Sub-Spesialisasi dari Otolaringologi (THT)

Otologi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis telinga hidung tenggorok-bedah kepala leher (THT-BKL) dengan subspesialis otologi adalah seorang dokter spesialis THT-BKL yang fokus menangani gangguan telinga. 

 

Tugas utama dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis otologi berfokus pada pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit telinga. Adapun beberapa penyakit yang biasanya ditangani oleh ahli otologi adalah penyakit telinga yang kompleks, tumor di telinga, dan infeksi telinga berulang (kronis). 

 

Adam Politzer, yang dikenal dengan Bapak Otologi (Father of Otology) merupakan orang yang paling berpengaruh dalam bidang THT otologi pada paruh kedua abad ke-19. Politzer paling diingat karena penemuannya terhadap eponymous middle ear inflation atau yang sekarang disebut dengan otitis media. 

 

Politzer terus bekerja dengan tekun dalam setiap aspek otologi, hingga pada tahun 1877, ia menemukan alat pengukur portabel baru guna memperbaiki metode kontemporer yang tidak memadai untuk menguji ketajaman pendengaran. 

 

Kemudian pada tahun 1864, Politzer bersama temannya mendirikan Archiv für Ohrenheilkunde, majalah kesehatan pertama yang membahas otologi secara eksklusif. Tak cukup sampai di situ, ia juga mendirikan klinik akademis pertama di dunia yang dikhususkan untuk otologi pada tahun 1873. Politzer juga menulis buku berjudul History of Otology yang hingga kini masih relevan dan masih tak tertandingi sebagai “gold standard” dalam referensi sejarah otologi. 

 

Keunggulan Subspesialisasi 

 

Dokter dengan subspesialis ini perlu menjalani sekolah kedokteran umum dan profesi selama kurang lebih 6 tahun, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis atau residensi THTBKL selama 4 tahun. Setelah itu, dokter spesialis THTBKL akan menjalani fellowship di bidang THT otologi selama sekitar 1–2 tahun dan mendapat gelar Sp.THTBKL, Subsp. Oto. (K). 

 

Ahli otologi mengkhususkan diri dalam fisiologi, fungsi, dan penyakit telinga. Selain memberikan diagnosis dan pengobatan, ahli otologi juga dapat melakukan intervensi bedah terhadap pasien yang mengalami gangguan pada telinga dan memerlukan tindakan bedah. 

 

Ahli otologi juga mempelajari hidung dan tenggorokan agar bisa memberikan perawatan yang optimal bagi pasien. Baik dokter THT maupun ahli otologi bisa melakukan diagnosis dan prosedur pembedahan yang serupa. 

 

Beberapa ahli THT otologi dapat menjalankan tugas sebagai dokter THT dalam praktik pribadi maupun rumah sakit. Namun, sebagian lainnya mungkin memilih fokus pada subspesialis otologi. 

 

Penyakit dan Tindakan Medis 

 

Beberapa penyakit yang biasanya ditangani oleh dokter spesialis telinga hidung tenggorokan bedah kepala dan leher dengan subspesialis otologi adalah sebagai berikut: 

 

  • Presbikusis.

  • Telinga berbentuk kembang kol.

  • Kolesteatoma.

  • Tuli konduktif. 

  • Abses telinga.

  • Barotrauma telinga.

  • Tumor telinga.

  • Infeksi telinga bagian dalam.

 

Sementara itu, beberapa prosedur medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis otologi, di antaranya:

 

  • Audiometri.

  • Timpanometri.

  • Implan koklea. 

  • Terapi auditori-verbal.

 

Baca Lebih Sedikit

Penanganan / Prosedur Spesialistik

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
dr-sosialisman-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Sosialisman, SpTHT-KL (K)

Otorinolaringologi (THTBKL)

Subspesialis Otologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Sabtu, 16 Mei 2026

message

coeSpecialistV2