Liver Elastography, Pemeriksaan Akurat untuk Penyakit Hati Kronis
Kesehatan Tubuh

Liver Elastography, Pemeriksaan Akurat untuk Penyakit Hati Kronis

08 Mei 2025 4 menit waktu baca
dr. Saut Horas H. Nababan, Ph.D, SpPD, KGEH - Liver Elastography

Penyakit hati kronis yang dibiarkan tanpa penanganan tepat dapat mengarah pada kondisi yang lebih buruk, yakni fibrosis hati dan sirosis hati. Untuk membantu mengatasinya, diperlukan pemeriksaan elastografi hati (liver elastography) untuk memantau perkembangan kekakuan hati (liver stiffness) yang merupakan tanda dari adanya fibrosis hati.

 

Lalu, apa itu liver elastography dan bagaimana prosedurnya? Mari ketahui informasi selengkapnya dalam artikel berikut.

 

Apa itu Liver Elastography?

 

Secara sederhana, tujuan utama liver elastography adalah untuk mengukur derajat kekakuan hati sebagai tanda dari adanya fibrosis hati akibat penyakit hati kronis. Hal ini penting karena fibrosis hati adalah prediktor yang penting dalam menilai perkembangan penyakit hati kronis. Fibrosis hati yang terus berlanjut dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis hati, gagal hati, dan hipertensi portal.

 

Dengan menggunakan teknologi khusus, liver elastography bekerja secara non-invasif dengan melibatkan alat probe ultrasonografi yang mengantarkan sinyal berfrekuensi rendah atau shear wave ke jaringan hati.

 

Keunggulan Liver Elastography

 

Saat ini, elastografi hati kerap menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan karena keunggulan berikut ini:

  • Bersifat non-invasif (tanpa perlu melakukan tindakan invasif seperti biopsi hati).

  • Tidak ditemukan adanya risiko komplikasi dari pemeriksaan ini.

  • Prosedur berlangsung cepat, umumnya membutuhkan waktu 5–30 menit.

  • Tingkat akurasi diagnostik tinggi.

  • Pasien dapat langsung beraktivitas seperti biasa tanpa adanya restriksi setelah prosedur pemeriksaan.

 

Perlu diketahui, elastografi hati bukanlah satu-satunya metode pemeriksaan yang digunakan dalam mendiagnosis dan mengamati perkembangan penyakit hati kronis. Terdapat pemeriksaan lain seperti ultrasonografi hati, pemeriksaan darah, dan radiologi (CT scan & MRI) yang hasilnya dapat saling melengkapi untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

 

Jenis-Jenis Liver Elastography

 

Terdapat beberapa jenis elastografi hati yang umum tersedia di Indonesia, yakni:

 

 

Teknik elastografi hati ini memanfaatkan gelombang suara atau getaran yang dihasilkan oleh sinyal ultrasound untuk mengukur derajat kekakuan jaringan hati. Teknik ini menggunakan probe USG hati dengan hasil gambaran 2D.

 

 

Fibroscan adalah teknik elastografi hati yang paling umum digunakan di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan perangkat khusus yang memanfaatkan gelombang suara untuk mengukur tingkat kekakuan jaringan hati. Hasil pemeriksaan fibroscan diperhitungkan dalam satuan kPa (kilopascal) yang menunjukkan derajat fibrosis hati. Seseorang dengan penyakit hati tentunya akan memiliki nilai kPa yang lebih tinggi dari rentang normal.

 

 

MRE adalah teknik elastografi hati yang menggunakan resonansi magnetik dan gelombang radio untuk membuat peta yang menunjukkan area kekakuan jaringan hati. Pemeriksaan ini dinilai sangat akurat dan biasanya digunakan ketika hasil pemeriksaan elastografi lainnya belum memberikan hasil yang cukup jelas.

 

Setiap jenis pemeriksaan elastografi hati memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Pemilihan jenis elastografi hati yang tepat tergantung pada kondisi medis pasien, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan preferensi dokter.

 

Kondisi yang Membutuhkan Liver Elastography

 

Berikut adalah beberapa kondisi yang membutuhkan pemeriksaan liver elastography:

  • Infeksi hepatitis B dan hepatitis C kronis.

  • Sirosis hati.

  • Penyakit hati terkait konsumsi alkohol (alcoholic liver disease

  • Penyakit perlemakan hati non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease).

  • Kerusakan hati akibat penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama.

  • Gangguan autoimun atau kelainan genetik tertentu yang dapat meningkatkan risiko sirosis hati.

 

Pasien dengan kondisi obesitas, terdapat cairan di rongga perut (ascites), hepatitis akut, gagal jantung kanan, dan ketidakmampuan untuk berbaring telentang akan dipertimbangkan lebih lanjut oleh dokter. Pasalnya, kondisi-kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat keakuratan hasil pada pemeriksaan elastografi hati.

 

Prosedur Pemeriksaan Liver Elastography

 

Pasien yang hendak menjalani liver elastography tidak membutuhkan persiapan khusus. Namun, dokter umumnya akan menginstruksikan pasien untuk berpuasa selama kurang lebih tiga jam sebelum menjalani pemeriksaan. 

 

Ada pun beberapa tahapan dalam proses pemeriksaan yang umum dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pasien diminta untuk berbaring telentang di atas meja pemeriksaan.

  • Petugas radiologi akan mengoleskan gel di area perut yang akan diperiksa.

  • Petugas radiologi akan mengarahkan alat transduser pada perut pasien.

  • Gelombang suara yang terekam dari alat akan menampakkan gambar organ hati yang mengalami kekakuan pada layar monitor dan menunjukkan derajat kekakuan pada organ hati. 

 

Hasil pemeriksaan Liver Elastography

 

Hasil pemeriksaan elastografi hati akan menunjukkan level fibrosis hati dengan nilai sebagai berikut:

  • Non signifikan atau normal (F0–F1)

  • Moderate scarring (F2)

  • Severe scarring (F3)

  • Very severe scarring (F4)

 

Sementara itu, untuk derajat perlemakan hati, hasil ditunjukkan dengan nilai sebagai berikut:

  • Ringan (<30%).

  • Sedang (30–60%).

  • Berat (>60%).

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat membuat diagnosis, merencanakan pengobatan, dan memantau perkembangan penyakit hati. Apabila pasien didiagnosis mengalami fibrosis hati, dokter akan memberikan pengobatan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

 

Itulah penjelasan mengenai pemeriksaan elastografi hati yang perlu diketahui. Apabila Anda membutuhkan pemeriksaan untuk menilai perkembangan penyakit hati kronis, khususnya dengan liver elastography, segera hubungi MRCCC Siloam Semanggi atau Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

 

Siloam Hospitals menyediakan layanan pemeriksaan elastografi hati yang telah menjadi salah satu pemeriksaan rutin untuk memeriksa pasien dengan penyakit hati kronis. Layanan liver elastography Siloam Hospitals juga sudah dilengkapi dengan peralatan modern serta dokter dan tenaga medis yang berpengalaman dalam mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau membuat janji dengan dokter spesialis terkait, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter atau melalui aplikasi MySiloam. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail