Kesehatan Tubuh
Kurangi Risiko Alzheimer dengan 5 Gaya Hidup Sehat Ini

Table of Contents
Usia tua menjadi salah satu faktor risiko beragam penyakit, salah satunya alzheimer. Penyakit yang menyerang otak ini rentan dialami lansia di atas 65 tahun. Penyakit ini sering kali ditandai dengan penurunan daya ingat yang disertai gangguan kognitif pada penderitanya.
Sampai saat ini, alzheimer belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang dilakukan pun biasanya bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita agar bisa hidup semandiri mungkin.
Gaya Hidup Sehat untuk Kurangi Risiko Alzheimer
Selain itu, terdapat juga beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko alzheimer sejak dini:
1. Rutin Berolahraga
Olahraga tidak hanya menjaga agar tubuh tetap bugar, tapi juga otak lebih sehat dan aktif. Durasi dan frekuensi olahraga yang disarankan adalah 150 menit per minggu dengan intensitas olahraga sedang (medium). Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk merencanakan olahraga yang aman dan tepat bagi kesehatan tubuh dan otak.
2. Jaga Asupan Makan
Pola makan sehat dengan perbanyak konsumsi sayur dan buah segar, kacang-kacangan, dan gandum dapat mengurangi risiko terjadinya alzheimer sekaligus melindungi kesehatan otak. Anda juga disarankan untuk tidak minum alkohol dan membatasi konsumsi daging merah, terutama daging sapi.
3. Pastikan Otak Senantiasa Aktif
Otak yang aktif bekerja akan menurunkan risiko alzheimer. Anda dapat melakukan aktivitas yang membuat otak senantiasa aktif serta menunjang stimulasi mental, contohnya mempelajari bahasa baru, bermain game yang mengasah otak seperti puzzle, dan membaca buku.
4. Tidur Cukup
Rata-rata durasi tidur yang baik bagi orang dewasa adalah 7-8 jam per hari. Tidur cukup sangat berguna untuk mendukung kesehatan otak. Hal ini dikarenakan selama tidur, tubuh melakukan pembuangan racun termasuk yang ada di otak.
5. Rajin Bersosialisasi & Kelola Stres
Tidak hanya secara fisik, kesehatan mental juga berpengaruh pada kesehatan otak. Maka itu, penting bagi seseorang untuk mengembangkan kehidupan sosial dengan aktif bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar, serta mengelola stres yang dimiliki dengan meditasi atau ikut yoga. Kehidupan sosial dan kondisi pikiran yang baik akan memberikan stimulasi positif bagi otak.
Alzheimer bisa jadi disebut penyakit lansia, tapi bukan berarti Anda menganggap alzheimer wajar dialami. Sebagai penyakit yang rentan dialami lansia, justru alzheimer butuh dicegah sejak usia muda. Lakukan langkah sehat di atas secara rutin utuk mengurangi risikonya. Mencegah sejak dini lebih baik daripada mengobati.
Jika Anda atau orang terdekat membutuhkan bantuan profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Frandy Susatia, Sp.N, RVT, RPNI, FNIS, FMD, CIPS, COMSK, DABRM
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






