6 Rekomendasi Makanan Penghilang Mual yang Dapat Dicoba
Kesehatan Tubuh

6 Rekomendasi Makanan Penghilang Mual yang Dapat Dicoba

22 Agustus 2024 • 3 menit waktu baca
makanan penghilang mual

Mual adalah suatu kondisi yang umum dialami oleh setiap orang. Untuk meredakannya, penderita bisa mencoba cara alami menggunakan makanan-makanan yang dapat membantu mengurangi mual, seperti jahe, buah-buahan, dan sebagainya. Mari simak penjelasan selengkapnya tentang beberapa rekomendasi makanan penghilang mual melalui ulasan di bawah ini.

 

Rekomendasi Makanan Penghilang Mual

 

Pada dasarnya, terdapat berbagai faktor yang menjadi penyebab mual, mulai dari masalah kesehatan yang ringan hingga serius. Adapun masalah ringan tersebut mencakup mabuk perjalanan, stres, dan lain sebagainya. Mengonsumsi makanan penghilang mual mungkin bisa menjadi alternatif untuk meredakan mual yang disebabkan oleh masalah kesehatan ringan. 

 

Berikut adalah uraian mengenai masing-masing rekomendasi makanan penghilang mual yang aman untuk dicoba dan mudah didapatkan.

 

1. Jahe

 

Sejak dahulu, jahe sudah populer sebagai tanaman herbal yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk mual. Jahe diketahui mengandung gingerol dan shogaol yang bermanfaat untuk mempercepat pengosongan lambung sehingga rasa mual bisa mereda.

 

Para ahli percaya bahwa kandungan-kandungan tersebut dapat berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan perut untuk mengurangi gejala mual. Berkat manfaatnya tersebut, jahe sering digunakan sebagai obat alami penghilang mual akibat mabuk perjalanan, hamil, atau efek samping kemoterapi.

 

Jahe bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai biskuit jahe, teh, jahe yang dikristalisasi, atau ekstrak jahe berbentuk kapsul. Namun, jika ingin mendapatkan manfaat optimal, Anda disarankan untuk mengonsumsi air rebusan jahe, teh jahe, atau kapsul jahe.

 

2. Buah-buahan

 

Buah-buahan seperti pisang dan apel juga diketahui dapat membantu mengatasi mual. Pisang dapat dikonsumsi saat mengalami mual disertai dengan muntah. Pasalnya, pisang mampu menggantikan elektrolit yang hilang saat muntah dan mengembalikan energi, sehingga tubuh pun lebih cepat pulih.

 

Sementara itu, apel mengandung serat yang dapat membantu membuang racun penyebab mual di saluran pencernaan sehingga gejala tersebut bisa mereda. Pilihlah apel merah daripada apel hijau, mengingat bahwa apel hijau cenderung lebih asam.

 

3. Kentang

 

Makanan penghilang mual berikutnya adalah kentang. Tidak hanya mengandung karbohidrat yang tinggi, kentang cenderung tidak memiliki aroma yang kuat dan terasa hambar sehingga tidak akan memperparah gejala mual. Jika ingin mengonsumsi kentang, cobalah mengolahnya dengan cara direbus agar tidak membebani kerja sistem pencernaan.

 

Selain itu, kentang juga bisa menjadi campuran kaldu. Pasalnya, kaldu kerap menjadi alternatif makanan untuk menghilangkan mual yang disertai muntah karena bisa membantu mengembalikan elektrolit serta hidrasi tubuh.

 

4. Makanan Dingin

 

Ketika sedang merasa tidak enak badan, seperti mual, biasanya seseorang lebih menoleransi makanan dingin daripada makanan hangat. Hal ini dikarenakan makanan hangat cenderung menimbulkan bau lebih menyengat sehingga bisa memperparah gejala mual. Beberapa pilihan makanan dingin yang dapat dicoba untuk meredakan mual adalah:

 

  • Buah-buahan dingin.

  • Es krim.

  • Yoghurt.

  • Puding.

  • Es batu.

 

5. Makanan Kering

 

Makanan kering, seperti biskuit, roti panggang, dan sereal juga kerap dimanfaatkan sebagai makanan penghilang mual, termasuk mual yang disebabkan oleh kehamilan (morning sickness). Sebenarnya, belum diketahui secara pasti mengapa seseorang dapat menoleransi makanan yang kering dan tawar saat mual.

 

Namun, biskuit, sereal, dan roti panggang merupakan makanan cepat saji yang membutuhkan sedikit pengolahan sehingga baunya tidak menyengat. Inilah yang mungkin bisa membantu meredakan mual saat perut sedang kosong.

 

6. Makanan Kaya Protein

 

Pada dasarnya, protein menghasilkan enzim untuk mencerna makanan dan mengoksidasi darah agar mendistribusikan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Belum diketahui secara pasti relevansi antara protein untuk mencegah mual. Namun, terdapat kemungkinan bahwa protein dapat membantu menormalkan aktivitas lambung dengan meningkatkan sekresi gastrin (hormon yangmerangsang sekresi asam lambung).

 

Selain itu, penelitian dalam National Library of Medicine menyebutkan bahwa ibu hamil lebih baik mengonsumsi makanan kaya protein, seperti telur, susu, produk susu, ikan, dan daging unggas, serta memastikan minum air yang cukup setiap hari untuk mengatasi morning sickness.

 

Beberapa jenis makanan tinggi protein yang baik dikonsumsi untuk mengurangi rasa mual adalah sebagai berikut:

 

  • Selai kacang.

  • Ikan.

  • Telur rebus.

  • Greek yoghurt.

  • Tahu kukus.

 

Seperti yang sudah dijelaskan, mengonsumsi makanan penghilang mual dapat membantu rasa tidak nyaman akibat mual yang disebabkan oleh masalah kesehatan ringan, seperti mabuk perjalanan. Namun, bila Anda mengalami mual yang tak kunjung hilang, sebaiknya segera periksakan diri ke Dokter Umum di Siloam Hospitals.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail