Kesehatan Tubuh
Mengenal Fibroma, Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Fibroma adalah tumor jinak nonkanker yang terbentuk dari jaringan ikat (fibrosa) yang bisa tumbuh di bagian mana saja di dalam tubuh. Pada sebagian kasus, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Lantas, apa penyebab fibroma? Bagaimana cara mengobatinya? Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.
Apa itu Fibroma?
Fibroma adalah jenis tumor jinak yang terbentuk dari jaringan fibrosa (ikat berserat). Jaringan ikat berserat ini tersebar di seluruh tubuh, sehingga tumor bisa muncul di hampir semua bagian tubuh. Fibroma adalah suatu kondisi yang jarang disadari keberadaannya karena cenderung tidak menimbulkan gejala yang signifikan.
Jenis-Jenis Fibroma
Fibroma adalah tumor jinak atau nonkanker yang bisa terbentuk di kulit, organ, atau jaringan di dalam tubuh. Berdasarkan lokasi tumbuhnya, fibroma terbagi menjadi beberapa jenis. Mulai dari plantar fibroma, angiofibroma, hingga uterine fibroid, berikut masing-masing penjelasannya.
-
Plantar fibroma: Plantar fascia adalah jaringan yang membentang dari tumit ke jari-jari kaki dan berfungsi menopang otot dan mendistribusikan beban tubuh. Fibroma ini tumbuh di jaringan plantar fascia di lengkungan telapak kaki.
-
Non-ossifying fibroma: Tumor tulang jinak yang terbuat dari jaringan seperti jaringan parut (scar tissue). Tumor ini tidak mengapur ke dalam jaringan tulang. Meski tumbuh pada tulang, tumor ini tidak terbuat dari tulang.
-
Angiofibroma: Tumor ini terbentuk dari pembuluh darah dan jaringan fibrosa. Tumor ini terlihat seperti jerawat kecil berwarna merah muda di pipi atau hidung.
-
Dermatofibroma: Tumor ini dapat tumbuh di mana saja di lapisan kulit, namun paling sering di lengan atas, kaki bagian bawah, dan punggung atas. Dermatofibroma terasa seperti benjolan keras di bawah kulit, warnanya bisa seperti warna merah muda, seperti daging atau ungu tua.
-
Oral fibroma: Fibroma yang tumbuh di bagian dalam mulut, paling sering di bagian dalam pipi, di mana gigi atas dan bawah bertemu. Jenis fibroma ini disebut juga dengan fibroma iritasi atau traumatik karena biasanya terjadi setelah adanya trauma di area tersebut.
-
Uterine fibroid: Disebut juga sebagai fibroma rahim, yaitu tumor yang tumbuh di dinding dalam atau luar rahim.
Penyebab Fibroma
Fibroma dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa kasus berkembang karena penyebab yang tidak diketahui, contohnya plantar fibroma dan non-ossifying fibromas. Namun, sebagian lainnya, seperti angiofibroma, berkembang ketika sel tumbuh secara tidak terkendali akibat mutasi genetik.
Ada pula jenis fibroma yang dapat disebabkan oleh cedera atau trauma lain di area tersebut, contohnya oral fibroma dan dermatofibroma. Obat-obatan tertentu juga dapat memicu jenis fibroma tertentu.
Sementara itu, fibroid rahim disebabkan oleh adanya gangguan pada hormon. Pada kondisi ini, jumlah reseptor estrogen dan progesteron di dalam sel fibroid rahim lebih banyak dibandingkan dengan sel normal di jaringan rahim. Tumor ini biasanya akan mengecil seiring dengan penurunan kadar hormon setelah menopause.
Gejala Fibroma
Sebagian fibroma tidak menimbulkan gejala apa pun. Jika timbul, gejalanya pun bervariasi, tergantung dari jenisnya. Misalnya, plantar fibroma ditandai dengan munculnya benjolan di lengkungan kaki yang terasa keras saat disentuh, sehingga penderita mungkin akan merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan akibat kondisi ini.
Non-ossifying fibroma dapat menimbulkan gejala berupa pembengkakan dan nyeri jika ukurannya terlalu besar. Namun, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Sedangkan, dermatofibroma mungkin tidak memunculkan gejala signifikan selain benjolan yang bisa terasa gatal, berubah warna, dan sensitif terhadap sentuhan yang memicu nyeri.
Sementara itu, gejala oral fibroma adalah terbentuknya benjolan halus yang warnanya sama dengan bagian mulut, tetapi tidak menimbulkan gejala lain. Lalu, pada fibroma rahim, beberapa gejala yang bisa muncul adalah sebagai berikut:
-
Nyeri punggung bawah.
-
Nyeri panggul.
-
Masalah kandung kemih dan usus.
-
Dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual).
-
Menstruasi tidak teratur.
-
Menstruasi berat atau berkepanjangan.
-
Perdarahan abnormal di antara siklus menstruasi.
Diagnosis Fibroma
Dalam proses diagnosis fibroma, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat medis pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Tergantung dari jenis pertumbuhannya, dokter bisa meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang guna mengonfirmasi diagnosis. Tes ini meliputi:
-
USG.
-
X-ray.
-
Bone scan.
-
CT scan.
-
MRI.
-
Biopsi.
Pengobatan Fibroma
Apabila fibroma tidak menyebabkan gejala, tumor ini biasanya tidak akan diangkat. Namun, jika pertumbuhannya menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, langkah pengobatan bisa dipertimbangkan. Pengobatan ini akan disesuaikan dengan jenis fibroma pada masing-masing pasien.
-
Plantar fibroma: Perawatan noninvasif, seperti sisipan untuk sepatu (ortotik), latihan peregangan (stretching), atau injeksi obat kortikosteroid. Dokter jarang merekomendasikan pembedahan untuk kondisi ini.
-
Non-ossifying fibroma: Biasanya jarang membutuhkan pengobatan. Jika ukurannya terlalu besar, dokter akan menyarankan pengangkatan tumor untuk mencegah pelemahan struktural tulang, khususnya pada anak-anak.
-
Angiofibroma: Perawatan yang disarankan adalah perawatan laser atau dermabrasi. Perawatan ini dibutuhkan untuk meredakan nyeri atau karena alasan estetika.
-
Dermatofibroma: Pengangkatan tumor melalui pembedahan.
-
Oral fibroma: Penanganan yang disarankan adalah pengangkatan tumor melalui pembedahan. Selain itu, penderita harus berhati-hati agar tidak terjadi cedera atau trauma kembali, karena kondisi ini mungkin berulang.
-
Uterine fibroid: Pilihan pengobatan noninvasif untuk uterine fibroid meliputi obat-obatan dan embolisasi pembuluh darah rahim. Jika hal ini memengaruhi kesuburan, maka dokter dapat merekomendasikan pembedahan.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi fibroma. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.
Sumber
Cleveland Clinic. Fibroma. Diakses pada 2024 | Brigham and Women’s Hospital. Fibroma. Diakses pada 2024 | Ophthalmol, Indian J. Multiple soft fibromas of the lid. Diakes pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ralph Girson Gunarsa, SpPD-KHOM, FINASIM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Elisabeth Maria De Haan, SpPD-KHOM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
CT Whole ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut
CT Scan
Rp2.495.000
TERPOPULER
CT Lower ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut Bawah
CT Scan
Rp2.079.000
X-RAY LONG LEG
Rontgen / X-Ray
Rp670.000
TERPOPULER
X-RAY LONG VIEW EXTERMITAS BAWAH / LONG LIMB
Rontgen / X-Ray
Rp650.500
TERPOPULER
X-RAY SHOULDER (1 POSISI)
Rontgen / X-Ray
Rp214.000






