Mengenal Asma Nokturnal, Serangan Asma di Malam Hari
Kesehatan Tubuh

Mengenal Asma Nokturnal, Serangan Asma di Malam Hari

19 Juni 2025 4 menit waktu baca
asma nokturnal

 

Terbangun di malam hari karena sesak napas, batuk, atau dada terasa berat bisa menjadi tanda adanya gangguan pernapasan yang disebut asma nokturnal. Kondisi ini merupakan bentuk asma yang gejalanya memburuk saat malam hari, terutama saat tubuh sedang beristirahat. Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Asma Nokturnal?

 

Asma adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan penyempitan saluran udara di paru-paru. Serangan asma biasanya kambuh ketika penderitanya terpapar pemicu, seperti alergen atau bau yang kuat. Asma nokturnal artinya serangan asma yang terjadi di malam hari.

 

Ketika penderita asma dan terbangun dengan batuk serta mengi di malam hari, mungkin menjadi tanda-tanda asma nokturnal. Seperti asma di siang hari, asma nokturnal bisa bervariasi dari yang ringan hingga berat. 

 

Meskipun pengobatan asma telah dilakukan secara ekstensif, masih banyak pasien asma yang tidak dapat mengendalikan gejalanya, meskipun pengobatan telah dilakukan sesuai dengan pedoman yang diberikan. Banyak di antaranya yang mungkin disebabkan oleh gejala yang terjadi di malam hari yang juga dikenal sebagai asma nokturnal. 

 

Gejala asma nokturnal dapat berkisar dari gejala yang disebutkan sebelumnya seperti mengi, sesak napas, dan/atau batuk, yang terjadi di malam hari dan mengganggu tidur. Sebagai informasi, gejala asma muncul di malam hari dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

 

Penyebab Asma Nokturnal

 

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan serangan asma nokturnal, di antaranya:

 

  • Paparan alergen di kamar tidur, seperti debu yang berasal dari kasur, bantal, dan selimut.

  • Perubahan hormon di malam hari, seperti hormon epinefrin dan kortisol (hormon yang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka) yang menurun saat tidur atau melatonin (hormon tidur) yang meningkat.

  • Posisi tidur. Beberapa posisi tidur bisa membuat napas terasa lebih berat, terutama jika asma dipicu oleh GERD.

  • Perubahan suhu dan udara. Pasalnya, udara malam yang lebih dingin atau penggunaan pendingin ruangan bisa menyebabkan saluran napas lebih dingin dan kehilangan kelembapan. Ini merupakan pemicu umum serangan asma.

  • GERD (gastroesophageal reflux disease). Asam lambung yang naik saat berbaring bisa masuk ke kerongkongan atau bahkan paru-paru dapat memicu:

    • Iritasi saluran napas.

    • Penyempitan saluran napas.

    • Produksi lendir berlebih.

  • Obstructive Sleep Apnea (OSA). Kondisi ini ditandai dengan kolapsnya saluran napas bagian atas yang bergantung pada kondisi tidur secara episodik. Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa OSA dan asma dapat terjadi bersamaan.

 

Gejala Asma Nokturnal

 

Asma nokturnal biasanya terasa seperti asma di siang hari, hanya saja serangannya terjadi di malam hari. Beberapa gejala umumnya adalah:

 

  • Mengi.

  • Batuk.

  • Sesak napas atau kesulitan napas.

 

Serangan asma di malam hari pada anak-anak dapat menyebabkan penderitanya lelah dan kurang tidur. Pada akhirnya, siklus tidur akan terganggu. Anak-anak dengan asma nokturnal mungkin mengalami kantuk di siang hari atau perubahan perilaku karena kurang tidur.

 

Diagnosis Asma Nokturnal

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pemerian paru-paru dengan menggunakan stetoskop. Jika diperlukan, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan tambahan, seperti:

 

  • Tes laboratorium darah.

  • Tes pencitraan, seperti rontgen dada.

  • Tes fungsi paru-paru.

 

Pengobatan Asma Nokturnal

 

Asma nokturnal tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, gejalanya bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Dokter akan menyesuaikan pengobatan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan asma (ringan, sedang, berat), agar gejala malam bisa dikendalikan dan tidur jadi lebih nyenyak. Beberapa perawatan yang disarankan oleh dokter adalah sebagai berikut:

 

  • Obat seperti kortikosteroid hirup sangat efektif untuk mengurangi peradangan pada saluran napas dan mencegah gejala saat tidur.

  • Bronkodilator kerja panjang (long-acting bronchodilator) dalam bentuk inhaler untuk membantu mencegah kejang otot di saluran napas (bronkospasme) dan mengurangi gejala asma.

  • Mengombinasikan kortikosteroid dengan bronkodilator kerja panjang. Upaya ini akan sangat membantu dalam menjaga saluran napas tetap terbuka sepanjang malam.

  • Jika pasien memiliki GERD sekaligus asma, dokter dapat memberikan obat penurun produksi asam lambung. Pasalnya, GERD bisa memperburuk gejala asma.

  • Menggunakan peak flow meter, alat yang digunakan untuk memantau fungsi paru-paru sepanjang hari, termasuk malam. 

  • Menghindari pemicu alergi di kamar, seperti membersihkan tungau debu, bulu hewan, atau bahan dari bulu angsa.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan asma nokturnal secara spesifik. Artinya, penyebab dan gejala tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada asma di malam hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi Subspesialis Imunologi dan Penyakit Paru Interstisial  di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

WebMD. Nocturnal Asthma (Nighttime Asthma). Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Why Is My Asthma Worse at Night?. Diakses pada 2025 | Everyday Health. What Is Nocturnal (Nighttime) Asthma?. Diakses pada 2025 | Asian Pacific Journal of Allergy and Immunology. Nocturnal asthma. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail