Ibu dan Anak
Pentingnya Pemeriksaan Antenatal Care bagi Ibu Hamil

Table of Contents
- Apa itu Antenatal Care?
- Tujuan Antenatal Care
- Pelayanan Standar Antenatal Care di Indonesia
- 1. Timbang Berat Badan
- 2. Tekanan Darah
- 3. Tentukan Nilai Status Gizi dengan Pengukuran Lingkar Lengan Atas
- 4. Tinggi Fundus Uteri (Puncak Rahim)
- 5. Tentukan Presentasi dan Denyut Nadi Jantung
- 6. Vaksinasi Tetanus
- 7. Pemberian Tablet Zat Besi
- 8. Tes Laboratorium
- 9. Tata Laksana Khusus
- 10. Temu Wicara
Antenatal care adalah pelayanan pemeriksaan yang ditujukan kepada ibu hamil untuk memastikan bahwa ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa kehamilan. Antenatal care mencakup identifikasi risiko, pencegahan komplikasi kehamilan, serta edukasi dan promosi kesehatan.
Dengan melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin, dokter dapat memantau kondisi kesehatan Anda untuk menghindari adanya masalah kesehatan yang rentan dialami ibu hamil. Pemeriksaan ini telah memiliki standar tersendiri di Indonesia, selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini!
Apa itu Antenatal Care?
ANC atau antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk meningkatkan atau mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil.
Ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini secara rutin, mengingat pada masa kehamilan, ibu rentan terkena beberapa masalah kesehatan seperti preeklamsia ataupun diabetes gestasional.
Anda bisa melakukan pemeriksaan berikut minimal enam kali selama masa kehamilan, yaitu dua kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan tiga kali pada trimester ketiga.
Tujuan Antenatal Care
Selain untuk memantau kondisi ibu hamil dan janin yang sedang dikandung, beberapa tujuan dilakukannya antenatal care adalah sebagai berikut:
- Mendeteksi adanya komplikasi kehamilan yang mungkin dialami ibu selama masa kehamilan, termasuk mengecek riwayat kesehatan ibu.
- Mempersiapkan proses persalinan agar ibu dan bayi dapat melewati proses persalinan dengan sehat dan selamat.
- Mencegah risiko komplikasi atau kematian saat proses persalinan.
- Mempersiapkan ibu untuk dapat memenuhi ASI eksklusif pada bayi.
- Membantu persiapan ibu terhadap perubahan peran serta kesiapan anggota keluarga lain dalam mengasuh anak agar tumbuh kembangnya optimal.
Pelayanan Standar Antenatal Care di Indonesia
Antenatal care adalah pemeriksaan yang penting bagi ibu hamil. Karena itu, Indonesia telah menetapkan standar khusus mengenai pemeriksaan antenatal care yang dikenal dengan istilah “10 T”. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Timbang Berat Badan
Standar pelayanan pertama untuk antenatal care adalah menimbang berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada pertumbuhan janin.
Selain itu, pada pemeriksaan antenatal care pertama, ibu hamil wajib mengukur tinggi badan untuk mengetahui kemungkinan faktor yang dapat mempersulit persalinan. Misalnya, risiko terjadinya Cephalopelvic Disproportion (CPD) akan lebih tinggi apabila tinggi badan ibu kurang dari 145 cm.
2. Tekanan Darah
Standar kedua dalam antenatal care adalah mengukur tekanan darah, hal ini bertujuan untuk mendeteksi seberapa besar risiko terkena preeklamsia yang berpotensi membahayakan kehamilan.
Tekanan darah normal pada ibu hamil adalah 90-120/60-80 mmHg. Preeklamsia dapat terjadi bila tekanan darah ibu hamil lebih dari 140/90 mmHg. Jika mengalami kondisi ini, maka perlu dilakukan penanganan agar tekanan darah kembali ke angka normal.
3. Tentukan Nilai Status Gizi dengan Pengukuran Lingkar Lengan Atas
Pengukuran nilai status gizi hanya akan dilakukan satu kali, yaitu pada trimester pertama. Jika hasil pengukuran lingkar lengan atas (LILA) didapatkan kurang dari 23,5 cm, maka ada kemungkinan ibu mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis). KEK dapat meningkatkan risiko Bayi Lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
4. Tinggi Fundus Uteri (Puncak Rahim)
Standar selanjutnya untuk pelayanan antenatal care adalah pengukuran tinggi fundus uteri. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat atau memperkirakan perkembangan bayi selama dalam kandungan.
Tinggi fundus merupakan jarak dari puncak tulang panggul hingga ke bagian teratas dari perut ibu hamil. Normalnya tinggi fundus adalah 2 cm lebih besar dari usia kehamilan. Jadi, apabila usia kehamilan ibu 12 minggu, maka tinggi fundus normalnya adalah 10-14 cm.
5. Tentukan Presentasi dan Denyut Nadi Jantung
Pemeriksaan ini penting dilakukan ketika waktu persalinan semakin dekat guna memastikan apakah kepala janin telah memasuki panggul atau belum. Untuk penentuan posisi janin, umumnya bisa dilakukan setidaknya pada akhir trimester kedua.
Mengukur denyut nadi janin dalam antenatal care adalah bagian yang tak boleh terlewatkan. Pengukuran ini berguna untuk mendeteksi gawat janin. Pemeriksaan presentasi dan denyut nadi janin dapat dilakukan bersamaan melalui USG (ultrasonografi).
6. Vaksinasi Tetanus
Tujuan vaksinasi tetanus pada antenatal care adalah membangun kekebalan tubuh ibu hamil terhadap infeksi tetanus. Pemberian vaksin ini nantinya disesuaikan dengan status imunisasi ibu hamil ketika melakukan skrining saat menjalani antenatal care pertama kali.
7. Pemberian Tablet Zat Besi
Pemberian tablet zat besi berguna untuk mencegah ibu hamil mengalami anemia defisiensi besi. Selama masa kehamilan, ibu dianjurkan untuk mengonsumsi minimal 90 tablet zat besi.
8. Tes Laboratorium
Pada pemeriksaan ini, ibu hamil mungkin perlu melakukan pemeriksaan tes darah lengkap dan beberapa rangkaian pemeriksaan laboratorium seperti golongan darah, rhesus, protein dalam urine, kadar gula darah, hemoglobin, serta sifilis dan HIV.
9. Tata Laksana Khusus
Salah satu manfaat menjalani antenatal care adalah mengetahui adanya kelainan atau masalah kehamilan lebih dini. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan yang tepat dan lebih awal apabila menemukan kondisi tertentu pada ibu hamil.
10. Temu Wicara
Setiap menjalani antenatal care, Anda dapat melakukan konseling dengan dokter atau bidan mengenai kondisi kesehatan bayi dalam kandungan atau hal-hal lain yang dapat menunjang kesehatan selama masa kehamilan.
Kini, Anda sudah paham akan pentingnya pemeriksaan antenatal care bagi ibu hamil bukan? Sebagai calon ibu, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan ini guna memastikan Anda dan janin selalu dalam kondisi sehat.
Sejak merencanakan kehamilan pun Anda dapat mulai melakukan pemeriksaan dini dengan mengunjungi Siloam Hospitals Lippo Village yang menyediakan Fertility & Minimal Invasive Center dengan layanan One Stop Service bagi pasangan yang sedang menanti buah hati.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan tersebut, Anda dapat menghubungi kami di (021) 8064 6900. Anda juga bisa langsung membuat janji temu dengan dokter terkait melalui aplikasi MySiloam atau dengan menghubungi call center kami di 1-500-181.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000
Pasca Operasi Maternal Care - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp990.000
Basic Female - SHBS
5 Service/Item
Rp830.000







