Kesehatan Tubuh
Berbagai Jenis Terapi Demensia yang Perlu Dipahami

Table of Contents
Demensia adalah sindrom atau kumpulan gejala yang mengakibatkan penurunan daya ingat, pemikiran, serta pengambilan keputusan pada seseorang. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi ini. Namun, menjalani terapi demensia secara rutin dapat membantu meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Mari pahami berbagai jenis terapi demensia melalui ulasan di bawah ini.
Macam-Macam Terapi Demensia
Seperti yang sudah dijelaskan, sebenarnya belum ada pengobatan demensia yang secara khusus dapat menyembuhkan penyakit ini sepenuhnya. Namun, menjalani terapi secara rutin bisa membantu penderita mengelola gejalanya. Selain itu, perkembangan penyakit juga bisa menjadi lebih lambat. Berikut adalah uraian mengenai terapi demensia selengkapnya.
1. Cognitive Stimulation Therapy (CST)
Terapi demensia yang pertama adalah cognitive stimulation therapy (CST). Terapis menggunakan CST untuk meningkatkan kemampuan aspek-aspek yang terdampak demensia, seperti memori, pemecahan masalah, komunikasi, kualitas hidup, serta mengatasi gejala kecemasan dan depresi.
Penelitian berjudul “Efficacy of Cognitive Stimulation Therapy for Older Adults with Vascular Dementia,” menyebutkan bahwa CST dapat membantu penderita demensia meningkatkan fungsi mental dan ingatan jangka pendek. Adapun beberapa aktivitas dalam terapi ini adalah sebagai berikut:
-
Permainan fisik.
-
Permainan kata dan teka-teki.
-
Permainan angka.
-
Permainan grup.
-
Kegiatan praktik, seperti membuat kue atau berkebun.
-
Membicarakan peristiwa masa kini, masa lalu, atau topik yang menarik.
2. Occupational Therapy
Occupational therapy adalah terapi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan penderita demensia dalam menyelesaikan aktivitas atau pekerjaan dengan membuat mereka melakukan kegiatan bermakna dan membiarkan lebih banyak orang berpartisipasi, menghilangkan gangguan atau stres di sekitar penderita, serta memberikan pengasuh untuk penderita.
Manfaat occupational therapy atau terapi okupasi dalam membantu mengatasi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita demensia telah dibuktikan dalam penelitian pada tahun 2019 berjudul “Occupational Therapy for People with Dementia and Their Family Carers Provided at Home: A Systematic Review and Meta-analysis.”
3. Reminiscence Therapy (RT)
Terapi demensia berikutnya adalah reminiscence therapy. Selama RT, terapis akan mengajak penderita demensia membicarakan tentang hal-hal atau peristiwa dari masa lalu, seperti barang favorit, musik, atau kumpulan foto. RT dapat membantu penderita lebih fokus pada keterampilan dan pencapaiannya, bukan pada kondisi demensia yang sedang dialaminya.
Reminiscence therapy dapat meningkatkan beberapa aspek pada penderita demensia, di antaranya:
-
Kualitas hidup.
-
Fungsi mental.
-
Kemampuan komunikasi.
-
Suasana hati.
Terapi ini dapat dilakukan melalui dua pendekatan dengan hasil yang berbeda. RT individu lebih berdampak pada kognisi dan suasana hati, sedangkan RT kelompok akan memberi dampak positif pada kemampuan komunikasi penderitanya.
4. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation
Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) adalah teknologi medis yang menggunakan listrik untuk merangsang saraf seseorang agar dapat mengirimkan sinyal ke otak. Beberapa ahli percaya bahwa TENS dapat membantu mengurangi rasa nyeri.
Pada penelitian dalam Physical Therapy Rehabilitation Science, disebutkan bahwa TENS juga bisa bisa menjadi pilihan terapi demensia pada lansia karena membantu meningkatkan keseimbangan dan keterampilan berjalan mereka. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dari terapi ini untuk penderita demensia.
5. Talk Therapy
Terapi wicara atau talk therapy merupakan salah satu jenis psikoterapi. Pada terapi demensia ini, pasien demensia akan diminta untuk membicarakan pengalamannya bersama terapis atau profesional kesehatan mental, seperti psikolog. Terapi ini dapat membantu penderita demensia untuk mengidentifikasi dan mengubah pikiran, perilaku, serta emosi yang mengganggu.
Sebuah penelitian dalam eClinicalMedicine juga menemukan bahwa terapi wicara dapat membantu meredakan gejala depresi dan kecemasan pada 63% penderita demensia yang mengikuti penelitian. Lebih lanjut, penelitian ini juga menyebutkan bahwa 40% peserta bisa sembuh dari depresi dan kecemasan setelah rutin mengikuti terapi wicara.
6. Reality Orientation Training
Dalam reality orientation training, terapis dan penderita demensia akan berbicara tentang waktu, tanggal, atau musim saat ini, peristiwa maupun lingkungan di sekitarnya, serta nama, kenangan, rutinitas, harian, dan barang-barang pribadinya. Terapi demensia ini dapat membantu meningkatkan fungsi mental penderita.
Itulah beberapa jenis terapi demensia yang umumnya dilakukan untuk membantu mengelola gejala demensia dan memperlambat perkembangan penyakit ini. Bila Anda memiliki kerabat dengan demensia, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi untuk menentukan jenis terapi atau pengobatan yang tepat bagi penderita.
Apabila memerlukan perawatan dari rumah, Anda dapat memesan layanan Homecare - Coordinated Care dari Siloam Hospitals melalui aplikasi MySiloam. Layanan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan pendampingan perawat secara langsung di rumah (menginap atau pulang pergi), serta pemantauan berkala oleh dokter umum dan dokter spesialis jika diperlukan.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Non Live In Coordinated Care Weekly (Expert) - Homecare
Coordinated Care
Rp30.000.000
TERPOPULER
Non Live In Coordinated Care Weekly (Advance) - Homecare
Coordinated Care
Rp25.000.000
Live In Coordinated Care Weekly (Advance) - Homecare
Coordinated Care
Rp27.500.000
TERPOPULER
CT Head Non-CNTRS / CT Scan Kepala
CT Scan
Rp1.664.000
TERPOPULER
MRI Head Non-CNTRS / MRI Kepala
MRI / MRA
Rp2.870.000







