Medicinal Therapy Post Heart Stent Implantation: Tailoring for Patient Factors. Diakses pada 2026. ACC/AHA. 2016 ACC/AHA Guideline Focused Update on Duration of Dual Antiplatelet Therapy in Patients With Coronary Artery Disease. Diakses pada 2026 | Journal of the American Heart Association. Extended Duration of Dual‐Antiplatelet Therapy After Percutaneous Coronary Intervention: How Long Is Too Long?. Diakses pada 2026 | BMC Cardiovascular Disorders. A systematic review and bioinformatic study on clinical, paraclinical, and genetic factors predisposing to stent restenosis following percutaneous coronary intervention. Diakses pada 2026 | Verywell Health. When Is It Safe to Drive After Anesthesia?. Diakses pada 2026 | American Journal of Translational Research. Efficacy and safety of coronary stent intervention for coronary heart disease and its impact on short-term and long-term prognosis. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail