Mitos dan Fakta tentang HIV/AIDS yang Perlu Diketahui
Kesehatan Tubuh

Mitos dan Fakta tentang HIV/AIDS yang Perlu Diketahui

19 November 2025 4 menit waktu baca
(Rework) perlu tahu mitos vs fakta seputar hiv atau aids

HIV/AIDS adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi sistem imun tubuh penderitanya. HIV/AIDS sering kali menimbulkan stigma negatif atau kesalahpahaman di kalangan masyarakat karena cara penularannya dan juga karena masih belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. 

 

Agar tidak terjebak pada kesalahpahaman, mari kenali mitos dan fakta tentang HIV/AIDS selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Mitos dan Fakta tentang HIV/AIDS yang Perlu Diketahui

 

Mitos tentang HIV/AIDS yang beredar di masyarakat dapat mengganggu upaya-upaya pencegahan penyakit tersebut dan membuat penderitanya memperoleh stigma negatif hingga dikucilkan dari masyarakat. Oleh karenanya, sebagai upaya menghindari hal tersebut, penting bagi setiap individu untuk mengetahui berbagai mitos dan fakta tentang HIV/AIDS berikut ini.

 

1. Mitos: HIV dan AIDS Merupakan Jenis Penyakit yang Sama

 

Tak sedikit dari orang awam yang menganggap bahwa HIV dan AIDS merupakan jenis penyakit yang sama. Faktanya, HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh.

 

Di sisi lain, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah komplikasi HIV yang tidak ditangani dengan tepat. Sesuai namanya, AIDS memiliki gejala yang berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

 

2. Mitos: HIV/AIDS Dapat Menular dengan Berjabat Tangan atau Bersin

 

HIV tidak ditularkan melalui percikan lendir saat penderita bersin, keringat, menggunakan kolam renang, toilet umum, atau alat makan bersama, gigitan nyamuk, ataupun luka terbuka. Virus ini hanya dapat menular melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti ASI, darah, air mani, serta cairan vagina.

 

Oleh karenanya, Anda tak perlu khawatir untuk bersentuhan kulit, berjabat tangan, berpelukan, menggunakan peralatan makan dan minum bersama, maupun menghirup udara yang sama dengan penderita HIV/AIDS.

 

3. Mitos: Seks Oral Tidak Dapat Menyebarkan Virus HIV

 

Seperti yang telah diketahui, salah satu jalur penularan HIV adalah melalui pertukaran cairan tubuh selama berhubungan seks anal atau vaginal. Hal tersebut membuat sebagian individu memercayai bahwa HIV tidak dapat menyebar melalui seks oral.

 

Pada dasarnya, untuk menularkan HIV, seks oral memang memiliki risiko yang lebih rendah daripada seks anal atau vaginal. Namun, perlu diketahui bahwa risiko penularan HIV melalui seks oral ini tetap ada terutama jika penderitanya memiliki sariawan di mulut atau luka di sekitar alat kelamin.

 

Oleh karena itu, penularan virus HIV tidak hanya berisiko tinggi pada pasangan homoseksual, pekerja seks komersial (PSK), dan kelompok pengguna narkoba dengan suntikan saja. Namun, pasangan heteroseksual juga berisiko tinggi terkena penularan HIV, apalagi jika terdapat riwayat suka bergonta-ganti pasangan tanpa pengaman.  

 

4. Mitos: Penderita HIV Pasti Mengalami AIDS

 

Fakta HIV/AIDS yang perlu diketahui berikutnya adalah bahwa tidak semua penderita HIV pasti mengalami AIDS. Meski belum ditemukan obat yang dapat menghilangkan virus HIV sepenuhnya, penderita HIV dapat mengonsumsi obat antiretroviral tertentu untuk menghambat perkembangan virus tersebut.

 

Apabila penderita HIV menjalani pengobatan secara rutin, ada kemungkinan kadar virus HIV di dalam tubuhnya menjadi rendah hingga tidak terdeteksi sama sekali. Dengan begitu, hal tersebut dapat membantu menghindari risiko AIDS atau komplikasi terkait lainnya.

 

5. Mitos: Penderita HIV/AIDS Dapat Diidentifikasi secara Fisik

 

Salah satu mitos HIV yang umum beredar di kalangan masyarakat adalah penderitanya dapat dilihat melalui penampilan fisik. Nyatanya, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mungkin saja tidak menunjukkan ciri-ciri atau tampilan khusus dan hanya mengeluhkan gejala awal yang mirip dengan gejala dari kondisi medis lainnya, seperti kelelahan atau demam.

 

6. Mitos: Penderita HIV Tidak Bisa Memiliki Keturunan

 

Jika menjalani pengobatan secara rutin dan kadar virus HIV di dalam tubuhnya semakin rendah, bukan tidak mungkin bagi penderita HIV untuk memiliki buah hati. Pria pengidap HIV yang memiliki kadar virus rendah akan memiliki risiko yang lebih kecil untuk menularkan virus tersebut pada istri dan anaknya.

 

Hal tersebut juga berlaku bagi wanita yang menderita HIV. Di mana, konsumsi obat antiretroviral secara teratur dapat menurunkan risiko penularan virus HIV dari ibu pada janinnya.

 

7. Mitos: Tidak Perlu Menggunakan Kondom jika Kedua Pasangan Positif HIV

 

Meski kedua pasangan sama-sama telah terdiagnosa positif HIV, penggunaan kondom saat berhubungan seksual tetap dianjurkan guna mencegah terjadinya penularan virus HIV yang berbeda tipe atau kebal terhadap obat antiretroviral.

 

Itu dia sejumlah mitos dan fakta tentang HIV/AIDS yang penting untuk diketahui oleh setiap individu. Dengan mengenali mitos dan fakta tentang HIV/AIDS, Anda tak perlu khawatir untuk hidup berdampingan dengan ODHA. 

 

Selain itu, jika Anda memiliki keluhan terkait kondisi ini, segera dapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari dokter dengan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.


Sebelum mengunjungi Siloam Hospitals, Anda dapat membuat janji temu dengan dokter terkait melalui fitur Cari Dokter yang bisa ditemukan pada aplikasi MySiloam. Manfaatkan pula aplikasi MySiloam untuk memesan paket medical check up, cek hasil pemeriksaan, serta konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail