Sesak Napas pada Penderita Gagal Jantung, ini Penyebabnya!
Kesehatan Tubuh

Sesak Napas pada Penderita Gagal Jantung, ini Penyebabnya!

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
Sesak napas pada penderita gagal jantung

 

Sesak napas adalah salah satu gejala utama yang sering dialami oleh penderita gagal jantung. Sesak napas sering kali juga menjadi indikator penting bagi dokter untuk mendiagnosis dan memantau perkembangan penyakit. Sebenarnya, apa yang menyebabkan sesak napas pada penderita gagal jantung? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa yang Menyebabkan Sesak Napas pada Penderita Gagal Jantung?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, sesak napas adalah salah satu gejala gagal jantung. Gejala ini sangat berpengaruh pada kemampuan penderitanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta kualitas hidupnya secara keseluruhan. Pada dasarnya sesak napas pada penderita gagal jantung terjadi karena penumpukan cairan di paru-paru.

 

Hal tersebut disebabkan oleh gangguan fungsi pada ventrikel kiri jantung, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh menurun. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah vena paru-paru (vena pulmonalis) meningkat. Hal ini menyebabkan ekstravasasi (kebocoran) cairan ke dalam jaringan paru-paru sehingga paru-paru tidak dapat mengembang sepenuhnya dan akhirnya menyebabkan penderita sulit untuk bernapas. 

 

Namun, menurut penelitian dalam Journal of Cardiac Failure, sesak napas pada penderita gagal jantung dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti tekanan psikologis, usia lanjut, kelebihan berat badan, riwayat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan respons peradangan kronis yang sering menyertai kondisi gagal jantung. Peradangan ini dapat memicu penyempitan saluran napas (bronkokonstriksi) dan peningkatan produksi lendir, yang membuat bernapas jadi lebih sulit.

 

Tekanan psikologis juga perlu diperhatikan dalam penanganan keluhan sesak napas pada penderita gagal jantung. Karenanya, pendekatan yang lebih holistik, mencakup kesehatan mental dan fisik, perlu dilakukan guna membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

 

Gejala Gagal Jantung Lainnya

 

Selain sesak napas, gagal jantung juga ditandai dengan beberapa gejala lainnya, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Batuk atau mengi yang terus-menerus, gejala ini mungkin disertai dengan lendir berwarna putih atau merah muda (bercampur darah).

  • Kelelahan atau mudah merasa lelah, dikarenakan jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh.

  • Penumpukan cairan berlebih di jaringan tubuh (edema), gejala ini bisa terjadi di kaki, pergelangan kaki, atau perut. Menurunnya nafsu makan karena mual dan perut terasa kembung. Kondisi ini dapat terjadi jika terjadi penumpukan cairan di saluran pencernaan.

  • Sensasi jantung berdetak kencang atau berdebar-debar (palpitasi jantung).

  • Perubahan berat badan. Peningkatan berat badan bisa terjadi jika terdapat penumpukan cairan akibat jantung yang tidak berfungsi dengan baik, sedangkan penurunan berat badan bisa terjadi karena adanya perubahan dalam aktivitas metabolisme, gangguan penyerapan nutrisi, dan penurunan nafsu makan pada penderita penyakit gagal jantung.

  • Kebingungan atau gangguan berpikir yang disebabkan karena tidak cukupnya aliran darah ke otak dan perubahan kadar natrium dalam darah.

Kondisi Jantung Lainnya yang Dapat Menyebabkan Gangguan Pernapasan

 

Selain gagal jantung, sesak napas juga dapat menandakan adanya kondisi jantung lainnya, seperti:

 

A. Takikardia

 

Takikardia adalah kondisi ketika detak jantung menjadi lebih cepat dari batas normal. Normalnya, detak jantung seseorang berkisar antara 60–100 kali per menit. Sedangkan pada kondisi takikardia, detak jantung bisa mencapai lebih dari 100 kali per menit.

 

Takikardia biasanya menyebabkan sesak napas atau kesulitan bernapas. Selain sesak napas, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti jantung terasa berdebar-debar, keringat dingin, nyeri dada, dan pusing atau pingsan. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan takikardia adalah:

 

  • Berusia lanjut.

  • Stimulasi fisik atau emosional.

  • Dehidrasi.

  • Konsumsi kafein atau stimulan lain.

  • Gangguan tiroid.

  • Ketidakseimbangan elektrolit.

  • Efek samping dari konsumsi obat-obatan.

  • Faktor genetik.

  • Perubahan hormon, misalnya saat hamil atau menopause.

  • Riwayat diabetes atau hipertensi tidak terkontrol.

 

B. Kardiomiopati

 

Kardiomiopati adalah kondisi ketika otot jantung mengalami perubahan struktur, biasanya menebal, kaku, atau membesar (dilatasi). Kondisi tersebut dapat menyebabkan jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab kardiomiopati. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan kelainan genetik atau riwayat keluarga memiliki penyakit serupa. 

 

Faktor risiko lainnya meliputi kelebihan berat badan/obesitas, memiliki riwayat hipertensi kronis, memiliki riwayat serangan jantung, penyakit jantung koroner, atau infeksi jantung, menderita penyakit diabetes atau tiroid, kebiasaan minum alkohol, dan penyalahgunaan obat.

 

Selain dapat menyebabkan sesak napas, gejala lain yang menyertai kardiomiopati adalah sebagai berikut:

 

  • Kelelahan ekstrim atau mudah merasa lelah.

  • Nyeri dada.

  • Jantung berdebar.

  • Pusing atau mudah pingsan.

  • Perut terasa kembung.

  • Pembengkakan di kaki atau perut.

  • Batuk terutama jika tidur telentang.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran penanganan dari dokter. Apabila mengalami gejala sesak napas yang disertai nyeri dada, batuk yang disertai dengan lendir bercampur darah, dan peningkatan detak jantung, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.



Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah

Sumber

Kemenkes. Mengenal Sesak Nafas pada Penyakit Gagal Jantung. Diakses pada 2024 | WebMd. Heart Problems That Affect Your BreathingHeart Problems That Affect Your Breathing. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Heart Failure Signs and Symptoms. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Heart Failure Symptoms. Diakses pada 2024 | Journal of Cardiac Failure. Determinants of Dyspnea in Chronic Heart Failure. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail