Bahaya Silent Stroke yang Bisa Terjadi Tanpa Disadari, Kenali Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Bahaya Silent Stroke yang Bisa Terjadi Tanpa Disadari, Kenali Gejalanya

22 Januari 2026 4 menit waktu baca
silent stroke

 

Stroke adalah kondisi yang memerlukan penanganan dengan cepat karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Sayangnya, pada beberapa kondisi, munculnya stroke tidak disadari oleh penderitanya. Kondisi tersebut disebut juga dengan silent stroke. Agar lebih waspada, mari pahami lebih lanjut tentang silent stroke melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Silent Stroke?

 

Silent stroke adalah stroke yang terjadi tanpa adanya gejala yang nyata atau tampak jelas (stroke tanpa gejala). Pada umumnya, stroke disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak dan merusak bagian-bagian otak yang mengendalikan fungsi-fungsi penting tubuh, seperti bagian otak yang mengendalikan otot-otot di salah satu lengan.

 

Namun, apabila stroke hanya merusak sebagian kecil otak yang tidak mengendalikan fungsi-fungsi penting di tubuh, maka penderitanya mungkin tidak mengalami gejala apa pun sehingga tidak menyadarinya. Inilah alasan mengapa jenis stroke ini disebut dengan silent stroke.

 

Penyebab Silent Stroke

 

Sama halnya dengan stroke iskemik, silent stroke disebabkan oleh terputusnya suplai darah ke otak sehingga otak kekurangan oksigen dan akhirnya menyebabkan kerusakan serta kematian sel-sel otak. Adapun beberapa faktor yang diketahui berkontribusi terhadap jenis stroke ini adalah sebagai berikut:

 

  • Pembekuan darah.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Penyempitan pembuluh darah arteri.

  • Diabetes.

  • Kolesterol tinggi.

 

Jenis stroke ini biasanya merupakan stroke lacunar, yang berarti terjadi penyumbatan pada pembuluh darah otak yang lebih kecil. Jenis stroke ini biasanya tidak memengaruhi bagian otak yang mengendalikan fungsi-fungsi penting, seperti bergerak atau berbicara.

 

Gejala Silent Stroke

 

Jika mengalami jenis stroke ini, penderita umumnya tidak akan menyadarinya. Kerusakan pada bagian otak biasanya ditemukan secara tidak sengaja ketika pasien sedang menjalani pemeriksaan pemindaian otak untuk cek kesehatan rutin atau sedang memeriksakan diri untuk masalah kesehatan lainnya.

 

Adapun gejala yang mungkin dirasakan oleh pasien yang mengalami silent stroke adalah sedikit penurunan ingatan dan kesulitan dalam beraktivitas. Selain itu, gejala-gejala lainnya dari jenis stroke ini mungkin sangat samar hingga sering disalahartikan sebagai tanda-tanda penuaan biasa atau tanda dari masalah kesehatannya lainnya yang mirip. Gejala-gejala tersebut, di antaranya:

 

  • Kesulitan menyeimbangkan tubuh.

  • Sering terjatuh.

  • Kesulitan mengontrol kandung kemih.

  • Sering mengalami perubahan suasana hati.

  • Kemampuan berpikir menurun.

 

Apakah Silent Stroke Tidak Lebih Berbahaya dari Stroke Lain?

 

Hanya karena cenderung tidak menimbulkan gejala apa pun, bukan berarti kerusakan yang disebabkan oleh jenis stroke ini tidak signifikan. Silent stroke umumnya memang hanya memengaruhi area kecil di otak, namun kerusakannya dapat bersifat kumulatif.

 

Apabila kondisi ini terjadi berulang kali, penderita biasanya akan mulai merasakan gejala neurologis, seperti kesulitan mengingat sesuatu atau sulit berkonsentrasi. Selain itu, menurut American Stroke Association, jenis stroke ini juga dapat meningkatkan risiko munculnya gejala stroke yang lebih intens atau signifikan di kemudian hari.

 

Diagnosis Silent Stroke

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini cenderung tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Karena itu, jenis stroke ini biasanya terdiagnosis ketika seseorang sedang melakukan tes pemindaian, seperti CT scan atau MRI, untuk cek kesehatan rutin atau karena masalah kesehatan lainnya. Bila dokter menemukan tanda-tanda penyakit ini, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Cara Mengatasi Silent Stroke

 

Pada dasarnya, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki atau mengembalikan kerusakan permanen pada sel-sel otak akibat kurangnya asupan oksigen. Namun, pada beberapa kasus, sel-sel otak yang sehat dapat mengambil alih fungsi yang sebelumnya dilakukan oleh area otak yang mengalami kerusakan. Namun, jika kondisi ini terus berlanjut, maka kemampuan otak untuk mengimbanginya pun akan semakin menurun.

 

Bagi penderita silent stroke yang memerlukan perawatan, beberapa macam terapi seperti terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, dan konseling dapat membantu mengembalikan fungsi otak penderita yang hilang atau rusak.

 

Cara Mencegah Silent Stroke

 

Apakah jenis stroke ini dapat dicegah? Tentu. Meski sulit untuk dikenali dan bahkan lebih sulit lagi untuk memulihkan area otak yang telah terdampak, namun jenis stroke ini dinilai relatif lebih mudah untuk dicegah. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan guna mencegah silent stroke adalah sebagai berikut:

 

  • Mengelola tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

  • Rutin melakukan aktivitas fisik.

  • Mengurangi asupan garam.

  • Mempertahankan berat badan ideal.

  • Hindari merokok.

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

  • Mengurangi konsumsi minuman kemasan.

 

Di samping itu, untuk mengurangi risiko komplikasi atau perkembangan penyakit, segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami sejumlah gejala neurologis, seperti kesulitan dalam mengingat sesuatu. Dalam hal ini, Anda bisa membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket medical check up Skrining Stroke Basic yang dapat dipesan melalui aplikasi MySiloam. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk menilai faktor-faktor risiko terjadinya stroke di kemudian hari.

 

Ingat, penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin dalam 4,5 jam pertama (golden period) karena setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan otak yang lebih luas. Deteksi dini dan tindakan medis yang tepat dapat meningkatkan peluang pemulihan serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Oleh karenanya, penting bagi pasien dan keluarga untuk segera mencari pertolongan medis begitu gejala stroke muncul.

 

Hubungi emergensi stroke 1-500-911 untuk mendapatkan penanganan Stroke Ready Hospitals yang dilengkapi dengan teknologi medis canggih serta tim medis berpengalaman. Tim dokter spesialis neurologi, bedah saraf, dan radiologi siap siaga selama 24/7 untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

 

Stroke Ready Article Banner

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail