Bolehkan Minum Kopi sebelum atau setelah Minum Obat? Ini Ulasannya
Kesehatan Tubuh

Bolehkan Minum Kopi sebelum atau setelah Minum Obat? Ini Ulasannya

19 Oktober 2024 4 menit waktu baca
minum kopi setelah minum obat

Kopi merupakan salah satu jenis minuman berkafein yang memiliki sifat stimulan, sehingga bisa merangsang sistem saraf pusat (otak) untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, perlu diketahui bahwa senyawa kafein yang terkandung di dalam kopi juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Lantas, bolehkah minum kopi sebelum atau setelah minum obat? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Minum Kopi Sebelum atau Setelah Minum Obat?

Pada dasarnya, Anda sebaiknya memberikan jarak selama beberapa jam antara minum kopi dengan sebelum maupun sesudah minum obat. Pasalnya, kandungan kafein yang ada di dalam kopi diketahui dapat berinteraksi dengan senyawa aktif pada obat, sehingga dikhawatirkan bisa memengaruhi efektivitas atau bahkan memicu munculnya efek samping dari penggunaan obat.

 

Sebuah studi pada tahun 2021 menjelaskan bahwa kopi bisa menstimulasi kerja lambung dan dapat mengubah waktu yang dibutuhkan oleh makanan (termasuk obat) untuk melewati sistem pencernaan). Di samping itu, konsumsi kopi sebelum minum obat juga dapat memengaruhi kecepatan obat tersebut untuk diserap ke dalam aliran darah. Jika ingin minum kopi, pasien disarankan untuk memberikan jarak setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah minum obat.

Pengaruh Kopi Terhadap Obat-obatan yang Dikonsumsi

Secara umum, terdapat beberapa dampak minum kopi sebelum atau setelah minum obat yang penting untuk diwaspadai, mulai dari mengurangi penyerapan obat, memengaruhi efektivitas obat, hingga memicu risiko efek samping obat. Berikut penjelasan selengkapnya termasuk contoh obat-obatan yang dapat dipengaruhi oleh kopi.

1. Mengurangi Kemampuan Penyerapan Obat

Pengaruh kopi terhadap obat-obatan yang pertama adalah dapat mengurangi kemampuan obat untuk diserap ke dalam aliran darah. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Biochemistry Research International, kopi dapat memengaruhi proses penyerapan obat dengan mengubah profil disolusi, pH, dan waktu pengosongan saluran pencernaan, hingga menghambat aktivitas glucose-6-phosphatase yang bertanggung jawab atas pelepasan glukosa ke dalam darah.

 

Salah satu contoh obat yang bisa terkena efek ini adalah levothyroxine yang digunakan untuk menangani hipotiroidisme. Menurut sebuah studi pada tahun 2022, senyawa kafein (yang terkandung di dalam kopi maupun teh) bisa mengurangi proses penyerapan levothyroxine di dalam saluran pencernaan.

 

Selain levothyroxine, minum 2–3 cangkir kopi juga dapat menurunkan penyerapan midazolam hingga 75% (obat ini digunakan untuk sedasi selama anestesi). Obat lain yang penyerapan dan bioavailabilitasnya dapat menurun akibat konsumsi kafein meliputi:

 

  • Obat antipsikotik, seperti chlorpromazine.

  • Obat antidepresan, seperti escitalopram.

  • Suplemen, vitamin, dan mineral, seperti vitamin D, kalsium, dan obat dengan kandungan zat besi.

 

Sementara itu, beberapa jenis obat yang penyerapan dan bioavailabilitasnya bisa meningkat karena konsumsi kafein adalah:

 

  • Aspirin. Mengonsumsi 2 cangkir kopi dengan dosis aspirin 650 mg dapat meningkatkan penyerapan aspirin secara signifikan.

  • Obat migrain, seperti ergotamine.

  • Obat penyakit Parkinson, seperti levodopa.

2. Berdampak pada Efektivitas Obat

Pengaruh kopi terhadap obat-obatan yang dikonsumsi selanjutnya adalah bisa berdampak pada efektivitas obat tersebut. Dilansir dari penelitian dalam jurnal Pharmaceutics, kafein bisa meningkatkan efek stimulan dari obat-obatan untuk menangani ADHD, seperti methylphenidate, secara berlebihan.

 

Sedangkan pada obat-obatan kejang, apabila dikonsumsi bersamaan dengan kafein, efektivitas obatnya dapat menurun sehingga dapat meningkatkan risiko kambuhnya kejang. Beberapa contoh obat kejang tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Carbamazepine.

  • Phenobarbital.

  • Phenytoin.

  • Valproate.

3. Memicu Risiko Efek Samping Obat

Jika berinteraksi dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti warfarin (obat pengencer darah), kafein yang terkandung di dalam kopi bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Warfarin bekerja dengan cara menghambat aktivitas vitamin K yang berperan penting dalam proses pembekuan darah.

 

Namun, kafein di dalam kopi dapat mencegah metabolisme warfarin, sehingga konsentrasi warfarin pada plasma darah akan meningkat. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping penggunaan warfarin, yaitu perdarahan.

 

Pada penggunaan obat diuretik, kelebihan air dalam tubuh akan dikeluarkan dan secara tidak langsung juga akan menurunkan kalium. Kafein pun memiliki efek dalam menurunkan kalium, sehingga mengonsumsi kopi dan diuretik secara bersamaan dapat menyebabkan rendahnya kadar kalium dalam darah. Hal ini tentu berbahaya karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

 

Di samping itu, efedrin yang kerap digunakan untuk menangani alergi dan asma memiliki sifat stimulan yang sama dengan kafein. Jika mengonsumsi ephedrine bersamaan dengan kafein, efek samping yang serius bisa terjadi, termasuk peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung dalam jangka panjang.

 

Selain obat-obatan yang disebutkan di atas, interaksi kafein dengan pil KB atau obat yang mengandung estrogen lainnya juga perlu diwaspadai. Kafein bisa memengaruhi cara tubuh dalam memetabolisme estrogen. Di samping itu, konsumsi pil KB bersamaan dengan kafein dapat meningkatkan efek samping kafein, yaitu sakit kepala, hiperaktivitas, dan peningkatan denyut jantung.

 

Obat-obatan lainnya yang dapat meningkatkan efek kafein apabila diminum bersamaan adalah:

 

  • Ciprofloxacin.

  • Cimetidine.

  • Verapamil.

 

Dapat disimpulkan, penting bagi setiap individu untuk memberikan jarak minum kopi setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah minum obat guna menghindari risiko efek samping tertentu. Selain itu, pastikan juga obat-obatan yang dikonsumsi sudah sesuai dengan anjuran dan rekomendasi dari dokter.

 

Apabila Anda ingin mengetahui cara penggunaan obat-obatan yang tepat untuk menangani gangguan kesehatan, silakan berkonsultasi dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat. Untuk memudahkan Anda, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, serta membuat janji temu dengan dokter pilihan.

Sumber

Eating Well. 4 Ways Caffeine Can Impact Your Medications, According to Dietitians. Diakses pada 2024 | Harvard Health Publishing. Rethinking Your Morning Coffee. Diakses pada 2024 | Health. 10 Medications You Should Never Mix With Coffee. Diakses pada 2024 | WebMD. Coffee - Uses, Side Effects, and More. Diakses pada 2024 | Nutrients. Effects of Coffee and Its Components on the Gastrointestinal Tract and the Brain–Gut Axis. Diakses pada 2024 | Frontiers in Endocrinology. Tea Consumption Affects the Absorption of Levothyroxine. Diakses pada 2024 | Biochemistry Research International. The Effect of Coffee on Pharmacokinetic Properties of Drugs : A Review. Diakses pada 2024 | Pharmaceutics. Interaction of Energy Drinks with Prescription Medication and Drugs of Abuse. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail