Kesehatan Tubuh
Mengenal Tahapan Frozen Shoulder dan Penanganan yang Tepat

Table of Contents
Frozen shoulder atau adhesive capsulitis merupakan kondisi yang ditandai dengan kaku dan nyerinya sendi bahu, sehingga gerakan menjadi terbatas. Kondisi ini berkembang secara bertahap, biasanya melalui empat fase. Memahami tahapan frozen shoulder menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan aktivitas sehari-hari dan menentukan pengobatan yang sesuai. Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder adalah suatu kondisi yang ditandai dengan bahu terasa kaku, nyeri, dan sulit digerakkan, baik digerakkan sendiri (aktif) maupun digerakkan dengan dibantu oleh orang lain (pasif). Kondisi ini sering kali terjadi pada orang berusia paruh baya dan lebih sering dialami oleh wanita.
Frozen shoulder dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Penyebab pastinya belum diketahui. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan peradangan, pengerasan, dan penebalan pada kapsul sendi bahu. Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko frozen shoulder adalah sebagai berikut:
-
Terlalu lama tidak menggerakkan bahu.
-
Pernah cedera bahu.
-
Diabetes.
-
Gangguan tiroid.
Untuk mendiagnosis frozen shoulder, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Gejala utama frozen shoulder adalah rasa nyeri dan kaku pada bahu sehingga membuatnya sulit digerakkan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pencitraan, seperti rontgen atau MRI.
Tahapan Frozen Shoulder
Dilansir dari Clinical Guidelines in the Management of Frozen Shoulder: An Update! (2021), frozen shoulder terbagi menjadi tiga tahap utama. Berikut masing-masing penjelasannya:
Tahap 1 – Freezing
-
Durasi: Sekitar 2–6 bulan.
-
Keluhan utama yang dirasakan adalah nyeri cukup berat, terutama saat digerakkan.
-
Gerakan bahu mulai terbatas sedikit demi sedikit.
-
Sering disalahartikan sebagai cedera otot (rotator cuff). Namun, pada frozen shoulder, lama kelamaan kekakuan akan dirasakan semakin berat.
Tahap 2 – Frozen
-
Durasi: Sekitar 4–12 bulan.
-
Nyeri masih ada, tetapi mulai berkurang.
-
Kekakuan bahu menjadi keluhan utama.
-
Gerakan sangat terbatas sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Tahap 3 – Thawing
-
Durasi: Sekitar 6–26 bulan.
-
Nyeri semakin berkurang atau hampir hilang.
-
Gerakan bahu perlahan kembali normal, meski butuh waktu cukup lama.
Pengobatan Frozen Shoulder
Tujuan utama dari pengobatan frozen shoulder adalah mengembalikan fungsi bahu dan mengurangi gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemilihan jenis pengobatan bisa berbeda-beda, tergantung dari tahapan frozen shoulder, preferensi dokter dan pasien, serta fasilitas yang tersedia.
Umumnya, dokter akan mengutamakan pengobatan konservatif (tanpa operasi). Pasalnya sebagian pasien frozen shoulder bisa membaik dalam 6–18 bulan. Pilihan pengobatan konservatif adalah sebagai berikut:
-
Penggunaan obat pereda nyeri (analgesik).
-
Steroid oral.
-
Prosedur hidrodilatasi.
-
Suprascapular nerve block (SNB).
-
Suntikan steroid dan sodium hyaluronate ke dalam sendi.
Namun, jika gejala tidak membaik meski sudah menjalani terapi konservatif, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan operasi, seperti:
-
Artroskopi: Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di sekitar sendi bahu untuk memasukkan artroskop. Artroskopi bertujuan menghilangkan jaringan yang mengeras dan melekat di dalam sendi bahu.
-
Manipulation under anesthesia (MUA): MUA dilakukan dengan memberikan obat bius total kepada pasien. Setelah pasien tertidur, dokter akan menggerakkan bahu ke berbagai arah agar jaringan kapsul sendi yang menegang menjadi lemas.
-
Hydrodilatation: Prosedur yang dilakukan dengan menyuntikkan air steril yang dicampur kortikosteroid ke dalam kapsul sendi. Upaya ini dapat membantu meregangkan jaringan kapsul sendi bahu dan memudahkan pergerakan sendi.
Komplikasi Frozen Shoulder
Komplikasi pada frozen shoulder dapat berbeda-beda, tergantung dari tahapan penyakit maupun jenis penanganan yang dijalani. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Nyeri dan kekakuan menetap: Meski gejala utama sudah membaik, sebagian pasien tetap mengalami nyeri ringan atau keterbatasan gerak pada bahu. Bila bahu terlalu lama tidak digerakkan, otot dan sendi dapat melemah sehingga lebih rentan cedera. Salah satunya adalah robekan labrum, yaitu robekan pada bantalan tulang rawan yang mengelilingi sendi bahu.
-
Komplikasi akibat tindakan medis: Pada prosedur manipulation under anesthesia (MUA), bahu digerakkan secara paksa saat pasien dibius total untuk melonggarkan kapsul sendi. Tekanan kuat dalam prosedur ini dapat menimbulkan cedera, misalnya patah tulang humerus atau robekan tendon (seperti tendon otot bisep atau subskapularis).
-
Komplikasi yang lebih serius: Baik akibat kondisi frozen shoulder itu sendiri maupun prosedur medis, pasien dapat berisiko mengalami dislokasi sendi glenohumeral (sendi bahu keluar dari posisinya). Serta robekan rotator cuff, yaitu cedera pada kelompok otot dan tendon yang berfungsi menstabilkan bahu.
Itulah informasi mengenai tahapan frozen shoulder yang penting untuk dipahami. Frozen shoulder dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas bila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan yang sesuai, mulai dari terapi fisik, penggunaan obat, hingga tindakan medis tertentu, perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Untuk memastikan diagnosis yang akurat sekaligus mendapatkan rencana perawatan terbaik, konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi menjadi langkah yang tepat. Segera kunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat agar pemulihan bahu dapat berlangsung lebih optimal dan aktivitas sehari-hari kembali lancar.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Indian Journal of Orthopaedics. Clinical Guidelines in the Management of Frozen Shoulder: An Update!. Diakses pada 2025 | Future Science OA. Frozen shoulder: overview of clinical presentation and review of the current evidence base for management strategies. Diakses pada 2025 | StatPearls. Adhesive Capsulitis (Frozen Shoulder). Diakses pada 2025 | NHS. Frozen shoulder (adhesive capsulitis). Diakses pda 2025 | Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI). Panduan Praktik Klinis (PPK) Neurologi. Diakses pada 2025 | Indian Journal of Orthopaedics. Clinical Guidelines in the Management of Frozen Shoulder: An Update!. Diakses pada 2025 | Ortho Info. Frozen Shoulder. Diakses pada 2025 |
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini



