Kesehatan Tubuh
Frozen Shoulder: Kenali Rasa Nyeri Kaku di Bahu dan Pengobatannya

Table of Contents
Frozen shoulder adalah keluhan nyeri dan kaku pada bahu yang dapat dialami oleh siapa saja, namun biasanya dialami oleh pekerja kantoran, mengingat bahwa pekerjaan mereka sebagian besar waktu dilakukan dengan duduk dan bekerja di depan layar komputer. Kondisi ini dapat memburuk seiring berjalannya waktu, hingga menahun. Mari cari tahu informasi lebih lanjut apa itu frozen shoulder melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder adalah kondisi nyeri dan kaku di area bahu sehingga penderitanya kesulitan menggerakkan bahu atau lengan atas. Kondisi ini lambat laun dapat menyebabkan bahu tidak dapat digerakkan sama sekali.
Perlu diketahui bahwa sendi bahu memiliki kapsul pembungkus yang fungsinya untuk melindungi tulang, tendon, dan ligamen. Ketika bahu mengalami cedera atau tidak digerakkan dalam waktu yang lama, kapsul tersebut akan semakin menebal dan akhirnya menyebabkan pergerakan sendi terbatas atau sama sekali tidak dapat digerakkan. Kondisi inilah yang disebut dengan frozen shoulder.
Frozen shoulder cenderung memburuk secara perlahan, namun juga dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Setiap orang memerlukan jangka waktu yang berbeda-beda untuk pulih dari frozen shoulder.
Penyebab Frozen Shoulder
Belum diketahui secara pasti apa penyebab frozen shoulder. Namun, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya frozen shoulder adalah sebagai berikut:
-
Tidak menggerakkan bahu dalam waktu lama, misalnya karena stroke, patah tulang lengan, pemulihan pascaoperasi, atau cedera. Hal ini juga bisa terjadi pada para pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya dengan duduk dan bekerja di depan layar laptop atau komputer.
-
Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, hipertiroidisme dan hipotiroidisme, diabetes, atau penyakit Parkinson.
-
Berusia 40 tahun ke atas.
Gejala Frozen Shoulder
Gejala utama frozen shoulder adalah rasa nyeri dan kaku pada bahu, sehingga membuatnya sulit digerakkan. Rasa nyeri biasanya akan terasa pada salah satu bahu, lengan atas, dan otot bahu yang melingkari bagian atas lengan.
Nyeri akibat frozen shoulder biasanya bertambah parah saat malam hari. Gejala ini juga dapat berkembang dan memburuk secara perlahan melalui beberapa tahap. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Tahap pertama (freezing stage): Pada tahap pertama, penderita akan merasakan nyeri pada bahu setiap kali menggerakkannya. Perlahan, rasa sakitnya akan semakin buruk sehingga membatasi pergerakan bahu, terutama di malam hari. Kondisi ini dapat berlangsung selama 6–9 bulan.
-
Tahap kedua (frozen stage): Pada tahap ini, rasa nyeri pada bahu akan mereda. Namun, kekakuan sendi bahu justru semakin parah sehingga bahu semakin sulit digerakkan. Tahap ini biasanya dapat berlangsung selama 4–12 bulan.
-
Tahap ketiga (thawing stage): Tahap ini ditandai dengan pergerakan bahu yang mulai normal. Namun, untuk mencapai tahap ini, prosesnya bisa berlangsung selama 6 bulan sampai 2 tahun.
Diagnosis Frozen Shoulder
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait dengan gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area bahu dan lengan pasien. Pada pemeriksaan fisik ini, dokter akan meminta pasien untuk menggerakkan lengan dan bahu guna mengetahui rentang gerak pasien saat melakukan gerakan aktif.
Dokter juga akan meminta pasien untuk melemaskan otot bahu dan dokter akan mengarahkan lengan pasien ke arah tertentu untuk mengetahui rentang gerak lengan pasien pada gerakan pasif. Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti foto rontgen, USG, dan MRI. Tujuan dilakukannya pemeriksaan penunjang ini adalah untuk menyingkirkan kemungkinan gejala yang disebabkan oleh kondisi lain, seperti radang sendi.
Komplikasi Frozen Shoulder
Komplikasi utama akibat frozen shoulder adalah berlangsungnya kekakuan dan nyeri bahu dalam jangka waktu lama. Pada beberapa kasus, kondisi ini tak kunjung pulih hingga lebih dari 3 tahun, meskipun sudah dilakukan pengobatan. Selain itu, komplikasi lain juga bisa terjadi akibat manipulasi bahu, misalnya robekan pada otot lengan atas atau patah tulang lengan atas.
Pengobatan Frozen Shoulder
Frozen shoulder umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga penderita dapat pulih sepenuhnya. Oleh karena itu, penderita diharuskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara rutin dengan dokter.
Sejumlah cara mengatasi frozen shoulder yang direkomendasikan oleh dokter umumnya bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan kekakuan sendi bahu sehingga dapat mengembalikan kemampuan gerak bahu dan meningkatkan kualitas hidup. Adapun beberapa pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter kepada penderita frozen shoulder adalah sebagai berikut:
-
Obat-obatan. Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri, contohnya seperti parasetamol dan ibuprofen. Jika tidak kunjung membaik, dokter dapat mengganti obat pereda nyeri dengan jenis obat yang berbeda atau memberikan suntikan kortikosteroid pada area bahu yang sakit.
-
Fisioterapi. Fisioterapi adalah pengobatan yang bertujuan untuk mengembalikan rentang gerak bahu dan lengan semaksimal mungkin. Pasien harus konsisten dalam menjalani pengobatan ini agar hasilnya bisa optimal.
-
Pengobatan lainnya. Apabila obat-obatan dan fisioterapi belum efektif untuk mengatasi keluhan pasien, dokter akan memberikan pilihan pengobatan lainnya, seperti:
-
Manipulasi sendi bahu, dilakukan dengan memberikan bius total (anestesi umum) ke pasien terlebih dahulu. Kemudian saat pasien tertidur, bahu pasien digerakkan ke berbagai arah agar jaringan kapsul sendi yang menegang menjadi lebih lemas.
-
Artroskopi, dilakukan dengan membuat sayatan di sekitar sendi bahu untuk memasukkan alat kecil yang dilengkapi kamera (artroskopi). Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan jaringan yang mengeras dan melekat di dalam sendi bahu.
-
Hydrodilatation, dilakukan dengan menyuntikan air steril yang dicampur dengan kortikosteroid ke dalam kapsul sendi. Prosedur ini dapat membantu meregangkan jaringan kapsul sendi bahu dan memudahkan pergerakan sendi. Namun, sebelum itu, pasien akan diberikan bius lokal di area bahu terlebih dahulu.
Pencegahan Frozen Shoulder
Ada beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya frozen shoulder, seperti:
-
Menjaga kadar gula darah normal.
-
Aktif menggerakkan bahu dan berolahraga secara rutin.
-
Sempatkan waktu untuk melakukan peregangan secara berkala saat bekerja di depan laptop/komputer.
Penting untuk diketahui bahwa informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa gejala yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili frozen shoulder mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami kekakuan pada bahu disertai rasa nyeri hebat khususnya di malam hari, segera kunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait frozen shoulder akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Rontgen Sendi Bahu
Rontgen / X-Ray
Rp353.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000
X-RAY SHOULDER BILATERAL
Rontgen / X-Ray
Rp884.000







