Fraktur Wajah - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Fraktur Wajah - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

20 April 2025 4 menit waktu baca
mengenal fraktur wajah

Seperti namanya, fraktur wajah adalah kondisi ketika tulang di area wajah retak atau patah, ini mencakup rongga mata, hidung, hingga rahang. Sama halnya dengan patah tulang pada umumnya, kondisi ini dapat disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh, luka tembak, dan lain-lain. Sebagian besar fraktur wajah memerlukan rekonstruksi bedah dalam penangannya. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Fraktur Wajah?

Seperti yang sudah dijelaskan, fraktur wajah (facial fracture) adalah kondisi patah tulang (fraktur) pada wajah. Kondisi yang dikenal juga dengan trauma maksilofasial ini bisa terjadi karena banyak hal, namun yang paling sering disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan. Sebagai informasi, tulang wajah lebih tipis daripada tulang-tulang lain dalam tubuh sehingga rentan terhadap cedera. Adapun beberapa jenis fraktur wajah adalah sebagai berikut:

 

  • Fraktur tulang frontal (dahi).

  • Fraktur dinding orbita (rongga mata).

  • Fraktur zigomatik (tulang pipi).

  • Fraktur tulang hidung.

  • Fraktur wajah tripod (melibatkan rongga mata, tulang pipi, dan rahang atas).

  • Fraktur tulang rahang atas.

  • Fraktur tulang rahang bawah.

  • Fraktur pertengahan wajah (fraktur Le Fort/midface).

Penyebab Fraktur Wajah

Penyebab paling umum dari facial fracture adalah serangan fisik, seperti luka tembak, atau kecelakaan kendaraan. Selain itu, fraktur wajah juga bisa disebabkan oleh:

 

  • Cedera yang berhubungan dengan olahraga.

  • Kecelakaan di tempat kerja.

  • Kekerasan dalam rumah tangga.

  • Pukulan benda tumpul, sering kali menjadi penyebab fraktur orbita.

Gejala Fraktur Wajah

Gejala fraktur wajah bisa berbeda-beda, tergantung dari bagian tulang yang patah. Secara umum, kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya memar, nyeri, dan bengkak. Secara lebih spesifik, berikut adalah gejala yang ditimbulkan oleh jenis-jenis patah tulang wajah.

 

Gejala fraktur dahi:

 

  • Dahi tampak cekung (terdorong ke dalam).

  • Nyeri di sekitar sinus (rongga kecil yang terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak).

  • Cedera pada mata.

 

Gejala fraktur rongga mata (orbita):

 

  • Bnegkak di sekitar mata

  • Memar (eikomosis) di sekitar mata (racoon eye).

  • Kemerahan atau perdarahan konjungtiva (bagian putih mata).

  • Penglihatan kabur atau berkurang.

  • Pergerakan mata terbatas.

  • Penglihatan ganda.

 

Gejala fraktur tulang pipi:

 

  • Pipi tampak datar.

  • Wajah asimetris.

  • Bengkak di sekitar mata.

  • Rasa tidak nyaman di bawah mata pada sisi yang terkena.

  • Nyeri saat ada pergerakan rahang.

 

Gejala fraktur hidung:

 

 

Gejala fraktur pertengahan wajah (Fraktur Le Fort/midface):

 

  • Nyeri saat berbicara atau menggerakkan rahang.

  • Bengkak pada pipi dan bibir bagian atas.

  • Kelainan pada bentuk wajah (deformitas).

  • Memar.

  • Mimisan.

  • Maloklusi.

 

Gejala fraktur rahang:

 

  • Nyeri.

  • Memar, bengkak, atau nyeri di sepanjang rahang atau di bawah telinga.

  • Tidak dapat mensejajarkan gigi bagian atas dan bawah ketika menutup mulut(maloklusi).

  • Memar di bawah lidah (tanda yang paling sering ditemukan pada kasus patah tulang rahang).

  • Gigi hilang atau longgar.

  • Mati rasa di bibir bawah atau dagu.

  • Sulit untuk makan, mengunyah, menelan, atau berbicara.

Diagnosis Fraktur Wajah

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala, riwayat medis pasien, serta penyebab cedera. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mulai dari pemeriksan tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu tubuh), pemeriksaan jalan napas, pemeriksaan fisik pada wajah untuk mengetahui ada atau tidaknya deformitas (kelainan bentuk), pembengkakan, luka, nyeri, dan lain-lain.

 

Selanjutnya, pasien diminta untuk menjalani tes pencitraan, seperti rontgen atau CT scan agar dokter dapat menegakkan diagnosis secara akurat. Pemeriksaan fisik dan penunuang yang dilakukan oleh dokter Anda akan bergantung pada jenis cedera atau fraktur yang dialami  pasien.

Pengobatan Fraktur Wajah

Perawatan patah tulang wajah akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Beberapa pilihan perawatan yang umum adalah reduksi dan fiksasi. Namun, untuk patah tulang yang kompleks (terdapat beberapa tulang yang patah), biasanya memerlukan bedah rekonstruksi wajah.

 

Tindakan reduksi adalah reposisi bagian tulang yang patah dan menempatkannya di posisi yang normal. Reduksi dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu:

 

  • Reduksi tertutup: Metode reposisi tulang tanpa pembedahan. Pada kasus patah tulang wajah, jenis reduksi tertutup yang sering digunakan adalah intermaxillary fixation/maxillomandibular fixation (IMF/MMF). Prosedur ini dilakukan untuk menstabilkan tulang wajah yang patah menggunakan plat khusus sehingga pasien tidak dapat membuka mulut untuk beberapa waktu (sekitar 4–6 minggu).

  • Reduksi terbuka: Sebaliknya, reduksi terbuka melibatkan intervensi bedah dengan membuat sayatan untuk membuka bagian tulang yang parah. Metode ini biasanya dipilih ketika tulang yang patah terlalu rumit. 

 

Fiksasi dilakukan dengan cara menyatukan tulang dalam posisi baru dengan jangka waktu tertentu menggunakan pelat bedah, sekrup, dan kawat untuk menjaga tulang dalam posisi normal. Tindakan fiksasi biasanya dilakukan bersamaan dengan reduksi terbuka yang dikenal dengan istilah Open Reduction and Internal Fixation (ORIF).

 

Sementara itu, rekonstruksi wajah dilakukan bila kondisi fraktur cukup parah hingga memengaruhi bentuk wajah. Adapun tujuan utama rekonstruksi wajah adalah mengembalikan fungsi yang tepat (termasuk fungsi penglihatan, mengunyah, menelan, atau bernapas melalui hidung), serta meningkatkan dan mengoptimalkan penampilan.

 

Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait fraktur wajah di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Ortopedi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Boston Children's Hospital. Facial Fractures. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Facial Fracture. Diakses pada 2024 | WebMD. What Are Facial Fractures?. Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Orthodontics, Malocclusion. Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Le Fort Fractures. Diakses pada 2024 | Seminars in Plastic Surgery. Pearls of Mandibular Trauma Management. Diakses pada 2024 | OrthoInfo. Internal Fixation for Fractures. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-arie-wibisono-spbp-re

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Arie Wibisono, SpBP-RE, AIFO-K

Bedah Plastik

Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-agus-roy-rh-hamid-spbp-re

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Agus Roy R.H. Hamid, SpBP-RE (K)

Bedah Plastik

Subspesialis Bedah Tangan


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-mendy-hatibie-spbp---re-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, SpBP-RE (K)

Bedah Plastik

Subspesialis Kraniomaksilofasial


Siloam Hospitals Manado

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail