Kekurangan Mineral: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Pola Hidup Sehat

Kekurangan Mineral: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
penyebab, gejala, dan cara mengatasi kekurangan mineral

Mineral adalah salah satu senyawa penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Mineral sendiri terdiri dari banyak jenis, mulai dari kalsium, kalium, natrium, yodium, dan masih banyak lagi. Kekurangan mineral dapat menyebabkan seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan. Itulah sebabnya, asupan mineral perlu dipenuhi setiap harinya.

 

Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang penyebab kekurangan mineral, gejala, hingga cara mengatasinya agar tidak terjadi komplikasi. Mari simak ulasannya sampai tuntas.

 

Apa itu Kekurangan Mineral?

 

Kekurangan mineral atau defisiensi mineral adalah kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan mineral yang cukup. Mineral sendiri merupakan salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh agar bisa menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik.

 

Manusia bisa mendapatkan asupan mineral dari mengonsumsi sumber makanan yang mengandung berbagai mineral, suplemen, atau produk makanan lain yang diperkaya dengan mineral tambahan.

 

Penyebab Kekurangan Mineral

 

Defisiensi mineral dapat terjadi secara perlahan dari waktu ke waktu dan disebabkan oleh berbagai hal, seperti kebutuhan mineral yang meningkat tapi tidak terpenuhi (misalnya pada wanita hamil), kekurangan mineral dalam makanan, atau kesulitan menyerap mineral dari makanan. Selain itu, kekurangan mineral juga bisa dipicu oleh:

 

  • Pola makan yang buruk, misalnya bergantung pada junk food atau kurang mengonsumsi buah dan sayur.

  • Menjalani diet yang sangat rendah kalori.

  • Menderita gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia.

  • Orang yang memiliki nafsu makan buruk, sehingga tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi lainnya dalam makanan yang dikonsumsi.

  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati, kantung empedu, usus, pankreas, dan ginjal.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antasida, antibiotik, obat pencahar, dan diuretik.

 

Gejala Kekurangan Mineral

 

Secara umum, kekurangan mineral dapat menyebabkan sejumlah gejala, mulai dari menurunnya imun tubuh, badan lesu, hingga gangguan fungsi otot. Namun, gejala kekurangan mineral bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis mineral yang mengalami defisiensi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Kekurangan Kalsium

 

Kalsium adalah mineral makro yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, saraf, pembuluh darah, dan otot. Kebutuhan kalsium meningkat pada masa pertumbuhan (bayi dan anak-anak ), laktasi (ibu saat menyusui), dan wanita pascamenopause.

 

Hipokalsemia adalah kondisi rendahnya kadar kalsium dalam darah. Hal ini dapat mengancam jiwa jika tidak dikenali dan segera diobati. Penyebab hipokalsemia sangat bervariasi dan bergantung pada interaksi antara hormon paratiroid, metabolisme fosfor, vitamin D, dan metabolisme tulang.

 

Kekurangan kalsium bisa menyebabkan masalah kesehatan terkait lemahnya tulang, seperti anak yang mungkin tidak mencapai potensi tinggi badan mereka saat dewasa, serta risiko osteoporosis pada orang dewasa.

 

Sebagai informasi, tubuh secara otomatis mengatur keseimbangan kadar kalsium dalam darah secara terus-menerus. Sehingga, saat kekurangan kalsium, gejala akan muncul dengan cepat. Beberapa gejala tersebut di antaranya:

 

  • Lesu.

  • Detak jantung tidak beraturan.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Mati rasa.

  • Sensasi kesemutan pada jari.

  • Kram otot.

 

2. Kekurangan Zat Besi

 

Zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin darah yang berfungsi mengikat oksigen. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh tidak dapat mengikat oksigen secara optimal. Kondisi ini berisiko memicu terjadinya anemia defisiensi zat besi yang ditandai dengan:

 

  • Kulit pucat.

  • Lesu dan lemah.

  • Sering pusing atau sakit kepala.

  • Nyeri kepala, nyeri dada.

  • Kaki dan tangan terasa dingin.

  • Perkembangan sosial dan kognitif yang terlambat (pada anak-anak).

  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.

  • Rambut rontok.

  • Kuku rapuh.

 

3. Kekurangan Magnesium

 

Magnesium adalah jenis mineral yang dihasilkan tubuh secara alami yang paling banyak berada di dalam tulang. Magnesium berfungsi sebagai unsur pembentuk tulang, kofaktor enzim, serta mengontrol kadar glukosa darah dan tekanan darah.

 

Kekurangan magnesium cukup jarang terjadi karena ginjal dapat menjaga kadar magnesium agar tidak dikeluarkan melalui urine. Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk memproduksi protein, menghasilkan energi, serta menjalankan fungsi saraf, otot, dan otak. 

 

Orang yang kekurangan magnesium dapat mengalami sejumlah gejala, seperti:

 

  • Lelah dan lemah.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Mual dan muntah.

  • Tremor.

  • Mati rasa.

  • Kram otot.

  • Kejang.

  • Ritme jantung yang tidak normal.

  • Depresi.

 

Kekurangan magnesium jarang terjadi pada orang sehat. Namun, pada orang yang mengonsumsi pengobatan tertentu dan kondisi kesehatan kronis, seperti alkoholisme.

 

4. Kekurangan Kalium

 

Kalium adalah mineral yang berperan sebagai elektrolit. Mineral ini diperlukan tubuh untuk mendukung fungsi jantung, kontraksi otot, dan transmisi sinyal saraf. Kalium juga dibutuhkan oleh beberapa enzim, salah satunya enzim yang mengubah karbohidrat menjadi protein. 

 

Penyebab paling umum dari kekurangan kalium adalah kehilangan cairan secara berlebihan. Contohnya bisa berupa muntah berkepanjangan, penyakit ginjal, atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik. Kekurangan kalium dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti:

 

  • Kelemahan dan kram otot.

  • Sembelit.

  • Perut kembung.

  • Sakit perut akibat kelumpuhan usus.

  • Mual dan muntah.

  • Kesemutan. 

  • Jantung berdebar.

 

Pada kondisi yang parah, kekurangan kalium dapat menyebabkan kelumpuhan otot, irama jantung yang tidak teratur, ileus paralitik (kondisi di mana gerakan usus menjadi lebih lambat, bahkan tidak bergerak sama sekali), dan henti napas.

 

5. Kekurangan Zink

 

Zink adalah kation (ion bermuatan positif) divalen yang tidak disintesis di dalam tubuh manusia, sehingga perlu didapatkan dari makanan atau suplemen. Mikronutrien ini penting bagi manusia dan banyak terlibat dalam protein, lipid, metabolisme asam nukleat, dan transkripsi gen.

 

Manfaat dari zink adalah memperkuat daya tahan tubuh, meredakan peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka, serta mencegah munculnya komplikasi akibat diare terutama pada balita.

 

Kekurangan zink dapat menyebabkan nafsu makan menurun serta memengaruhi indra penciuman dan pengecap. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kekurangan zink bisa menyebabkan pertumbuhan dan fungsi kekebalan tubuh menjadi terganggu. 

 

Cara Mengatasi Kekurangan Mineral

 

Kekurangan mineral dapat diatasi melalui beberapa cara, di antaranya mengubah pola makan, mengonsumsi suplemen, serta perawatan medis. Guna menentukan perawatan yang tepat, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyesuaikan perawatan dengan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasari terjadinya defisiensi mineral. 

 

  • Perubahan pola makan: Bila pasien mengalami defisiensi mineral akibat pola makan yang buruk, maka dokter akan memberikan saran pola makan yang tepat. Pasien pun akan dipandu oleh ahli gizi atau dokter spesialis gizi klinik untuk menyusun menu makanan sehat sehari-hari sesuai kondisi tubuh.

  • Mengonsumsi suplemen: Pada beberapa kasus, defisiensi mineral tidak dapat diatasi dengan perubahan pola makan saja, sehingga pasien perlu mengonsumsi suplemen mineral sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter.

  • Perawatan medis: Perawatan medis biasanya dibutuhkan oleh pasien dengan kasus kekurangan mineral yang cukup parah, maupun kondisi yang mendasari mengapa mineral tersebut tidak dapat diserap oleh tubuh atau dikeluarkan terlalu banyak dari tubuh. Dokter akan memberikan mineral melalui infus selama satu hari atau beberapa hari di rumah sakit.

 

Itulah penjelasan mengenai kondisi kekurangan mineral yang penting untuk dipahami. Mengingat bahwa fungsi mineral bagi tubuh sangat penting, pastikan Anda memenuhi kebutuhan mineral dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

 

Anda dapat menggunakan paket Homecare - Catering Sehat dari Siloam Hospitals yang dapat dipesan melalui aplikasi MySiloam. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Bahkan, paket ini sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi gratis bersama ahli gizi kami.

 

Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan lainnya, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu, hingga mengantre secara online sebelum mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail