Penyakit Whipple - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Whipple - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

19 Mei 2025 4 menit waktu baca
penyakit whipple

Penyakit Whipple atau Whipple's disease adalah suatu kondisi yang memengaruhi kemampuan usus halus dalam memproses lemak dan nutrisi. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare hingga nyeri sendi. Lebih lanjut, Whipple's disease bisa memengaruhi jantung, paru, mata, hingga sistem saraf dan dapat memicu kejang dan masalah memori. Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Penyakit Whipple?

 

Penyakit Whipple adalah penyakit infeksi bakteri langka yang memengaruhi kemampuan usus halus untuk mengelola lemak serta menyerap nutrisi dari makanan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya malabsorpsi (gangguan penyerapan nutrisi). Di samping itu, penyakit langka ini juga dapat memengaruhi sistem saraf, persendian, dan organ lain, seperti jantung atau paru-paru.

 

Penyebab Penyakit Whipple

 

Penyebab Whipple’s disease adalah infeksi bakteri Tropheryma whipplei yang ditemukan di tanah dan air. Bakteri ini menyerang lapisan mukosa usus halus terlebih dahulu, lalu membentuk luka kecil di dalam dinding usus. Bakteri tersebut juga dapat merusak jaringan halus seperti rambut (vili) yang melapisi usus halus.

 

Tidak banyak yang diketahui tentang bakteri ini. Para ilmuwan pun sebenarnya belum bisa memastikan dari mana asal bakteri tersebut dan bagaimana mereka bisa menyebar ke manusia. Pasalnya, tidak semua orang yang terpapar bakteri ini pasti mengembangkan penyakit.

 

Namun, terdapat dugaan bahwa beberapa orang dengan Whipple's disease mungkin memiliki cacat genetik dalam respons sistem imun tubuh mereka sehingga menjadi lebih rentan sakit saat terpapar bakteri. Adapun beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Whipple akibat bakteri Tropheryma whipplei adalah:

 

  • Berjenis kelamin pria.

  • Berusia 40–60 tahun.

  • Orang yang bekerja di luar ruangan dan sering bersentuhan dengan limbah, tanah, atau air, misalnya petani.

  • Tinggal di daerah dengan air yang tidak bersih serta higienitas kurang.

 

Gejala Penyakit Whipple

 

Whipple's disease cenderung memengaruhi sistem pencernaan, utamanya usus halus. Kendati demikian, penyakit ini juga bisa berdampak pada tulang, sendi, dan organ lain, seperti jantung, paru, mata, serta sistem saraf. Secara umum, beberapa gejala penyakit Whipple adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri perut.

  • Diare.

  • Nyeri sendi.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

 

Sementara itu, Whipple's disease yang memengaruhi sistem saraf biasanya menimbulkan gejala-gejala, seperti:

 

  • Masalah keseimbangan tubuh.

  • Kesulitan menelan.

  • Gangguan memori.

  • Kebingungan.

  • Perubahan kepribadian.

  • Kejang.

  • Gangguan berbicara.

  • Gerakan mata dan wajah yang tidak terkendali.

 

Selain sejumlah gejala di atas, adapun beberapa gejala lain yang mungkin menyertai penyakit Whipple adalah:

 

  • Anemia (kekurangan darah).

  • Batuk.

  • Bercak gelap di kulit.

  • Kelelahan.

  • Demam.

  • Nyeri sendi.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Masalah jantung.

 

Diagnosis Penyakit Whipple

 

Perlu diketahui terlebih dahulu, mendiagnosis Whipple's disease cenderung sulit karena sejumlah gejalanya mirip dengan penyakit lain dan kejadiannya tergolong jarang terjadi (1–3 orang per 1 juta orang). Namun dalam penegakkan diagnosis, dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan. 

 

Pertama-tama, dokter akan mewawancarai pasien (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala serta riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda dan gejala yang menunjukkan adanya kondisi ini, misalnya nyeri perut dan warna kulit yang menggelap.

 

Sebagai informasi, orang dengan Whipple's disease memiliki bakteri Tropheryma whipplei dalam usus halus mereka. Satu-satunya cara untuk mendeteksi adanya bakteri ini adalah melalui tindakan biopsi. Sementara itu, pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya, yaitu: 

 

  • Endoskopi.

  • Biopsi (mengambil sampel jaringan di lapisan usus kecil) untuk diperiksa di laboratorium.

  • PCR.

  • Tes darah.

 

Pengobatan Penyakit Whipple

 

Pengobatan utama penyakit Whipple adalah dengan obat antibiotik untuk membunuh bakteri. Pengobatannya bersifat jangka panjang, umumnya berlangsung selama 1–2 tahun. Pada minggu ke-2 sampai ke-4, pasien akan diberikan antibiotik lewat infus.

 

Respons terhadap pengobatan bervariatif pada setiap orang, biasanya gejala dapat mereda lebih cepat, sering kali dalam waktu 1–2 minggu pertama setelah pengobatan, namun tidak menutup kemungkinan untuk kambuh kembali.

 

Selain pemberian antibiotik, pasien biasanya juga diberikan cairan melalui selang infus atau mengonsumsi larutan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang guna mencegah dehidrasi. Dokter juga akan menyarankan pasien mengonsumsi suplemen untuk menggantikan vitamin dan nutrisi yang tidak dapat diserap oleh tubuh.

 

Komplikasi Penyakit Whipple

 

Whipple's disease yang tidak diobati dengan cepat dan tepat bisa semakin memburuk, bahkan berpotensi menyebabkan kematian. Malabsorpsi bisa terjadi jika tubuh tidak dapat memproses lemak, vitamin, atau nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh. Akibatnya, tubuh akan kekurangan nutrisi dan vitamin.

 

Selain itu, Whipple's disease juga dapat menyebabkan cairan menumpuk di antara selaput tipis (pleura) yang melapisi bagian luar paru-paru. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala berupa nyeri dada dan sesak napas. Murmur jantung (bunyi pada jantung yang menandakan gangguan katup dan aliran darah yang tidak normal dalam jantung) juga termasuk komplikasi potensial lainnya.

 

Penyakit Whipple adalah kondisi yang memerlukan penanganan sesegera mungkin guna mencegah terjadinya komplikasi. Oleh karenanya, jika Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada penyakit ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya.

 

Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, mengantre secara virtual, hingga memantau hasil pemeriksaan.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail