Kenali Risiko Lensa Intraokular dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai!
Kesehatan Tubuh

Kenali Risiko Lensa Intraokular dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai!

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
lensa intraokular

 

Lensa intraokular adalah lensa buatan berwarna jernih yang digunakan untuk menggantikan lensa alami mata. Lensa ini dipasang atas indikasi khusus, seperti umumnya pada penyakit  katarak melalui prosedur operasi. Implan ini juga dapat membantu memperbaiki berbagai masalah penglihatan, termasuk rabun jauh dan rabun dekat yang berkaitan dengan usia. Apa saja kondisi yang bisa diatasi dengan lensa intraokular? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Lensa Intraokular?

 

Lensa intraokular atau intraocular lens (IOL) adalah lensa buatan jernih yang ditanamkan di mata untuk menggantikan lensa alami mata. Implan ini bersifat permanen, artinya akan tertanam di mata seumur hidup. Lensa ini bekerja sama seperti kacamata atau lensa kontak, yaitu untuk memperbaiki berbagai masalah penglihatan, termasuk:

 

 

Pada dasarnya, bahan yang digunakan pada pembuatan lensa intraokular terbuat dari dua bahan utama, yaitu silikon dan akrilik. Lensa buatan ini juga dilapisi dengan bahan khusus yang berfungsi untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV) matahari yang berbahaya. Pemasangan lensa ini dilakukan selama operasi penggantian lensa mata, paling umum dilakukan selama operasi katarak.

 

Kondisi yang Membutuhkan Lensa Intraokular

 

Dokter bisanya merekomendasikan penanaman lensa intraokular pada pasien yang:

 

  • Menderita katarak yang membuat penglihatan menjadi tidak jelas akibat lensa alami yang dimiliki mata sudah keruh dan buram. Hampir semua orang yang menjalani operasi katarak memerlukan implan ini untuk memulihkan penglihatannya.

  • Menderita kelainan refraksi yang memengaruhi penglihatan, namun tidak bisa menjalani LASIK atau operasi koreksi penglihatan lainnya.

 

Jenis-Jenis Lensa Intraokular

 

Lensa intraokular terbagi menjadi beberapa jenis, berikut masing-masing penjelasannya:

 

1. IOL Monofokal

 

Jenis lensa ini merupakan lensa yang paling sering digunakan. IOL monofokal hanya memiliki satu titik fokus sehingga dapat memberikan ketajaman tinggi untuk satu jarak fokus, terutama jarak jauh. Hal ini bermanfaat bagi pasien yang prioritasnya adalah melihat dengan jelas pada jarak jauh, misalnya untuk mengemudi. Kebanyakan orang yang sudah menggunakan IOL monofokal masih tetap perlu menggunakan kacamata untuk penglihatan jarak dekat. 

2. IOL Torik

 

Jenis lensa ini digunakan untuk membantu orang yang memiliki astigmatisme. Lensa ini dapat meningkatkan kemampuan cahaya mengenai retina sehingga membuat penglihatan menjadi lebih tajam dan jernih. Lensa torik tersedia dalam bentuk monofokal, multifokal, akomodatif, dan extended depth of focus (EDOF). Lensa torik juga dapat membantu mengurangi jumlah cahaya silau dan fenomena optis halo (lingkaran cahaya yang muncul di sekitar sumber cahaya) yang umumnya dialami oleh penderita astigmatisme.

 

3. IOL Akomodasi

 

Jenis lensa ini mirip dengan lensa alami mata karena bentuknya dapat disesuaikan untuk membantu melihat objek jarak dekat atau jauh. Lensa ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kacamata, namun beberapa orang mungkin merasa lebih nyaman menggunakan kacamata untuk aktivitas-aktivitas tertentu, seperti membaca atau fokus pada objek jarak dekat dalam waktu lebih lama.

 

4. IOL Multifokal

 

Berbeda dengan IOL monofokal, lensa ini memiliki beberapa titik fokus, sehingga dapat membantu pasien melihat jelas pada berbagai jarak, baik jarak dekat, mengengah, maupun jarak jauh. Kekurangannya, karena terdapat beberapa titik fokus, otak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi, tidak seperti IOL monofokal yang proses adaptasinya lebih cepat karena otak hanya perlu berfokus pada satu titik fokus saja. Seiring waktu, beberapa orang tidak lagi memerlukan kacamata.

 

5. Extended depth-of-focus (EDOF) Lenses


Lensa EDOF memiliki satu titik fokus panjang yang membuat jarak pandang dan kedalaman fokus lebih luas. Artinya, lensa ini bisa membuat seseorang melihat jarak jauh dengan jelas dan juga penglihatan jarak menengah (misalnya untuk melihat komputer) lebih baik. Namun, untuk melihat dalam jarak dekat, seperti membaca buku, pasien biasanya tetap memerlukan kacamata.

 

6. Light-adjustable lenses (LALs)

 

Jenis lensa intraokular ini berbeda dengan jenis lensa lainnya karena dokter spesialis mata dapat menyempurnakan daya koreksinya setelah operasi penggantian lensa. Prosedur ini dapat dilakukan melalui serangkaian perawatan sinar UV yang dilakukan beberapa hari sekali. 

 

Dokter akan menyesuaikan bentuk lensa agar pasien bisa mendapatkan hasil visual yang diinginkan. Lensa ini membantu pasien mendapatkan koreksi penglihatan yang optimal, namun biasanya masih tetap berfungsi sebagai lensa monofokal,sehingga kacamata tetap diperlukan untuk membaca atau mengemudi.

 

Risiko Efek Samping Lensa Intraokular

 

Pemasangan lensa intraokular cenderung aman dan jarang menimbulkan efek samping atau komplikasi. Bila ada, beberapa risiko efek samping atau komplikasi yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

 

  • Kekeruhan kapsul posterior: Kondisi ini dikenal juga sebagai katarak sekunder. Kondisi ini dapat terjadi setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun ketika kapsul yang menahan lensa buatan menjadi keruh akibat adanya material mirip seperti film yang tumbuh di belakang lensa yang ditanamkan.Kondisi ini cukup sering ditemukan dan penanganannya bisa dilakukan dengan cepat, yaitu melalui prosedur laser YAG capsulotomy. Tindakan ini dilakukan untuk membuka area yang keruh agar penglihatan kembali jernih.

  • Dislokasi lensa intraokular: Lensa bergeser dari posisi normalnya. Risiko komplikasi ini bisa semakin meningkat pada penderita sindrom pseudoeksfoliasi, pernah mengalami trauma mata atau menjalani operasi mata sebelumnya, dan memiliki kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Marfan. Biasanya, komplikasi ini memerlukan tindakan operasi untuk mengembalikan posisi lensa.

  • Uveitis-glaucoma-hyphema (UGH) syndrome: Kondisi ini bisa terjadi ketika lensa intraokular mengiritasi iris dan bagian mata lainnya hingga menyebabkan peradangan, peningkatan tekanan intraokular, serta kemungkinan perdarahan di ruang depan mata. Gejalanya meliputi nyeri mata, kemerahan, dan penglihatan kabur. Penanganan kondisi ini bisa mencakup pengobatan untuk mengurangi peradangan atau operasi lebih lanjut jika diperlukan.

  • Lensa intraokular keruh: Kondisi ini terjadi ketika lensa intraokular tidak lagi jernih atau mengalami kekeruhan sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Pasien biasanya merasa penglihatan menjadi buram dan silau saat berada di sekitar lampu. Kondisi ini juga biasanya memerlukan tindakan operasi ulang penggantian lensa intraokular yang baru.

  • Refractive surprise: Ini merupakan kondisi ketika penglihatan setelah operasi pemasangan lensa intraokular tidak setajam seperti yang diharapkan oleh pasien dan dokter. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kesalahan perhitungan lensa atau faktor lain yang memengaruhi fokus lensa. Jika penglihatan tetap tidak memadai, maka dokter mungkin akan menyarankan penggunaan kacamata, lensa kontak, atau prosedur koreksi tambahan seperti operasi laser.

 

Perlu diketahui bahwa prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter spesialis mata ketika kondisi medis pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Mata di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

American Academy of Ophthalmology. IOL Implants: Lens Replacement After Cataracts. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. IOLs (Intraocular Lenses). Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Monofocal Intraocular Lenses. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail