Sub-Spesialisasi dari Radiologi
Intervensional
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis radiologi dengan subspesialis radiologi intervensi adalah dokter yang berfokus pada pemanfaatan teknologi pencitraan minimal invasif untuk mendiagnosis penyakit.
Dokter yang juga dikenal dengan sebutan radiologis intervensi ini akan memanfaatkan teknologi radiasi dan membuat sayatan kecil untuk mendeteksi hingga membantu prosedur pengobatan terhadap kondisi medis tertentu. Subspesialis ini juga dapat menggunakan alat yang beragam, tergantung pada indikasi dan permintaan dari dokter yang memberi rujukan.
Seorang radiologis intervensi dapat membantu mendiagnosis berbagai gangguan kesehatan, di antaranya adalah kelainan pembuluh darah di otak, penyakit jantung koroner, serta menunjang prosedur biopsi organ dalam tubuh.
Pada awal tahun 1950-an, seorang ahli radiologi asal Swedia, Sven Ivar Seldinger memperkenalkan metode untuk mengakses bagian dalam tubuh menggunakan jarum, kawat, dan kateter. Metode yang kemudian dikenal dengan teknik Seldinger ini dapat membantu prosedur diagnosis dan perencanaan pembedahan.
Pada awal tahun 1960-an, Baum dan Moreye Nusbaum memasukkan bahan kontras melalui kateter angiografi untuk menemukan lokasi perdarahan di dalam tubuh pasien serta menggunakan vasopresin untuk menghentikan perdarahan tersebut. Peristiwa inilah yang menandai awal mula perkembangan radiologi intervensi sampai saat ini.
Keunggulan Subspesialisasi
Seorang dokter umum harus terlebih dahulu menempuh program pendidikan spesialis radiologi selama kurang lebih 4 tahun untuk mendapatkan gelar Sp.Rad. Setelah itu, dokter spesialis radiologi bisa mengambil pendidikan dan pelatihan tambahan selama 2–3 tahun untuk memperoleh gelar subspesialisasi radiologi intervensi.
Radiologi intervensi merupakan prosedur medis minimal invasif. Artinya, dokter hanya perlu membuat sayatan kecil untuk mendapatkan gambaran tubuh bagian dalam yang penting dalam prosedur diagnosis maupun menunjang perencanaan pengobatan. Karena itu, pasien yang berisiko mengalami komplikasi akibat prosedur pembedahan besar bisa dirujuk ke subspesialis ini jika memungkinkan untuk dilakukan penanganan minimal invasif.
Dokter spesialis ini dilatih secara khusus agar menjadi ahli dalam melakukan berbagai prosedur medis minimal invasif. Beberapa tindakan medis tersebut di antaranya angiografi, venografi, embolisasi transarterial, dan lain-lain.
Dokter spesialis radiologi dengan subspesialis radiologi intervensi juga dapat menentukan jenis kelainan serta tingkat keparahan kondisi yang dialami oleh pasien. Dokter dengan subspesialis ini pun bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan atau metode pengobatan tertentu untuk pasien apabila diperlukan.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa gangguan kesehatan yang dapat dideteksi oleh dokter spesialis radiologi dengan subspesialis radiologi intervensi, yaitu:
-
Malformasi arteri vena otak.
-
Penyakit jantung koroner (PJK).
-
Penyumbatan bifurkasi.
-
Stenosis spinal.
-
Penyakit hati.
-
Splenic artery aneurysm.
-
Aneurisma arteri femoralis.
-
Stroke.
Beberapa prosedur medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis radiologi klinik dengan subspesialis intervensi, yaitu:
-
Angiogram.
-
Venografi.
-
Biopsi prostat dipandu USG.
-
Transarterial chemoembolization (TACE).
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Sabtu, 16 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua




