Sub-Spesialisasi dari Dermatologi, Venereologi dan Estetika

Venereologi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan subspesialis venereologi adalah dokter yang fokus menangani masalah infeksi menular seksual (IMS).

 

Tugas utama dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan subspesialis venereologi adalah melakukan pemeriksaan fisik, tes penunjang, diagnosis, serta pengobatan terhadap pasien yang mengidap infeksi menular seksual (IMS) akibat bakteri, virus, parasit, atau jamur.

 

Adapun beberapa penyakit yang sering ditangani oleh dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan subspesialis venereologi adalah gonore, sifilis, herpes simpleks, dan masih banyak lagi.

 

Pada abad ke-18 dan ke-19, merkuri, arsenik, dan belerang umumnya digunakan untuk mengobati penyakit kelamin yang sering mengakibatkan komplikasi serius, bahkan meninggal dunia. Hingga pada tahun 1910, para ahli memperkenalkan salvarsan atau arsphenamine sebagai pengobatan yang efektif untuk gonore.

 

Pada abad ke-20, telah muncul penisilin dan antibiotik lainnya, sehingga penyembuhan terhadap bakteri penyebab IMS semakin efektif. Sayangnya, penemuan ini justru membuat masyarakat menganggap IMS bukanlah suatu ancaman berbahaya sehingga perilaku seks bebas terus berlanjut.

 

Sampai akhirnya, pada akhir abad ke-20, penularan infeksi menular seksual (IMS), seperti HIV mulai bermunculan. Hingga kini, penyakit menular tersebut tidak dapat disembuhkan, bahkan bisa berakhir fatal pada beberapa kasus.

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Untuk menjadi dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan subspesialis venereologi, calon subspesialis ini perlu menjalani sekolah kedokteran umum (S.Ked) dan profesi selama kurang lebih 6 tahun, lalu dilanjutkan dengan pendidikan spesialis dermatologi dan venereologi dan estetik selama 4 tahun (Sp.DVE).

 

Kemudian, agar memiliki izin praktek yang resmi sebagai dokter dengan subspesialis venereologi, dokter DVE harus menjalani pelatihan tambahan atau fellowship untuk mendalami bidang keilmuan venereologi selama 1–2 tahun hingga mendapat gelar Sp.DVE, Subsp.Ven.

 

Infeksi menular seksual adalah kondisi yang tidak hanya bisa memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga emosional dan sosial penderitanya. Kendati demikian, masih banyak kasus IMS yang tercatat hingga saat ini. Di sinilah peran dokter dengan subspesialis venereologi diperlukan.

 

Dokter dengan subspesialis ini dapat memeriksa, mendiagnosis, dan mengobati infeksi menular seksual. Tidak hanya itu, ahli venereologi juga dapat memberikan edukasi kepada pasien mengenai cara pencegahan infeksi menular seksual dan bagaimana melakukan hubungan seks secara aman.

 

Beberapa jenis infeksi menular seksual dapat disembuhkan, namun sebagian lainnya belum bisa disembuhkan sampai saat ini, contohnya HIV. Untuk itu, dokter dengan subspesialis ini juga bertanggung jawab memberikan perawatan yang tepat agar pasien IMS yang tidak bisa disembuhkan dapat mengelola gejalanya dengan baik.

 

Penyakit dan Prosedur Medis

 

Adapun beberapa penyakit yang biasanya ditangani oleh dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan subspesialis venereologi adalah:

 

  • Herpes simpleks.

  • Gonore.

  • Sifilis.

  • HIV & AIDS.

  • Klamidia.

  • Vaginosis bakterialis.

  • Kandidiasis.

  • Chancroid.

 

Sementara itu, sejumlah prosedur medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis dermatologi dan venereologi dan estetika dengan subspesialis venereologi, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan fisik.

  • Pemeriksaan darah.

  • Urinalisis.

  • Pemeriksaan Bacterial Vaginosis (BV).

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
Dokter Tidak Ditemukan

message

coeSpecialistV2