Sub-Spesialisasi dari Kedokteran Gigi

Konservasi Gigi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Spesialis konservasi gigi bertugas menangani masalah kesehatan gigi dengan memberikan perawatan dan mempertahankan gigi, baik dari fungsi maupun estetikanya. 

 

Dokter spesialis konservasi gigi dapat memberikan perawatan pulpa gigi (jaringan dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah), jaringan periapikal (area di sekitar akar gigi), serta perawatan dan pencegahan gigi berlubang. Spesialis ini bertugas untuk mempertahankan gigi selama mungkin dalam rongga mulut dengan mempertimbangkan fungsi, bentuk, dan estetika gigi tanpa harus mencabutnya. 

 

Pada pertengahan abad ke-19, Greene Vardiman Black, seorang tokoh penting dalam konservasi gigi, mengembangkan prinsip-prinsip dasar dalam menangani masalah karies gigi dan restorasi yang masih digunakan hingga sekarang. Black juga dikenal atas karyanya dalam pengembangan amalgam (bahan yang digunakan untuk menambal gigi yang terbuat dari campuran logam dan merkuri).

 

Pada 1847, Edwin Maynard memperkenalkan teknik penggunaan kloroform sebagai bahan yang digunakan untuk pengobatan pada saluran akar. Tahun 1930-an, Dr. Herbert Schilder memperkenalkan konsep perawatan saluran akar modern, termasuk teknik cleaning and shaping yang menggunakan instrumen khusus untuk membersihkan saluran akar dan mengembalikan bentuk fungsional gigi. 

 

Keunggulan Spesialisasi

 

Keunggulan utama dokter spesialis konservasi gigi adalah menyelamatkan dan mempertahankan gigi yang berlubang, terinfeksi, hingga rusak parah dengan sebaik mungkin, guna menghindari kebutuhan untuk mencabut gigi yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi gigi tersebut dalam rongga mulut. 

 

Beberapa penyakit dan kondisi medis lain yang dapat ditangani oleh dokter spesialis konservasi gigi, yaitu:

 

  • Pulpitis.

  • Abses periapikal.

  • Kista periapikal.

  • Infeksi saluran akar.

  • Patah atau retak gigi.

  • Resorpsi akar gigi.

  • Trauma gigi.

  • Kelainan kongenital. 

 

Perawatan yang dilakukan spesialis ini juga mencakup pengangkatan jaringan yang terinfeksi dan membersihkan saluran akar untuk membantu mengatasi masalah nyeri yang sering kali menjadi keluhan pasien. 

 

Kerusakan pada gigi dan jaringan di sekitarnya dapat menyebabkan masalah yang memengaruhi fungsi mulut. Melalui perawatan endodontik yang tepat, kesehatan mulut, fungsional, bahkan estetika gigi dapat terjaga dengan baik. 

 

Subspesialisasi

 

Berikut adalah cabang-cabang subspesialisasi konservasi gigi: 

 

  • Spesialis Konservasi Gigi - Konsultan Sp.KG Restorasi

  • Spesialis Konservasi Gigi - Konsultan Endodontik

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
drg-wigiarti-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Wigiarti, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Sabtu, 16 Mei 2026

message

coeSpecialistV2