9 Makanan & Minuman Pantangan Asam Lambung untuk Dibatasi
Kesehatan Tubuh

9 Makanan & Minuman Pantangan Asam Lambung untuk Dibatasi

03 Februari 2026 5 menit waktu baca
daftar pantangan asam lambung

Kekambuhan penyakit asam lambung atau GERD dapat dipicu oleh asupan yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karenanya, pemilihan makanan untuk penderita asam lambung harus dilakukan lebih selektif, termasuk menghindari berbagai jenis makanan dan minuman yang menjadi pantangan asam lambung. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui daftar makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi oleh penderita GERD.

 

Makanan dan Minuman Pantangan bagi Penderita Penyakit Asam Lambung

 

GERD atau penyakit asam lambung terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter/LES) yang bertugas untuk menjaga isi lambung agar tidak kembali ke kerongkongan mengendur. Hal ini memungkinkan asam lambung untuk kembali naik ke kerongkongan (esofagus). Beberapa faktor yang berkaitan dengan makanan yang diduga dapat menyebabkan terjadinya asam lambung naik adalah:

 

  • Jenis makanan.

  • Porsi makanan dalam sekali makan.

  • Posisi tubuh setelah makan.

 

Menyesuaikan postur tubuh saat makan serta menentukan jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi dipercaya bisa membantu mengatasi kondisi GERD. Namun, pemilihan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh mungkin menjadi membingungkan tanpa arahan dokter. Sebagai acuan, berikut adalah daftar makanan dan minuman pantangan bagi penderita asam lambung yang perlu diketahui:

 

1. Cokelat

 

Di balik berbagai manfaatnya untuk kesehatan tubuh, cokelat berpotensi meningkatkan produksi asam lambung. Penderita asam lambung yang mengonsumsi cokelat perlu mengantisipasi kemungkinan ini. Perlu diketahui, cokelat mengandung senyawa kafein dan theobromine.

 

Theobromine dapat merelaksasikan otot sfingter esofagus bawah dan meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan. Tidak jarang, penderita asam lambung merasakan sensasi panas dan perih pada perut bagian atas dan dada karena mengonsumsi cokelat secara berlebihan.

 

2. Makanan Pedas

 

Capsaicin, senyawa yang memberikan rasa pedas, dapat memicu sakit perut dan sensasi terbakar di dada, terutama bagi penderita asam lambung. Senyawa ini terdapat dalam berbagai jenis cabai, seperti cabai rawit, jalapeno, cabai merah, dan paprika. Capsaicin dapat memperlambat proses pencernaan sehingga makanan berada di lambung lebih lama. 

 

Akibatnya, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi asam lambung untuk membantu mempercepat pencernaan. Namun, kondisi ini sering kali memicu rasa nyeri pada perut. Selain itu, capsaicin juga dapat menyebabkan iritasi kerongkongan dan memperburuk gejala gangguan pencernaan bagi individu yang sensitif terhadap makanan pedas. Inilah alasan mengapa makanan pedas menjadi salah satu makanan yang harus dihindari oleh penderita GERD.

 

3. Bawang-bawangan 

 

Makanan pantangan penderita asam lambung selanjutnya adalah bawang-bawangan. Berbagai jenis bawang, seperti bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai, diketahui dapat melemahkan otot sfingter esofagus bawah. Hal ini dapat membuat asam lambung naik dengan mudah menuju kerongkongan sehingga dapat memicu gejala nyeri perut. Bawang juga mengandung rasa pedas dan berpotensi menambah produksi asam lambung serta menimbulkan iritasi pada lambung. 

 

4. Buah Sitrus

 

Buah sitrus diketahui dapat memperburuk gejala GERD. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana buah sitrus, seperti jeruk, lemon, dan grapefruit mampu menimbulkan sensasi terbakar di perut. Terdapat dugaan bahwa kandungan asam pada buah sitrus dapat melemahkan dan mengiritasi otot sfingter esofagus sehingga mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan.

 

5. Makanan Asin

 

Mengonsumsi makanan asin secara berlebihan dapat memicu naiknya asam lambung. Risiko  naiknya asam lambung dapat meningkat apabila garam dikonsumsi bersama dengan makanan-makanan pantangan lainnya, seperti bawang-bawangan dan makanan pedas.

 

6. Tomat

 

Selain buah-buahan, sayuran tertentu juga dapat memicu naiknya asam lambung. Salah satu sayuran pantangan asam lambung adalah tomat. Tomat memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga dapat mendorong asam lambung untuk naik bila dikonsumsi secara berlebihan.

 

7. Kopi 

 

Kopi merupakan minuman pantangan asam lambung karena memiliki kandungan keasaman yang dapat memicu gejala GERD. Namun, sebuah meta-analisis dalam jurnal Nutrients (2022) menunjukkan hasil yang tidak sepenuhnya konsisten antara hubungan langsung konsumsi kopi dengan GERD.

 

Salah satu penelitian kecil yang disebutkan dalam meta-analisis tersebut adalah 31 orang yang merasakan efek relaksasi sfingter esofagus setelah konsumsi kopi. Relaksasi ini memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga memicu gejala refluks asam lambung.

 

8. Minuman Beralkohol dan Rokok

 

Minuman beralkohol dan rokok dapat memicu relaksasi sfingter esofagus yang meningkatkan risiko asam lambung untuk naik. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Alcohol dan Alcoholism (2019) menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman alkohol dalam jumlah berapa pun berpotensi meningkatkan refluks asam lambung. Kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol dari waktu ke waktu juga dapat memperburuk GERD dan menyebabkan gejala nyeri ulu hati kronis.

 

9. Makanan Tinggi Lemak

 

Makanan tinggi lemak juga termasuk salah satu makanan yang harus dihindari oleh penderita asam lambung. Lemak adalah salah satu faktor yang menyebabkan relaksasi sfingter esofagus sehingga berisiko memicu naiknya asam lambung dan sensasi panas pada ulu hati. Selain itu, makanan tinggi lemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Akibatnya, proses pengosongan lambung turut berlangsung lebih lama sehingga dapat meningkatkan produksi asam lambung.

 

Minuman dan Makanan untuk Penderita Asam Lambung yang Disarankan

 

Guna mencegah risiko kambuhnya GERD, ada beberapa jenis minuman dan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi, seperti:

 

  • Makanan kaya serat, seperti sayuran hijau, biji-bijian, dan umbi-umbian.

  • Makanan bersifat basa (tidak asam), seperti melon, kacang-kacangan, kembang kol, dan pisang.

  • Makanan dan minuman berair untuk mengencerkan dan melemahkan asam lambung, seperti mentimun, selada, semangka, seledri, sup berbahan dasar kaldu, serta teh herbal.

 

Selain menjaga program diet, terdapat sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari oleh penderita GERD, seperti kebiasaan berbaring setelah makan dan makan dengan porsi berlebihan, karena bisa memperburuk gejala GERD. 

 

Perlu diingat bahwa informasi yang disebutkan dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang makanan dan minuman yang perlu dihindari oleh penderita asam lambung. Tetap konsultasikan dengan dokter sebelum membuat perubahan signifikan dalam pola makan, mengingat setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda.

 

Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan memeriksa kondisi Anda secara menyeluruh untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan rekomendasi makanan yang tepat bagi Anda.

 

Anda juga dapat memesan layanan Paket Catering Sehat dari Siloam Hospitals yang akan diantarkan langsung ke rumah. Layanan ini meliputi sesi konsultasi dengan ahli gizi, kunjungan perawat ke rumah, dan fasilitas pengantaran untuk jarak hingga 10 km.

 

Untuk mempermudah pemesanan dan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Sumber

Healthline. What Foods Should You Avoid with Acid Reflux (Heartburn)?. Diakses pada 2024 | John Hopkins Medicine. GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn). Diakses pada 2024 | Everyday Health. Dos and Don’ts to Prevent Heartburn. Diakses pada 2024 | MDPI. Effects of Coffee on the Gastro-Intestinal Tract: A Narrative Review and Literature Update. Diakses pada 2024 | Oxford Academic. Alcohol Consumption and the Risk of Gastroesophageal Reflux Disease: A Systematic Review and Meta-analysis. Diakses pada 2024 | Journal of Functional Foods. Capsaicin Induces A Protective Effect on Gastric Mucosa Along with Decreased Expression of Inflammatory Molecules in A Gastritis Model. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail