Sub-Spesialisasi dari Bedah Plastik
Kraniomaksilofasial
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis kraniomaksilofasial melakukan prosedur bedah pada area mulut, rahang, wajah, tengkorak, dan struktur terkait.
Tujuan utama dari subspesialis ini adalah mengoreksi masalah struktural atau estetika, dengan melibatkan pemodelan ulang tulang tengkorak, rahang, atau wajah sesuai kebutuhan pasien. Prosedur seperti ini tergolong kompleks, sehingga keahlian khusus dari subspesialis ini sangat diperlukan.
Beberapa kondisi yang memerlukan bantuan subspesialis ini, seperti kelainan wajah bawaan, sleep apnea yang diakibatkan masalah struktural tenggorokan atau rahang, hingga gangguan kedudukan rahang atau masalah sendi temporomandibular.
Dr. Paul Tessier asal Prancis diakui sebagai bapak bedah kraniomaksilofasial berkat operasi kraniomaksilofasial pertama yang dilakukannya di tahun 1967. Setelah itu, ia terus mendalami dan mengembangkan metode-metode terkait bedah kraniomaksilofasial.
Di tahun 1970-an, ia berangkat ke Amerika Serikat untuk mendemonstrasikan berbagai teknik bedah yang dikembangkannya. Pada akhirnya, teknik-teknik tersebut digunakan hingga hari ini dalam prosedur pelaksanaan bedah kraniomaksilofasial. Berkat kontribusinya tersebut, perawatan dalam bidang bedah kraniomaksilofasial terus berkembang sejak tahun 1980-an hingga saat ini.
Keunggulan Subspesialisasi
Jika ingin menjadi subspesialis kraniomaksilofasial, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik perlu melanjutkan pendidikan selama 2–3 tahun. Pendidikan ini dilakukan untuk mendalami pemahaman terkait kompleksitas anatomi tengkorak dan wajah, yang diperlukan untuk merencanakan perawatan dan pengobatan tepat sesuai kondisi pasien.
Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis kraniomaksilofasial memiliki cakupan penanganan yang luas, mulai dari perawatan patah tulang tengkorak, wajah, dan rahang. Tidak hanya itu, subspesialis ini juga menangani kelainan kongenital, seperti sindrom Apert dan sindrom Crouzon yang memengaruhi bentuk wajah, bentuk mata, ataupun struktur telinga.
Untuk memberikan pelayanan dan mendukung pemulihan pasien secara maksimal, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis kraniomaksilofasial juga akan bekerja sama dengan dokter tim multidisiplin lain yang dapat melibatkan dokter gigi, spesialis ortodonti, dan spesialis radiologi.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis kraniomaksilofasial, yaitu:
-
Fraktur wajah.
-
Bibir sumbing dan celah langit-langit.
-
Fraktur rahang.
-
Prognatisme.
-
Deviasi septum.
-
Rahang bawah maju.
-
Obstructive sleep apnea (OSA).
-
Paralisis wajah.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis kraniomaksilofasial, yaitu:
-
Kranioplasti.
-
Maksilektomi.
-
Pembedahan maksilofasial.
-
Chin reduction surgery.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Hartono Kartawijaya, SpBP, K
Bedah Plastik
Subspesialis Kraniomaksilofasial
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua

