Afasia, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Kesulitan Berbicara
Kesehatan Tubuh

Afasia, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Kesulitan Berbicara

13 Juni 2025 5 menit waktu baca
afasia adalah

 

Afasia adalah kondisi ketika kemampuan berkomunikasi seseorang terganggu karena adanya kerusakan pada otak. Gangguan komunikasi tersebut meliputi kemampuan berbicara, menulis, serta memahami kalimat yang didengar atau dibaca. Meski begitu, gangguan pada kemampuan komunikasi ini tidak memengaruhi kecerdasan maupun daya ingat penderitanya. Mari ketahui lebih jauh mengenai afasia melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Afasia?

 

Afasia adalah gangguan komunikasi yang membuat penderitanya kesulitan berbahasa, termasuk berbicara, menulis huruf maupun angka, dan/atau memahami setiap kata yang dibaca atau didengarkan. Kondisi ini sering kali terjadi secara mendadak akibat stroke atau cedera kepala. Namun, tak menutup kemungkinan juga bahwa afasia berkembang secara bertahap akibat tumor otak hingga demensia.

 

Penyebab Afasia

 

Pada dasarnya, afasia bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya kerusakan atau kematian pada bagian otak yang mengendalikan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Beberapa penyebab afasia adalah stroke, tumor otak, hingga demensia. 

 

Pasalnya, kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran darah di otak berhenti sehingga sel-sel di dalam otak yang berfungsi untuk memproses bahasa menjadi rusak bahkan mati. Selain itu, afasia juga bisa muncul secara bertahap akibat adanya penyakit yang memicu kerusakan progresif dan degeneratif (permanen).

 

Gejala Afasia

 

Sejumlah gejala umum yang biasanya dialami oleh penderita afasia adalah sebagai berikut:

 

  • Berbicara menggunakan kalimat yang singkat dan cenderung tidak lengkap.

  • Mengucapkan kata-kata yang sulit dipahami orang lain.

  • Menggantikan satu kata dengan kata lain atau satu bunyi dengan bunyi lainnya.

  • Berbicara dengan susunan kalimat yang tidak tepat.

  • Tidak memahami kata-kata yang disampaikan orang lain.

  • Sulit menemukan kata atau istilah yang tepat untuk mendeskripsikan sesuatu.

  • Mengalami kesulitan untuk menulis.

 

Jenis-Jenis Afasia

 

Di luar gejala umum afasia yang sudah dipaparkan di atas, setiap penderita afasia sebenarnya dapat menunjukkan gejala berbeda-beda, tergantung dari jenis dan tingkat keparahannya. Berdasarkan gejala yang muncul, afasia dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

1. Afasia Global

 

Afasia global merupakan jenis yang paling berat dan sering kali terjadi setelah seseorang baru mengalami stroke. Terjadinya afasia global biasanya disebabkan oleh kerusakan luas pada otak. Kondisi ini menyebabkan penderitanya kesulitan atau kehilangan kemampuan untuk membaca, menulis, menggambar, dan memahami kata-kata.

 

2. Afasia Anomik

 

Afasia anomik termasuk sebagai jenis afasia yang paling ringan. Seseorang dengan kondisi afasia anomik umumnya akan mengalami kesulitan dalam memilih kata atau kesulitan dalam penamaan yang tepat ketika dirinya tengah menulis dan berbicara.

 

3. Afasia Progresif Primer

 

Afasia progresif primer adalah jenis afasia yang ditandai dengan penurunan kemampuan dalam menulis, membaca, berbicara, dan memahami percakapan secara perlahan. Afasia progresif primer cukup sulit ditangani namun juga jarang terjadi.

 

4. Afasia Broca

 

Afasia Broca dikenal juga dengan afasia ekspresif atau motor aphasia. Kondisi ini membuat penderitanya paham dengan apa yang ingin disampaikan, tetapi sulit mengatakan atau mengutarakan. Afasia Broca biasanya disebabkan oleh kerusakan otak sebelah kiri.

 

5. Afasia Wernicke

 

Afasia Wernicke atau reseptif merupakan jenis afasia yang membuat penderitanya kesulitan memahami kata-kata yang didengar atau dibaca. Kondisi ini juga menyebabkan penderita sulit menyampaikan kata-kata sehingga tidak dipahami oleh lawan bicaranya.

 

Diagnosis Afasia

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan latihan sederhana, seperti menyebutkan benda dalam ruangan atau mengulang tulisan dan bacaan. Di samping itu, biasanya dokter juga meminta pasien menjalani pemeriksaan CT scan dan MRI untuk mengukur seberapa parah kerusakan otak yang dialami penderita.

 

Adapun tujuan dari jenis latihan sederhana tersebut adalah untuk mengukur kemampuan pasien dalam beberapa hal, di antaranya:

 

  • Memahami pengucapan dan tata bahasa dasar.

  • Berkomunikasi secara sosial, contohnya mengadakan percakapan atau memahami percakapan.

  • Membaca dan menulis angka, huruf, kata, dan kalimat.

  • Menggunakan kata dalam frasa maupun kalimat.

 

Pengobatan Afasia

 

Apabila kerusakan otak tergolong ringan, afasia bisa membaik dengan sendiri seiring berjalannya waktu. Namun, jika kondisi afasia pasien cukup berat, maka dokter akan memberikan sejumlah pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut. Beberapa pilihan pengobatan afasia adalah sebagai berikut:

 

  • Terapi wicara: Pengobatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dalam menulis, membaca, dan mengikuti perintah. Dalam hal ini, pasien juga akan diajarkan mengenai cara berkomunikasi menggunakan gerakan dan gambar. Terapi ini dilakukan dengan bantuan program komputer atau aplikasi.

  • Pemberian obat-obatan: Obat afasia bekerja dengan melancarkan aliran darah ke otak sehingga kerusakan otak bisa dicegah. Obat ini juga menambah jumlah senyawa kimia yang berkurang di otak.

  • Operasi: Prosedur ini dilakukan apabila penyebab afasia adalah tumor otak. Operasi bertujuan mengangkat tumor otak sehingga afasia bisa diobati dengan baik.

 

Komplikasi Afasia

 

Afasia adalah kondisi yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari penderitanya, termasuk hubungan sosial dengan orang lain dan pekerjaan. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan cemas hingga depresi pada penderitanya.

 

Pencegahan Afasia

 

Hingga kini, belum ada langkah pasti untuk mencegah terjadinya afasia. Namun, seseorang bisa mengurangi faktor risikonya dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Menjaga pikiran tetap aktif dengan sering membaca, menulis, dan menggambar.

  • Menggunakan helm atau sabuk pengaman saat berkendara untuk menghindari cedera.

  • Berolahraga secara teratur.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.

 

Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti sering berbicara dengan susunan kalimat yang tidak tepat dan mengalami kesulitan saat menulis, segera kunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail