Kesehatan Tubuh
Efek Somogyi Sering Dialami Penderita Diabetes, ini Gejalanya!

Table of Contents
Efek Somogyi adalah suatu kondisi yang bisa terjadi pada penderita diabetes, yaitu ketika kadar gula darah menurun drastis di malam hari dan melonjak tinggi pada pagi harinya. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mempersulit pengelolaan diabetes dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang. Simak informasi selengkapnya tentang efek Somogyi melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Efek Somogyi?
Seperti yang sudah dijelaskan, efek Somogyi adalah fenomena hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) di pagi hari yang disebabkan oleh hipoglikemia (kadar gula dalam darah rendah) di malam hari. Efek ini biasanya lebih sering terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan terapi insulin.
Sebagai informasi, istilah Somogyi berasal dari nama dokter yang pertama kali menulis tentang efek ini pada tahun 1930-an, dr. Michael Somogyi. Terkadang, efek Somogyi disebut juga sebagai rebound hyperglycemia, chronic Somogyi rebound, atau posthypoglycemic hyperglycemia. Efek Somogyi adalah salah satu dari beberapa kemungkinan penyebab kadar gula darah tinggi pada pagi hari. Adapun penyebab lainnya meliputi:
-
Dosis insulin kerja panjang yang diberikan sebelum tidur tidak sesuai.
-
Fenomena fajar.
-
Salah menghitung dosis obat.
-
Resistensi insulin.
Perbedaan Efek Somogyi dan Dawn Phenomenon
Efek Somogyi dan dawn phenomenon (fenomena fajar) adalah dua fenomena yang dapat menyebabkan penderita diabetes memiliki kadar gula darah tinggi di pagi hari. Meski serupa dalam hasil akhir, kedua fenomena ini memiliki mekanisme yang berbeda.
Fenomena fajar adalah suatu kondisi yang lebih umum terjadi daripada efek Somogyi. Fenomena ini juga berkontribusi terhadap hiperglikemia pagi hari karena peningkatan konsentrasi hormon antagonis insulin, seperti hormon pertumbuhan, kortisol, glukagon, dan adrenalin, yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Namun, fenomena ini tidak disebabkan atau tidak didahului oleh episode hipoglikemia sebelumnya.
Studi pada populasi tanpa diabetes telah menunjukkan bahwa kadar glukosa darah dan insulin plasma tetap stabil sepanjang malam. Hanya terjadi sedikit sekresi insulin sebelum fajar yang berfungsi untuk menekan produksi glukosa hati.
Hiperglikemia pada pagi hari akan dicegah oleh peningkatan insulin alami ini. Oleh karena itu, fenomena fajar tidak terjadi pada pasien tanpa diabetes karena mereka dapat mengeluarkan insulin dalam jumlah normal untuk mencegah terjadinya hiperglikemia.
Di sisi lain, efek Somogyi lebih jarang terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penurunan drastis kadar gula darah di malam hari (hipoglikemia) yang biasanya dipicu oleh dosis insulin malam hari yang terlalu tinggi dan kurangnya asupan makanan sebelum tidur.
Penyebab Efek Somogyi
Teori efek Somogyi menyatakan bahwa kadar gula darah yang terlalu rendah di malam hari karena dosis insulin yang tidak tepat dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon untuk mencegah kadar gula darah rendah (hipoglikemia).
Sebagai respons terhadap hipoglikemia, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin, hormon pertumbuhan, kortikosteroid, dan glukagon. Hormon-hormon ini akan merangsang hati untuk melepaskan glukosa dalam jumlah besar dan memobilisasi cadangan energi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah.
Pada penderita diabetes, peningkatan kadar gula darah ini sulit diatasi karena penderita kekurangan insulin, sehingga akan menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi di pagi hari. Sementara itu, jika seseorang tidak menderita diabetes, pankreas akan memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula darah secara alami hingga kembali normal. Inilah alasan mengapa efek Somogyi tidak memengaruhi orang yang tidak menderita diabetes.
Gejala Efek Somogyi
Efek Somogyi ditandai dengan tinggi kadar gula darah di pagi hari. Hal ini bisa diketahui melalui pembacaan glukometer atau continuous glucose monitoring/CGM (alat pemantau glukosa) ketika bangun tidur. Gejala yang ditimbulkan efek ini bisa bervariasi, tergantung dari seberapa tinggi kadar gula darah saat bangun tidur. Secara umum, gejalanya meliputi:
-
Rasa haus yang meningkat (polidipsi).
-
Rasa lapar yang meningkat (polifagi).
-
Sering buang air kecil (poliuri).
-
Sakit kepala.
-
Gelisah dan mudah cemas.
Diagnosis Efek Somogyi
Penderita diabetes dianjurkan untuk rutin memeriksa kadar gula darahnya, terutama saat pagi hari agar hasilnya lebih akurat. Bila hasil pengukuran gula darah sering menunjukkan angka yang tinggi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Selama proses penegakan diagnosis untuk menentukan penyebabnya, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan tambahan apabila diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis. Pasien dapat diminta untuk melakukan CGM sekitar pukul 2–3 pagi.
Cara Mengatasi Efek Somogyi
Setelah dokter menentukan bagaimana pola kadar gula darah sepanjang malam, dokter akan memberi tahu pasien tentang perubahan yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan kadar gula darah di pagi hari. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan kadar gula darah setiap orang berbeda-beda, sehingga langkah pencegahan dan penanganannya pun bisa berbeda.
Kendati demikian, beberapa langkah perubahan yang umumnya disarankan oleh dokter untuk mencegah peningkatan kadar gula darah di pagi hari adalah sebagai berikut:
-
Menyesuaikan jenis makanan yang dikonsumsi untuk makan malam.
-
Mengonsumsi makanan atau camilan kecil sebelum tidur yang mengandung karbohidrat kompleks untuk mencegah hipoglikemia di malam hari.
-
Penyesuaian dosis insulin malam.
-
Melakukan CGM secara rutin.
Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili efek Somogyi. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, agar tidak salah penanganan, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat bila mengalami gejala seperti rasa haus yang tidak biasa dan sering buang air kecil.
Perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika disarankan oleh dokter untuk mengontrol kondisi diabetes, Anda juga bisa memesan paket laboratorium Gula/Diabetes melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Cleveland Clinic. Somogyi Effect. Diakses pada 2024 | WebMD. Dawn Phenomenon or Somogyi Effect. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Somogyi Phenomenon. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






