Leukopenia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Leukopenia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
leukopenia adalah

Leukopenia adalah kondisi ketika jumlah sel darah putih di dalam tubuh lebih rendah dari kadar yang seharusnya. Secara umum, leukopenia umumnya terjadi akibat penyakit atau kondisi tertentu, dan dapat menimbulkan gejala sesuai dengan penyebab tersebut. Simak informasi selengkapnya tentang leukopenia di bawah ini.

 

Apa itu Leukopenia?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, leukopenia adalah kondisi ketika jumlah sel darah putih lebih rendah dari normal. Sebagai informasi, setiap harinya tubuh memproduksi kurang lebih 100 miliar sel darah putih (leukosit). Fungsi leukosit sendiri adalah melindungi tubuh dari virus dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi.

 

Sebagai informasi, sel darah putih adalah bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih terbagi menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, monosit, limfosit, basofil, dan eosinofil. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Neutrofil: Ini merupakan jenis sel darah putih yang berfungsi dalam memberikan respons pertama dalam melawan penyebab infeksi, misalnya bakteri, virus, serta patogen lainnya.

  • Monosit: Jenis leukosit ini juga membantu melindungi tubuh dari infeksi dengan menangkap dan melawan patogen.

  • Limfosit: Sel limfosit terdiri dari dua macam. Pertama, limfosit B yang berfungsi memproduksi antibodi. Kedua, limfosit T yang berfungsi untuk menghancurkan sel-sel di dalam tubuh yang bermasalah.

  • Basofi: Sel darah putih ini mengeluarkan antibodi untuk mengeluarkan bahan kimia, seperti histamin, yang dilepaskan selama reaksi alergi. 

  • Eosinofil: Jenis leukosit ini berfungsi untuk melawan patogen, terutama alergen, yang masuk ke dalam tubuh.

 

Dalam kondisi normal, jumlah leukosit pada orang dewasa adalah 4.500–11.000 per mikroliter darah. Namun, pada kondisi leukopenia, produksi salah satu atau lebih sel darah putih akan berkurang, sehingga nilainya berada di bawah rentang normal.

 

Penyebab Leukopenia

 

Pada dasarnya, leukopenia adalah efek dari kondisi medis tertentu, misalnya pengaruh obat-obatan atau kondisi medis lainnya. Adapun beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menjadi penyebab terjadinya leukopenia adalah:

 

  • Anemia aplastik: Jenis anemia ini terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup, termasuk leukosit. Kondisi ini cukup langka, namun serius, dan bisa dialami oleh semua kalangan usia.

  • Kemoterapi: Kemoterapi adalah salah satu terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kondisi ini cukup efektif sebagai pengobatan kanker, namun terkadang dapat menyebabkan efek samping, salah satunya memicu leukopenia.

  • Malnutrisi dan kekurangan vitamin tertentu: Malnutrisi dan rendahnya asupan vitamin tertentu, seperti vitamin D, juga dapat memicu terjadinya leukopenia.

 

Selain itu, penyebab lain seperti infeksi seperti malaria, tuberkulosis, dan HIV/AIDS juga dapat memicu kondisi leukopenia. Di samping itu, gangguan sumsum tulang dan penyakit autoimun seperti lupus juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.

 

Gejala Leukopenia

 

Gejala leukopenia bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Apabila disebabkan oleh anemia aplastik, beberapa gejala yang bisa ditimbulkan adalah sebagai berikut:

 

  • Kulit pucat.

  • Mudah merasa lelah.

  • Pusing atau sakit kepala.

  • Demam.

  • Ruam pada kulit.

  • Mudah memar atau mengalami memar tanpa sebab yang jelas.

  • Mimisan, gusi berdarah, atau mengalami perdarahan berkepanjangan saat luka.

  • Mudah terkena infeksi.

  • Sesak napas.

  • Denyut jantung cepat atau tidak teratur.

  • Sering terkena infeksi.

 

Sedangkan, leukopenia akibat efek samping kemoterapi biasanya disertai dengan beberapa gejala berikut ini:

 

  • Mual atau muntah.

  • Diare atau sembelit.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Kelelahan.

  • Rambut rontok.

  • Demam.

  • Luka pada mulut.

  • Mudah memar.

  • Perdarahan. 

 

Sementara itu, bila leukopenia disebabkan oleh malnutrisi, maka beberapa gejala yang menyertainya adalah:

 

  • Berat badan rendah, tulang yang tampak menonjol, serta lemak dan otot yang menipis.

  • Lengan dan tungkai yang kurus, mungkin disertai edema (pembengkakan) di perut dan wajah.

  • Pertumbuhan dan perkembangan intelektual yang terhambat pada anak.

  • Kelemahan, kelelahan, dan pingsan.

  • Kulit kering, tidak elastis, serta muncul ruam dan lesi.

  • Rambut rapuh, rontok, dan kehilangan pigmen.

  • Infeksi yang sering dan parah.

  • Suhu tubuh rendah.

  • Denyut jantung dan tekanan darah rendah.

 

Diagnosis Leukopenia

 

Umumnya, leukopenia bukan suatu diagnosis yang ditegakkan oleh dokter. Akan tetapi, dokter akan mendiagnosis penyebab leukopenia, dan menjadikan leukopenia sebagai data tambahan untuk penegakan diagnosis utama.

 

Ketika penderita berkonsultasi dengan dokter, pada awalnya dokter akan melakukan tanya jawab medis (anamnesis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Adapun beberapa pertanyaan yang mungkin diajukan dalam anamnesis dokter adalah:

 

  • Bagaimana gejala yang dirasakan pasien?

  • Kapan gejala mulai muncul?

  • Apakah pasien atau keluarga ada yang memiliki riwayat kondisi medis tertentu?

  • Apakah pasien sedang mengonsumsi obat tertentu?

  • Bagaimana gaya hidup pasien sehari-hari?

 

Setelah itu, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, misalnya complete blood count. Dari pemeriksaan complete blood count tersebut, dokter akan menyimpulkan diagnosis pasien, termasuk mengetahui apakah pasien mengalami leukopenia atau tidak. 

 

Cara Mengatasi Leukopenia 

 

Pengobatan leukopenia akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, jika disebabkan oleh anemia aplastik, dokter akan memberikan sejumlah pilihan perawatan, seperti transfusi darah, transplantasi sel induk, imunosupresan, atau stimulan sumsum tulang. Sedangkan, jika disebabkan oleh malnutrisi, dokter biasanya akan menyarankan pola diet yang tepat serta meresepkan suplemen yang dibutuhkan oleh pasien.

 

Jika kondisi leukopenia disebabkan karena obat-obatan, dokter mungkin akan mengganti jenis obat, atau menghentikan perawatan dan obat-obatan yang dapat menjadi penyebab dasar leukopenia.

 

Cara Mencegah Leukopenia

 

Pada prinsipnya, pencegahan leukopenia dilakukan dengan mencegah kondisi yang mendasarinya. Seperti yang telah dijelaskan, ada berbagai kondisi yang dapat memicu leukopenia. Oleh karena itu, menjaga kesehatan secara umum agar terhindar dari infeksi, penyakit autoimun, dan penyakit lainnya sangat penting. Dengan menjaga kesehatan optimal, jumlah sel darah putih akan tetap normal dan risiko mengalami leukopenia dapat diminimalkan.

 

Berikut adalah beberapa tips untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat:

 

  • Rajin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun atau gunakan hand sanitizer.

  • Tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit.

  • Selalu berhati-hati agar tidak cedera dan merawat luka dengan baik bila terkena cedera.

  • Mencuci buah dengan bersih sebelum dimakan.

  • Memasak makanan dengan suhu yang tepat.

  • Hindari berbagi peralatan makan pribadi dengan orang lain.

  • Hindari berbagi handuk, pisau cukur, atau sikat gigi dengan orang lain.

  • Menggunakan sarung tangan bila berkebun atau bekerja di halaman.

  • Jika ada keluhan, konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.

 

Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait penyebab leukopenia di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Low White Blood Cell Count (Leukopenia). Diakses pada 2024 | Healthline. What Is Leukopenia or Low White Blood Cell Count. Diakses pada 2024 | WebMD. Why Is My White Blood Cell Count Low?. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Low white blood cell count. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Aplastic anemia. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Chemotherapy. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Malnutrition. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-anik-widajati-mkes-spmk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK

Laboratorium Medis

Spesialis Mikrobiologi Klinik


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tri-nugraheni-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tri Nugraheni, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ida-rahayu-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ida Rahayu, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Surabaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail