Kesehatan Tubuh
Sakit Mata Karena Corona, Apa Bisa?

Table of Contents
Sakit mata COVID-19 menambah daftar pembahasan dalam dunia medis. Hal tersebut muncul karena ada beberapa pasien penderita COVID-19 yang mengalami gejala tidak umum, yaitu konjungtivitis alias mata memerah akibat peradangan pada selaput konjungtiva.
Beberapa studi telah menunjukkan hasil bahwa terdapat keterkaitan antara sakit pada indera penglihatan dengan virus corona. Studi tersebut kemudian dimuat dalam sebuah jurnal bernama BMJ Open Ophthalmology. Dalam penelitian tersebut, pengidap COVID-19 ternyata lebih mudah mengalami sakit mata daripada sebelum tertular. Meskipun begitu, gejala ini masih belum umum terjadi dan hanya terjadi pada beberapa pasien saja.
Apakah gejala penyakit tersebut berhubungan dengan COVID-19 atau tidak? Berikut beberapa penjelasannya.
Beberapa Hal Mengenai Sakit Mata COVID-19
Untuk memahami hal tersebut, terdapat beberapa informasi mengenai sakit mata yang perlu diketahui terlebih dahulu. Dengan mengetahui keterkaitannya, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan dengan lebih tepat.
1. Penelitian Keterkaitan antara Sakit Mata dengan COVID-19
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open Ophthalmology menyebutkan bahwa ada tanda-tanda sakit mata setelah terpapar COVID-19. Penelitian tersebut melibatkan 83 responden yang telah terpapar oleh virus COVID-19 dan ternyata sekitar 16% responden mengalami gejala tersebut. Sebanyak 18% responden sudah mengalami fotofobia (gangguan mata sensitif) dan 5% pasien sudah mengidap konjungtivitis sejak sebelum terpapar virus.
Lebih lanjut dinyatakan, sebanyak 81% responden melaporkan bahwa mereka mengalami sakit mata setelah 2 minggu terpapar COVID-19 dan 90% responden mengalami kelelahan. Di sisi lain, penelitian tersebut juga mengatakan bahwa sekitar 76% pasien mengalami demam, sedangkan 66% pasien lain mengalami keluhan berupa batuk ringan setelah dinyatakan terpapar oleh virus corona.
Para peneliti pun menyarankan untuk mengganti istilah konjungtivitis dengan sakit mata. Meskipun gejalanya mirip, tapi penyebab dan dampaknya bisa jadi berbeda. Konjungtivitis memang bisa jadi disebabkan oleh virus, termasuk virus corona. Namun, tidak semua konjungtivitis diakibatkan oleh virus tersebut dan gejalanya pun tidak umum terjadi pada pasien. Penggunaan sebutan sakit mata COVID-19 dianggap lebih baik dari pada konjungtivitis. Artinya, tidak ada gejala atau gangguan secara spesifik pada indera penglihatan setelah atau selama terpapar virus corona.
2. Ciri-ciri Sakit Mata COVID-19
Sakit mata COVID-19 sudah pernah dilaporkan oleh peneliti Tiongkok. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa ada kemungkinan besar mata bisa terinfeksi virus corona melalui lendir pada mata manusia. Hal tersebut bisa dilihat jika mata mulai sering berair, ini bisa menandakan bahwa terdapat virus yang menyerang indera penglihatan apalagi jika muncul beberapa gejala tambahan seperti gatal-gatal.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pernah ditemukan 7 dari 12 pasien yang memproduksi cairan mata lebih banyak yang disebut epifora. Peningkatan produksi pada cairan mata pada akhirnya memicu beberapa gejala lain.
Gejala mata terkena corona bisa saja mirip seperti gangguan pada indera penglihatan lainnya, seperti:
- Warna bola mata memerah pada bagian tepi atau sepenuhnya.
- Indera penglihatan merasakan sensasi terbakar atau sensasi berpasir.
- Adanya cairan (epifora) pada satu atau bahkan kedua indera penglihatan.
- Pada beberapa kasus, ada nanah yang menempel di bagian bulu mata.
- Adanya rasa gatal yang tidak bisa tertahankan.
- Bagian dekat indera penglihatan mengalami perubahan warna (bisa merah atau cokelat kemerahan) dan terkadang mengering.
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia) meningkat sehingga memberikan sensasi tidak nyaman jika melihat ke arah dengan intensitas cahaya tinggi.
3. Cara Penyebaran
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, penyebaran virus corona bisa melalui tetesan cairan yang keluar dari mulut dan hidung. Jika terkena ke orang lain, maka ada kemungkinan besar orang tersebut dapat terinfeksi.
Faktanya, dalam beberapa kasus bisa saja virus tersebut masuk lewat mata. Tangan yang kotor dan telah terpapar virus dapat menjadi salah satu media utama penyebaran virus corona melalui mata apabila seseorang secara tidak sadar mengucek mata. Alhasil, gejala bisa jadi tidak hanya berpengaruh pada saluran pernapasan saja, namun juga indera penglihatan.
Gejala yang mungkin terlihat adalah munculnya warna merah seperti akar di tepi mata. Gejala tersebut mengakibatkan sakit mata COVID-19 jadi lebih intens. Penderita bisa saja mengalami sensitivitas lebih tinggi terhadap cahaya dan muncul ketidaknyamanan saat memandang ke area dengan intensitas cahaya tinggi.
4. Tindakan Pencegahan
Lalu, tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencegah infeksi COVID-19? Faktanya, untuk mengobati penyakit ini masih butuh waktu lama. Selama Anda terpapar virus corona, maka gejala ini bisa saja tetap terasa. Namun, pada umumnya obat tetes dapat diberikan untuk mengurangi gejala gatal atau sensasi terbakar. Cara ini setidaknya bisa dipakai jika Anda mengalami rasa gatal yang sudah tidak tertahankan.
Jika Anda memiliki keluhan seputar mata atau terkait permasalahan sakit mata COVID-19, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Sabtu, 30 Mei 2026
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini







