Kesehatan Tubuh
Amankah Beraktivitas Seksual Pasca Transplantasi Ginjal?

Table of Contents
- Amankah Melakukan Aktivitas Seksual Pasca Transplantasi Ginjal?
- Fungsi Seksual Pria Setelah Transplantasi Ginjal
- Fungsi Seksual Wanita Setelah Transplantasi Ginjal
- Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Pasca Transplantasi Ginjal
- Kehamilan pada Pasien Pasca Transplantasi Ginjal
- Percayakan Prosedur Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Terbaik
Transplantasi ginjal merupakan tindakan medis yang umumnya akan dilakukan untuk menangani pasien gagal ginjal stadium akhir. Pasca operasi, pasien terkadang akan mengkhawatirkan kemungkinan adanya efek samping transplantasi ginjal. Salah satunya yaitu pengaruh transplantasi ginjal terhadap aktivitas seksual.
Aktivitas seksual atau hubungan intim dilakukan dengan kontak fisik secara langsung antar pasangan. Hal ini yang mungkin akan dikhawatirkan oleh pasien terutama setelah melakukan operasi besar, seperti transplantasi ginjal.
Lantas, amankah pasien melakukan aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat menyimak ulasan di bawah ini.
Amankah Melakukan Aktivitas Seksual Pasca Transplantasi Ginjal?
Beberapa pasien pasca operasi transplantasi ginjal mungkin akan mengkhawatirkan pengaruh aktivitas sehari-hari dalam merawat ginjal barunya, seperti kegiatan seksual atau hubungan intim.
Faktanya, aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal tidak dipermasalahkan dan aman-aman saja untuk dilakukan. Bahkan, kualitas aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal justru akan meningkat dibandingkan ketika pasien masih dalam masa pengobatan gagal ginjal sebelumnya, yaitu hemodialisis atau cuci darah.
Pasien hanya perlu menunggu luka operasi sembuh total serta berdiskusi dengan dokter sebelum melakukan aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal.
Sebagai tambahan, pasien juga dapat melakukan terapi seks dengan psikolog untuk meningkatkan kualitas aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal.
Di samping itu, risiko terjadinya infeksi pada tubuh pasien cenderung meningkat pasca transplantasi ginjal. Karena itulah, pasien disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan organ reproduksi untuk mencegah terjadinya penyakit menular seksual.
Fungsi Seksual Pria Setelah Transplantasi Ginjal
Libido, fungsi ereksi, fungsi orgasme, dan kepuasan seksual merupakan komponen penting seksualitas pria. Sebuah penelitian di Belanda melaporkan prevalensi 48% mengalami masalah seksual pada pria yang menerima transplantasi ginjal. Masalah seksual yang sering terjadi adalah disfungsi ereksi, penurunan libido dan masalah orgasme. Beberapa penelitian menyebutkan adanya hubungan antara kondisi tubuh setelah transplantasi ginjal dan fungsi seksual, yang memengaruhi resipien dalam 3 tahun atau lebih setelah transplantasi.
Transplantasi ginjal bukan menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Beberapa penelitian justru menyebutkan bahwa transplantasi ginjal memperbaiki masalah disfungsi ereksi pada pasien gagal ginjal dengan riwayat cuci darah. Beberapa faktor penting yang sangat memengaruhi kondisi ini, di antaranya usia, diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, dan kadar hormon testosteron.
Fungsi Seksual Wanita Setelah Transplantasi Ginjal
Gangguan hasrat seksual adalah masalah yang umumnya terjadi pada wanita dengan riwayat gagal ginjal dan cuci darah (hemodialisis). Prevalensi disfungsi seksual pada wanita ditemukan lebih tinggi dibandingkan pria. Hal ini dikaitkan dengan usia, gejala depresi, menopause dan diabetes. Namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa setelah transplantasi ginjal, fungsi seksual Wanita meningkat secara signifikan. Peningkatan ini dapat dinilai dari hasrat, gairah, orgasme dan kepuasan dalam aktivitas seksual.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Pasca Transplantasi Ginjal
Alih-alih mempengaruhi aktivitas seksual, efek samping transplantasi ginjal yang perlu diperhatikan lebih cenderung kepada kesehatan fisik pasiennya.
Setelah mendapatkan transplantasi ginjal, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan tertentu untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal baru.
Obat ini biasa dikenal dengan istilah anti-rejection atau imunosupresan. Beberapa contoh obat imunosupresan adalah steroid, cyclosporine, azathioprine, dan sejenisnya.
Imunosupresan diketahui memiliki efek samping terhadap kesehatan fisik pasien, seperti:
- Kenaikan berat badan.
- Timbulnya jerawat dan wajah tampak membengkak (moon face).
- Rambut rontok.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Meningkatnya risiko terjangkit penyakit diabetes.
- Pengeroposan tulang (osteoporosis).
Maka dari itu, pasien pasca transplantasi ginjal perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh serta berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi kemungkinan efek samping tersebut.
Selain itu, pasien disarankan untuk menjaga kesehatan ginjal maupun tubuhnya secara keseluruhan dengan menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan oleh pasien pasca transplantasi ginjal adalah sebagai berikut:
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Hindari mengonsumsi makanan laut atau daging yang tidak matang serta telur mentah, terlebih ketika mengonsumsi obat imunosupresan.
- Olahraga secara rutin, setidaknya 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan pasien pasca transplantasi ginjal antara lain jalan pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya.
- Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter sehari.
Kehamilan pada Pasien Pasca Transplantasi Ginjal
Seorang wanita yang menjadi pasien transplantasi ginjal juga tetap memiliki peluang hamil. Bahkan, peluang hamilnya akan meningkat dibandingkan ketika pasien masih mengidap gagal ginjal stadium akhir.
Akan tetapi, pasien akan disarankan untuk menunda kehamilan setidaknya satu tahun setelah melakukan transplantasi ginjal. Pasalnya, obat imunosupresan yang dikonsumsi oleh pasien pasca transplantasi ginjal, terlebih dalam dosis besar, dapat memengaruhi kesehatan serta perkembangan janin.
Untuk menghindari hal tersebut, pasien disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi jika ingin melakukan aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal, setidaknya selama 1 tahun.
Pasien transplantasi ginjal juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis obat imunosupresan yang dikonsumsi dalam masa kehamilan.
Demikian informasi mengenai aktivitas seksual pasca transplantasi ginjal yang penting untuk Anda ketahui. Jadi, bagi Anda yang berencana menjalani prosedur transplantasi ginjal, tak perlu khawatir karena Anda tetap dapat melakukan aktivitas seksual dengan aman.
Percayakan Prosedur Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Terbaik
Nah, untuk layanan transplantasi ginjal di Indonesia, percayakan saja pada Siloam Hospitals Asri. Ya, Siloam Hospitals Asri adalah rumah sakit yang menjadi pusat unggulan dalam menangani keluhan seputar urologi, salah satunya yaitu masalah ginjal.
Dokter serta tenaga medis Siloam Hospitals Asri sudah berpengalaman, sehingga pelayanan kesehatan akan dilakukan secara optimal. Lokasi dari Siloam Hospitals Asri pun cukup strategis, yaitu berada di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Mari segera buat janji temu dengan dokter spesialis urologi di Siloam Hospitals Asri melalui aplikasi MySiloam atau menghubungi call center di 1-500-181!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 1 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
3 Service/Item
Rp2.150.000
Paket Post Transplantasi Ginjal 2 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
6 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 4 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
4 Service/Item
Rp8.200.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000







