Jenis Vitamin Neurotropik & Manfaatnya bagi Sistem Saraf
Pola Hidup Sehat

Jenis Vitamin Neurotropik & Manfaatnya bagi Sistem Saraf

25 Februari 2026 5 menit waktu baca
vitamin neurotropik

Vitamin neurotropik adalah jenis vitamin yang berperan dalam mendukung fungsi dan kesehatan saraf. Vitamin ini dapat membantu seseorang dengan berbagai keluhan yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf, seperti kesemutan, nyeri, atau rasa kebas.

 

Setiap jenis vitamin neurotropik memiliki manfaat yang berbeda dan dapat digunakan sesuai kondisi kesehatan masing-masing pasien. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis vitamin neurotropik yang sesuai agar manfaat yang diperoleh lebih optimal. Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak artikel berikut ini.

 

Apa Itu Vitamin Neurotropik?

 

Vitamin neurotropik adalah vitamin dari kelompok vitamin B tertentu yang memiliki peran khusus dalam menjaga dan mendukung fungsi sistem saraf, baik sistem saraf pusat maupun perifer (saraf di seluruh tubuh). Adapun vitamin yang termasuk dalam kelompok ini adalah vitamin B1, B6, dan B12. Ketiga vitamin ini bekerja dalam pembentukan energi, perbaikan jaringan saraf, pembentukan neurotransmiter, hingga menjaga lapisan pelindung saraf (mielin).

 

Manfaat Vitamin Neurotropik Berdasarkan Jenisnya

 

Setiap jenis vitamin neurotropik memiliki peran yang berbeda dalam tubuh sehingga manfaatnya pun tidak selalu sama. Berikut beberapa manfaat dari masing-masing jenis vitamin neurotropik.

 

1. Vitamin B1 (Thiamine)

 

Vitamin B1 atau thiamine merupakan vitamin larut dalam air dan berperan dalam metabolisme energi. Vitamin ini dapat membantu tubuh mengubah karbohidrat atau glukosa menjadi energi yang dibutuhkan oleh sel, termasuk sel saraf yang sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil untuk menjalankan fungsinya. Karena sel saraf sangat bergantung pada energi dari glukosa, thiamine berperan penting dalam:

 

  • Menjaga fungsi saraf saraf tepi.

  • Membantu komunikasi antarsel saraf.

  • Menjaga fungsi jantung dan otot.

 

Kekurangan vitamin B1 dapat mengganggu fungsi saraf dan organ lain. Penelitian dalam jurnal Cells (2025) menjelaskan bahwa defisiensi berat dapat berdampak serius pada sistem saraf, bahkan meningkatkan risiko terjadinya gangguan neurologis berat, seperti penyakit beri-beri. Risiko kekurangan vitamin B1 lebih tinggi pada individu dengan asupan gizi tidak seimbang, konsumsi alkohol berlebihan, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi penyerapan nutrisi.

 

Kebutuhan vitamin B1 pada orang dewasa umumnya sekitar 1–1,2 mg per hari, tergantung jenis kelamin dan kondisi tubuh. Vitamin ini dapat dipenuhi melalui konsumsi berbagai jenis makanan, antara lain:

 

  • Kacang-kacangan (seperti kacang merah, kacang polong dan kedelai).

  • Daging tanpa lemak.

  • Ikan (seperti salmon dan tuna).

  • Roti gandum utuh.

  • Yoghurt.

 

2. Vitamin B6 (Piridoksin)

 

Vitamin B6, atau piridoksin adalah jenis vitamin yang berperan penting dalam berbagai proses metabolisme tubuh, terutama yang berkaitan dengan sistem saraf. Vitamin ini membantu pembentukan (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, dan gamma-aminobutyric acid (GABA), yaitu zat kimia otak yang memungkinkan sel saraf berkomunikasi satu sama lain.

 

Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam mengatur metabolisme asam amino, pembentukan hemoglobin, serta mendukung fungsi sistem imun. Karena perannya dalam pembentukan neurotransmiter, kecukupan vitamin B6 penting untuk menjaga kestabilan suasana hati, fungsi kognitif, dan koordinasi saraf.

 

Untuk meminimalkan risiko defisiensi vitamin B6, konsumsi makanan yang kaya akan vitamin B6 sangat dianjurkan. Berikut beberapa di antaranya:

 

  • Daging dan ikan.

  • Biji-bijian.

  • Kentang.

  • Kacang-kacangan.

 

Kebutuhan harian vitamin B6 berbeda sesuai usia dan kondisi tubuh. Secara umum, orang dewasa memerlukan sekitar 1,3–1,7 mg per hari. Pemenuhan kebutuhan melalui pola makan seimbang umumnya sudah mencukupi, sedangkan suplementasi dipertimbangkan pada kondisi tertentu berdasarkan evaluasi medis.

 

  • 0–6 bulan: 0,1 mg.

  • 7–12 bulan: 0,3 mg.

  • 1–3 tahun: 0,5 mg.

  • 4–8 tahun: 0,6 mg.

  • 9–13 tahun: 1,0 mg.

  • 14–18 tahun: 1,3 mg untuk pria dan 1,2 mg untuk wanita.

  • 19–50 tahun: 1,3 mg.

  • Di atas 51 tahun: 1,7 mg untuk pria dan 1,5 mg untuk wanita.

  • Ibu hamil: 1,9 mg.

  • Ibu menyusui: 2,0 mg.

 

3. Vitamin B12

 

Vitamin B12 atau cobalamin adalah vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang berbagai proses penting, mulai dari produksi sel darah merah, pembentukan mielin (pelindung saraf), menjaga fungsi saraf, serta membantu proses metabolisme DNA. Nutrisi ini dibutuhkan untuk menjaga selubung mielin, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti serabut saraf dan membantu penghantaran impuls saraf berjalan dengan baik.

 

Selain mendukung fungsi saraf, vitamin B12 juga berperan dalam proses pembelahan sel dan produksi materi genetik. Oleh karena itu, kecukupan vitamin ini penting untuk kesehatan jaringan tubuh yang aktif beregenerasi, termasuk sel darah dan jaringan saraf.

 

Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan anemia yang ditandai dengan gangguan pembentukan sel darah merah. Selain itu, defisiensi vitamin B12 dapat menyebabkan kesemutan, rasa kebas, gangguan keseimbangan, hingga penurunan fungsi kognitif. Pada kondisi berat dan berlangsung lama, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf yang bersifat progresif.

 

Vitamin B12 dapat ditemukan dalam makanan hewani, seperti:

 

  • Daging sapi dan domba.

  • Ikan.

  • Telur.

  • Produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt.

 

Vitamin B12 juga tersedia dalam bentuk suplemen, baik sebagai suplemen tunggal maupun dalam kombinasi vitamin B kompleks atau multivitamin. Adapun kebutuhan vitamin B12 berbeda-beda tergantung usia dan kondisi tubuh. Pada orang dewasa, asupan harian yang dianjurkan berkisar antara 2,4 hingga 2,8 mikrogram.

 

Demikian penjelasan mengenai jenis vitamin neurotropik beserta masing-masing manfaatnya bagi kesehatan sistem saraf. Namun, perlu diingat bahwa dampak yang muncul akibat kekurangan vitamin maupun anjuran asupan hariannya dapat berbeda pada setiap orang. 

 

Oleh karena itu, konsultasikan langsung dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat untuk mengetahui kebutuhan vitamin yang sesuai, termasuk jenis dan dosis yang tepat. Dokter akan menilai kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, terutama jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada gangguan sistem saraf, seperti kesemutan, nyeri, atau kejang, sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi yang dialami.

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung fasilitas yang disediakan. Meski begitu, dokter dan tenaga medis lainnya akan tetap memastikan pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, termasuk penilaian kebutuhan vitamin neurotropik untuk mendukung kesehatan sistem saraf sesuai dengan kondisi kesehatan.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan lebih praktis, seperti melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mengecek hasil pemeriksaan medis secara online. Mari unduh MySiloam untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cells. The Combination of Neurotropic Vitamins B1, B6, and B12 Enhances Neural Cell Maturation and Connectivity Superior to Single B Vitamins. Diakses pada 2026 | Healthline. What Is Thiamine Deficiency? All You Need to Know. Diakses pada 2026 | Medical News Today. The Benefits and Food Sources of Vitamin B6. Diakses pada 2026 | The Nutrition Source. Thiamin – Vitamin B1. Diakses pada 2026 | Healthline. Health Benefits of Vitamin B12, Based on Science. Diakses pada 2026 | National Institutes of Health. Vitamin B12. Diakses pada 2026 | Medical News Today. Vitamin B12 Benefits, Food Sources, Deficiency Symptoms, and More. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Vitamin B1 (Thiamine). Diakses pada 2026 | National Cancer Institute. Vitamin B12. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Vitamin B6 (Pyridoxine). Diakses pada 2026

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail