Komentari Berat Badan Rentan jadi Penyebab Anoreksia
Kesehatan Mental

Komentari Berat Badan Rentan jadi Penyebab Anoreksia

22 Juni 2025 2 menit waktu baca
Anoreksia

Persepsi akan citra tubuh sempurna dan anoreksia adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Hal ini sering kali tidak disadari, namun pandangan akan citra tubuh yang tidak realistis bisa berdampak buruk hingga membuat seseorang merasa tidak bahagia dengan bentuk tubuhnya sendiri.

 

Penderita anoreksia mendambakan bentuk tubuh yang kurus sehingga selalu merasa kelebihan berat badan. Gejala anoreksia yang umum terlihat adalah mereka cenderung berusaha tidak makan meskipun merasa lapar.

 

Padahal melalui kanal Youtube Siloam Hospitals, dr. Kristiane Siahaan, Sp.KJ menegaskan bahwa sehat bukanlah berarti memiliki bentuk tubuh yang kurus, melainkan memiliki tubuh sehat dengan nutrisi yang cukup.


Anoreksia adalah suatu permasalahan yang serius dan harus ditangani secepatnya. Karenanya, mari ketahui lebih dalam mengenai anoreksia dalam video berikut:

 

Komentar Berat Badan, Salah Satu Penyebab Anoreksia

 

Pada dasarnya anoreksia nervosa melibatkan perasaan (psikologis) yang terdistorsi terhadap citra tubuh seseorang. Mereka selalu melihat diri sendiri gemuk atau kelebihan berat badan, meskipun mungkin kenyataannya tubuh mereka berada dalam kategori berat badan yang sehat atau bahkan kurang dari itu.

 

Kemudian, orang-orang dengan anoreksia nervosa pun sering kali merasa sensitif terhadap komentar fisik dari orang lain. Tanggapan atau komentar dari lingkungan sosial seperti, “kamu gemukan ya?” dapat menyebabkan seseorang merasa tidak sebanding dengan orang lain yang dianggap lebih menarik.

 

Hubungan ini menunjukkan bagaimana lingkungan sosial sangat memengaruhi perilaku dan pikiran individu. Perasaan tidak puas dengan citra tubuh mendorong penderita anoreksia untuk mengurangi asupan makanan secara ekstrem dan terobsesi memenuhi standar bentuk tubuh yang dianggap menarik oleh lingkungan sosial. 

 

Meski demikian, penyakit anoreksia tidaklah terpaku pada masalah psikologis dan sosial saja. dr. Kristiane Siahaan, Sp.KJ menjelaskan bahwa terdapat satu faktor lain penyebab anoreksia, yakni faktor biologis atau biasanya disebut juga dengan faktor genetik.

 

Menurut dokter Kristi, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa 50–80% kasus anoreksia dipengaruhi oleh faktor genetik. Penting untuk diingat bahwa penyakit anoreksia adalah masalah kompleks yang membutuhkan perhatian medis dan dukungan emosional untuk mengatasinya.

 

Tips Menghadapi Penderita Anoreksia

 

Menemani dan menghadapi penderita anoreksia sebaiknya dilakukan dengan berbagai pendekatan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu penderita anoreksia:

 

  • Berikan mental support kepada seseorang yang mengalami anoreksia. Salah satu contoh mental support yang bisa dilakukan adalah mencoba mendengarkan bagaimana ia bisa jatuh ke dalam kondisi ini dan hal apa saja yang ia khawatirkan.

  • Memperhatikan apabila penderita sudah tidak bisa lagi mengendalikan kondisinya dan mulai berdampak pada kesehatan penderita.

  • Berikan saran untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti dokter spesialis kejiwaan atau disebut juga psikiater guna mendapatkan penanganan yang benar dan tepat.

 

Penting dicatat bahwa sehat bukanlah berarti memiliki tubuh yang kurus. Untuk mencapai berat badan ideal dan sehat, langkah awal yang dapat diambil adalah dengan menjalani pola hidup yang baik, salah satunya adalah mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang dan rutin berolahraga sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

 

Anda pun dapat berdiskusi dengan ahli gizi Siloam Hospitals maupun memesan paket Healthy Catering melalui aplikasi MySiloam.


Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dan membuat janji temu dengan dokter spesialis kejiwaan Siloam Hospitals terdekat melalui fitur Cari Dokter. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail