Kesehatan Tubuh
Pemulihan setelah ECMO: Panduan di ICU hingga di Rumah

Table of Contents
Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) adalah alat medis yang digunakan untuk memompa darah keluar dari tubuh menuju ke dalam mesin. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan karbondioksida dan mengirim darah yang kaya akan oksigen kembali ke dalam tubuh.
Setelah pasien menjalani ECMO, penting untuk memerhatikan panduan pasca prosedur untuk mendukung proses pemulihan yang lebih optimal dan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi. Artikel ini akan mengulas penjelasan mengenai fase-fase pemulihan setelah ECMO di ICU (intensive care unit), rawat inap, hingga di rumah, serta rekomendasi nutrisi yang perlu dipenuhi. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Fase-Fase Pemulihan setelah ECMO
Setelah menjalani ECMO, pasien akan melalui beberapa tahap pemulihan yang umumnya dimulai di ICU (intensive care unit). Berikut adalah penjelasannya.
1. Fase Pemulihan di ICU
Setelah terapi ECMO selesai, pasien akan melanjutkan pemulihan di unit perawatan intensif (ICU). Tim medis memantau kondisi pasien secara ketat, memberikan obat penenang dan pereda nyeri, sekaligus merencanakan langkah pemulihan berikutnya.
Setelah ECMO dan ventilator dilepas, tim medis tetap memantau kondisi pasien secara intensif untuk memastikan fungsi organ stabil serta mendeteksi bila terdapat komplikasi serius, sebelum pasien benar-benar siap dipindahkan ke ruang rawat inap.
2. Fase Pemulihan di Rawat Inap
Begitu kondisi lebih baik, pasien dipindahkan ke ruang rawat inap. Pada tahap ini, bekas luka dari pemasangan tabung kecil (kanula) ECMO di leher atau selangkangan masih perlu diperhatikan. Biasanya, jahitan akan dilepas sekitar 1–2 minggu setelah prosedur ECMO. Tim medis akan terus memantau luka tersebut untuk mencegah infeksi dan komplikasi awal sebelum pasien benar-benar stabil.
Selain itu, pasien mungkin dapat merasakan beberapa efek samping dari tirah baring yang lama, seperti tubuh terasa lemah, gangguan keseimbangan, atau bahkan kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau naik tangga. Oleh karena itu, pasien biasanya mulai dibantu dengan latihan ringan atau fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.
3. Fase Pemulihan Jangka Panjang di Rumah
Fase terakhir dari pemulihan setelah ECMO adalah pemulihan yang dilakukan di rumah yang bersifat jangka panjang. Pada tahap ini, sebagian besar pasien masih membutuhkan fisioterapi lanjutan untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsi keseimbangan tubuh agar pasien dapat kembali beraktivitas secara normal.
Pasien biasanya juga dapat memiliki bekas luka di leher atau selangkangan tempat kanula ECMO dipasang. Umumnya, bekas luka ini akan memudar seiring waktu. Akan tetapi, sebagian pasien dapat merasakan beberapa gejala di area luka tersebut, seperti nyeri, pembengkakan, atau tanda infeksi yang memerlukan pengobatan dari dokter.
Di samping itu, menurut Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust, cukup banyak pasien yang mengalami gejala gangguan kognitif setelah ECMO, seperti kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, atau kesulitan dalam memilih kata yang tepat ketika melakukan percakapan. Pasien juga dapat mengalami gangguan emosional berupa kecemasan, perubahan mood, hingga mimpi buruk.
Hal ini dapat membuat pasien sulit tidur nyenyak dan bersosialisi dengan orang lain. Umumnya, gejala dapat membaik seiring waktu, tetapi dapat berlanjut lebih lama bagi sebagian orang. Oleh karena itu, peran dukungan keluarga, pemeriksaan medis rutin, serta pendampingan psikologis bila dibutuhkan sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses pemulihan.
Tantangan Fisik yang Umum Dihadapi Pasien
Setelah menjalani ECMO, pasien dapat mengalami beberapa gejala gangguan kesehatan yang disebut dengan post-intensive care syndrome (PICS). Berikut adalah beberapa gejalanya:
1. Masalah Pernapasan
ECMO biasanya dilakukan pada pasien dengan gagal napas atau gagal jantung berat, atau pada kondisi ketika paru-paru atau jantung pasien sudah tidak mampu bekerja optimal meski dengan alat bantu lain. Setelah mengalami gagal napas berat, pemulihan pernapasan pada pasien dapat memakan waktu lebih dari satu tahun untuk kembali normal.
Saat beraktivitas, bahkan hanya berjalan atau melakukan olahraga ringan, pasien mungkin masih mudah merasa sesak dan batuk berkepanjangan. Namun, keluhan ini biasanya akan membaik seiring waktu.
Tak hanya itu, selama menjalani ECMO, pasien dapat diberikan alat bantu napas, seperti selang pernapasan melalui mulut (intubasi) atau leher bagian depan (trakeostomi), apabila pasien mengalami gagal napas. Kondisi ini dapat menyebabkan suara serak atau gangguan pernapasan akibat penyempitan saluran napas (trakea). Suara serak dapat terdengar pelan, parau, atau lebih rendah dari biasanya, disertai rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Biasanya, keluhan suara serak akan membaik dengan waktu. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik, dokter dapat merujuk pasien ke dokter spesialis THT untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Lemah Otot
Sebagian besar pasien kehilangan massa otot selama berbaring di tempat tidur. Kondisi ini dapat menimbulkan kelemahan, masalah keseimbangan, bahkan meningkatkan risiko terjatuh. Kondisi ini kemudian membuat pasien kesulitan untuk berjalan, menaiki tangga, maupun kembali ke aktivitas normal sehari-hari.
Oleh karena itu, banyak pasien masih membutuhkan fisioterapi lanjutan setelah keluar dari rumah sakit. Pemulihan kelemahan otot sendiri merupakan proses panjang yang dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sampai kondisi tubuh benar-benar kembali pulih.
3. Perdarahan
Dokter biasanya menggunakan obat pengencer darah agar aliran darah dapat melewati mesin ECMO. Akibatnya, pasien mungkin mengalami perdarahan dan beberapa kondisi bahkan dapat membuat pasien memerlukan transfusi darah.Tak perlu khawatir, karena prosedur transfusi darah saat ini tergolong aman sehingga kecil kemungkinan menimbulkan masalah jangka panjang.
Jika terjadi perdarahan, kondisi tersebut biasanya dapat segera dikendalikan oleh tim medis sehingga jarang terjadi kembali. Dalam kasus yang lebih serius, perdarahan dapat terjadi di otak. Pasien dapat mengalami gejala mirip stroke seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Meski begitu, kondisi ini umumnya dapat membaik seiring waktu.
4. Penggumpalan Darah
Selain perdarahan, risiko lain adalah terbentuknya gumpalan darah di pembuluh, terutama di kaki (deep vein thrombosis/DVT). Gumpalan darah di kaki cukup sering terjadi setelah ECMO karena selang berukuran besar dapat menghambat sebagian aliran darah. Jika pasien mengalami gumpalan darah, biasanya dokter akan memberikan obat pengencer darah dan pasien mungkin perlu kontrol rutin untuk pemantauan.
Nutrisi yang Perlu Dipenuhi
Pada pasien yang menjalani ECMO, pemenuhan nutrisi menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Ini karena pasien ECMO berisiko mengalami malnutrisi (nutrisi kurang atau tidak sesuai) karena perubahan metabolik, penggunaan obat, gangguan pencernaan, dan lama berada di ICU.
Menurut artikel berjudul Medical Nutrition Therapy in Patients Receiving ECMO: Evidence-based Guidance for Clinical Practice (2022) menegaskan bahwa kecukupan energi (kalori) dan protein sangat penting karena keduanya berperan besar dalam mempertahankan massa otot, mendukung penyembuhan jaringan, serta meningkatkan peluang keberhasilan terapi.
Adapun target asupan kalori dan protein disarankan minimal mencapai 80% dari kebutuhan pasien untuk hasil klinis yang lebih baik. Selain itu, beberapa penelitian yang dibahas dalam artikel tersebut menunjukkan pentingnya perhatian pada mikronutrien tertentu, terutama zinc dan vitamin C, yang berperan dalam fungsi imun, perbaikan jaringan, dan pemulihan pasien kritis.
Demikian penjelasan mengenai pemulihan setelah ECMO, mulai dari ICU, rawat inap, hingga di rumah. Penting untuk diingat bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan arahan medis langsung dari dokter.
Oleh karena itu, jika Anda atau orang terdekat sedang dalam masa pemulihan setelah ECMO, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan membantu memantau kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai, serta mendukung proses pemulihan agar lebih optimal.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dapat berbeda di setiap rumah sakit tergantung fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mempermudah akses layanan kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara praktis melalui ponsel Anda. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan rasakan kenyamanan layanan kesehatan.
Sumber
Mayo Clinic. Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Diakses pada 2025 | Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust. After having ECMO. Diakses pada 2025 | Journal of Parenteral and Enteral Nutrition. Medical nutrition therapy in patients receiving ECMO: Evidence-based guidance for clinical practice. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. ECMO. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







