Afasia Progresif Primer - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Afasia Progresif Primer - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
mengenal Afasia progresif primer

Afasia progresif primer atau primary progressive aphasia (PPA) adalah masalah neurologis yang menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan berbahasa. Kondisi ini merupakan jenis demensia yang bisa menjadi salah satu tanda awal penyakit Alzheimer. Lantas, apa penyebab primary progressive aphasia? Apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Afasia Progresif Primer?

Seperti yang sudah dijelaskan, afasia progresif primer atau primary progressive aphasia (PPA) adalah gangguan neurologis yang dapat menyebabkan seseorang kesulitan berbicara dan berkomunikasi. Afasia sendiri merupakan gangguan berbahasa yang disebabkan oleh kerusakan pada bagian-bagian penting otak yang berfungsi memahami atau menghasilkan ucapan.

 

Apabila afasia disebabkan oleh penyakit otak yang makin memburuk seiring waktu, hal tersebut disebut sebagai afasia progresif primer. Awalnya, kondisi ini ditandai dengan kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan diri. Namun, seiring waktu, penderita akan kehilangan kemampuan menulis, berbicara, atau memahami bahasa.

 

Afasia progresif primer dibagi menjadi tiga subtipe, yaitu logopenic progressive aphasia, progressive non-fluent aphasia, dan semantic dementia. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Logopenic progressive aphasia: Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan menemukan kata yang tepat atau memahami orang lain.

  • Progressive non-fluent aphasia: Kondisi ini dapat menyebabkan tata bahasa yang buruk atau kesulitan berbicara dengan lancar.

  • Semantic dementia: Kondisi ini dapat menyebabkan pasien mengalami kesulitan mengenali makna kata-kata, objek, wajah, suara nonverbal (suara tertawa, batuk, napas, senandung), dan rasa.

Penyebab Afasia Progresif Primer

Afasia progresif primer disebabkan oleh penyusutan (atrofi) area otak tertentu yang dikenal sebagai lobus. Kondisi ini biasanya memengaruhi lobus frontal, temporal, atau parietal. Area-area tersebut bertanggung jawab untuk berbicara dan berbahasa. Atrofi dikaitkan dengan keberadaan protein tertentu di dalam otak yang bisa mengurangi aktivitas atau fungsi otak.

 

Atrofi atau penyusutan otak tersebut bisa terjadi sejak lahir (biasanya diakibatkan mutasi gen) atau terjadi di waktu tertentu tanpa alasan yang diketahui. Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya afasia progresif primer adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan belajar. Orang dengan gangguan belajar, seperti disleksia, lebih berisiko mengalami PAA.

  • Perubahan gen tertentu. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, anak dari keluarga yang memiliki mutasi gen tertentu lebih mungkin mengalami PAA. 

Gejala Afasia Progresif Primer

Gejala afasia progresif primer biasanya muncul antara usia 50 dan 70 tahun. Gejala ini biasanya dimulai dengan masalah bicara ringan dan seiring waktu kesulitan dalam menilai serta berpikir. Gejala PAA bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Gejala logopenic progressive aphasia:

 

  • Kesulitan memahami bahasa lisan, terutama kalimat yang panjang.

  • Berhenti sejenak dan ragu-ragu saat berbicara dan mencari kata-kata.

  • Tidak dapat mengulang frasa atau kalimat.

 

Gejala progressive non-fluent aphasia:

 

  • Tata bahasa yang buruk dalam bahasa lisan dan tulisan.

  • Masalah memahami kalimat yang rumit.

  • Menggunakan tata bahasa secara tidak tepat.

  • Masalah dalam berbicara.

 

Gejala semantic dementia:

 

  • Kesulitan memahami bahasa lisan atau tertulis, terutama kata-kata tunggal.

  • Kesulitan memahami arti kata-kata.

  • Tidak dapat menyebutkan nama benda.

  • Kesulitan merumuskan kalimat.

Diagnosis Afasia Progresif Primer

Untuk mendiagnosis afasia progresif primer, dokter spesialis saraf akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Masalah komunikasi yang memburuk selama satu atau dua tahun sering kali menjadi indikator utama pada pasien dengan afasia progresif primer.

 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien, mulai dari pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu tubuh), pemeriksaan neurologis, evaluasi kemampuan bicara, pemahaman bahasa, serta mengukur kemampuan pasien mengenali dan menamai objek, mengingat, dan faktor-faktor lainnya.

 

Selain itu, guna menegakkan diagnosis, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah.

  • CT scan.

  • MRI otak.

  • PET scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai fungsi otak dan dapat menilai masalah metabolisme glukosa di area otak yang terkait dengan bahasa.

Pengobatan Afasia Progresif Primer

Hingga saat ini, belum ada obat yang terbukti bermanfaat untuk PPA. Penanganan yang tepat untuk kondisi ini dimulai dengan riwayat dan analisis terperinci mengenai komponen bicara dan bahasa pasien. Melakukan perawatan yang tepat dapat membantu pasien meningkatkan atau mempertahankan kemampuannya untuk berkomunikasi dan mengelola kondisi kesehatannya. Beberapa pilihan perawatan tersebut, di antaranya:

 

  • Terapi wicara dan bahasa. Terapi ini diawasi oleh ahli patologi wicara-bahasa dan fokus untuk menggantikan keterampilan bahasa yang hilang. Meski tidak dapat menghentikan perkembangan PAA, terapi ini dapat membantu mengelola kondisi dan memperlambat perkembangan.

  • Terapi fisik dan okupasi. Terapi ini biasanya dilakukan ketika gejala memengaruhi gerakan dan keseimbangan.

 

Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait afasia progresif primer di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Weill Institute for Neurosciences. Primary Progressive Aphasia. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Primary Progressive Aphasia. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Primary Progressive Aphasia. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Stroke Affecting the Eye. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail